Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 71


__ADS_3

Hubungan antara Jimmy dan Rindi berjalan lancar. Sang casanova itu tak berani menyentuh Rindi lebih dari sekedar ciuman saja. Jimmy juga tak tau kenapa. Pria itu juga tak pernah lagi bermain wanita. Dengan Sisil saja dia sudah tak berselera lagi. Mau gimana cara Sisil menggodanya, Jimmy tak lagi berhasrat. Ketika dirinya sudah berada di sisi Rindi, hasratnya selalu datang. Jimmy mencoba menahannya untuk tidak melakukannya. Pria itu berniat untuk menghalalkan Rindi terlebih dahulu.


Rindi wanita pendendam itu sepertinya sudah mulai melupakan dendamnya kepada Rachel istri dari sang kakak laki lakinya. Entahlah, wanita itu berpikir untuk apalagi membalas sakit hatinya kepada Rachel, toh, yang salah adalah mamanya Rachel. Si wanita ****** itu.


Memiliki Jimmy menjadi pasangannya adalah anugrah baginya. Jimmy pria yang sangat baik.


Siang ini, Rindi akan mengantarkan bekal untuk sang kekasih ke kantornya. Selama menjadi kekasih seorang Jimmy, Rindi belajar masak.


Berpenampilan anggun, memakai dress bunga dengan panjang diatas lutut saja. Penampilannya cukup seksi.


Rindi melajukan mobilnya ke kantor sang kekasih. Berjalan anggun sambil membawa bekal yang dimasaknya.


Rindi pun tiba di depan pintu ruangan Jimmy. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Rindi langsung membuka pintu dan masuk.


Ceklek....


"Sa...." ucapan Rindi terpotong. Rindi kaget dengan apa yang dilihatnya. Kekasihnya lagi berduaan dengan seorang wanita yang dikenalnya. Kedekatan antara wanita itu dengan kekasihnya begitu dekat.


Jimmy sangat kaget dengan kedatangan sang kekasih. Jantungnya berdebar sangat kencang.

__ADS_1


"Ba...baby..." seru Jimmy gugup.


Sementara itu wanita yang bersama Jimmy menyeringai, dia sangat senang dengan keadaan seperti ini.


"A...apa yang kalian lakukan." Seru Rindi lirih. Dadanya terasa sangat sesak sekali. Seorang wanita duduk dipangkuan sang kekasih.


"Baby....ini tidak seperti yang kau lihat." Jimmy menurunkan wanita itu dengan kasar.


"Aaww...." aduh sang wanita.


Karena takut Rindi akan marah, Jimmy berjalan menuju Rindi.


"Hai, Apa kabar Rindi? Maaf ya, aku hanya berkunjung kekantor kekasihmu." Ucap Sisil santai merasa bersalah.


Rindi tak bergeming. Dia hanya menatap nanar Sisil. "Baby..." bisik jimmy.


Tatapan Rindi beralih kearah Jimmy. Ia dapat melihat raut wajah bersalah dan takut di wajah sang kekasih.


"Mas...aku bawa makan siang untuk kamu." Seru Rindi. Dirinya mungkin harus mempercayai sang kekasih. Percaya kalau tak ada hubungan apa apa antara Sisil.

__ADS_1


"Terimakasih Baby " seru Jimmy. Pria itu mengajak Rindi untuk duduk di sofa. Keduanya tak meperdulikan adanya Sisil.


Sisil merasa sangat kesal di cuekin. Dengan tak tau malunya, Sisil mendekati Jimmy dan duduk di samping Jimmy.


"Baby....aku tunggu kamu di apartemen ya?" bisik Sisil menggoda.


Dengan seringai liciknya Sisil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu ruangan, untuk saat ini rasanya sudah cukup membuat Rindi shock. Tunggu saja tahap selanjutnya.


Mendengar itu Rindi melebarkan matanya. Untuk apa Sisil menyuruh Jimmy datang ke apartemannya.


Brakkk....


Sedikit membanting pintu, Sisil keluar dari Ruangan Jimmy.


"Jelaskan semuanya mas. Apa hubungan kamu dengan Sisil." Tanya Rindi menahan tangisnya.


Deg....


Jimmy menelan salivanya kasar. Apa ia harus jujur.

__ADS_1


__ADS_2