
Weekend ini Rachel dan Ivan berencana akan berjalan - jalan, anggaplah seperti kencan. Kandungan Rachel sudah sudah jalan delapan bulan. Sebulan lagi anak mereka akan lahir.
"Kita mau kemana Mas?" tanya Rachel antusias.
"Terserah kamu sayang. Kamu mau kemana?" tanya Ivan lembut.
"Kita nonton aja yuk mas. Dedek katanya pengen nonton sambil makan popcorn." Ujar Rachel.
"Baiklah sayangku." Ucap Ivan.
Keduanya bersiap - siap untuk pergi nonton. Ivan menggandeng tangan sang istri dengan mesranya.
Layaknya seperti ratu Ivan memperlakukan istrinya. "Terimakasih mas." ucap Rachel setelah Ivan membukakan pintu mobil untuk dirinya.
"Sama - sama sayang." sahutnya.
Ivan melajukan mobilnya dengan santai. Tiket nontonya sudah di pesannya melalui aplikasi. Rachel sang istri ingin menonton flim romantis.
Sampainya di mall, Ivan menggandeng tangan Rachel sampai bioskop. Ketika Keduanya menaiki eskalator menuju lantai tiga mal. Rachel melihat sosok Rindi berdua dengan seorang pria.
"Mas, itu Rindi Kan?" tanya Rachel sambil menunjuk kearah sebuah restoran.
"Mana sayang?"
__ADS_1
Ivan mengernyitkan dahinya. Pria yang bersama Rindi itu adalah Jimmy sang cassanova kelas kakap. Ivan juga tahu, Jimmy pernah berkencan dengan Sisil.
Walaupun Rindi jahat dengan sang istri. Ivan tak akan rela kalau Jimmy bersama Rindi.
"Kita samperin yuk mas." ajak Rachel.
"Gak usah sayang. Lain kali saja." seru Ivan.
Rachel mengangguk. Mungkin benar kata suaminya. Nanti saja.
Keduanya melanjutkan tujuan mereka ke bioskop.
****
"Sialan...kemana dia?!" seru Sisil kesal.
Kalau seperti ini, pasti Jimmy ada yang baru lagi. Sisil bakalan kehilangan tambang emasnya.
Jimmy tak boleh jatuh ke orang lain. Jimmy harus Sisil pertahankan.
Berkali kali tak kunjung aktif, Sisil mulai bosan. Mungkin dengan shopping kemall akan membuat mata dan pikirannya segar.
Cukup banyak uang direkeningnya, karena Jimmy telah menstranfer beberapa jumlah uang. Dengan uang itu Sisil akan berbelanja sepuasnya.
__ADS_1
Dengan penampilan yang seksi, Sisil kemall. Sepertinya Sisil akan mencari mangsa baru saja yang lebih dari Jimmy. Namun apa ada? Menurutnya Jimmy lah yang sangat kaya raya. Ivan saja kalah.
Sisil sampai disebuah mall terkenal di Jakarta. Dia melangkahkan kakinya dengan anggun. Mendatangi setiap toko yang ada di mall itu. Mulai dengan toko perhiasan, sepatu, pakaian dan lain lain.
Karena banyaknya barang yang ia beli, perut Sisil sudah mulai keroncongan. Sisil pun menuju tempat makan langganannya.
Sisil memilih restoran seafood langgnannya. Ketika kakinya melangkah, Sisil dapat melihat sosok yang dari kemarin ia hubungi dan ia cari.
Sisil mengepalkan kedua tangannya. Ternyata Jimmy memiliki mangsa baru. Sisil tersenyum sinis, mangsa Jimmy adalah Rindi. Menurut Sisil, Rindi adalah sosok gadis yang bodoh.
"Kau sangat pintar Jimmy. Ternyata kamu pengen yang masih perawan." gumam Sisil dalam hati.
Sisil sedikit geram, Jimmy memperlakukan Rindi begitu manis. Dengannya saja tak seperti itu. Dan tatapan mata Jimmy ke Rindi seperti tatapan kagum. Apa mungkin Jimmy menyukai Rindi.
"Hah! Takan kubiarkan gadis bodoh itu mendapatkan Jimmy. Pria itu milikku." Batin Sisil.
Karena perutnya keroncongan, Sisil tak memperdulikan pasangan itu. Sisil memesan banyak makanan. Perutnya sangat lapar sekali. Apalagi melihat pemandangan yang menyakitkan mata. Membuat nafsu makannya meningkat.
Bersambung....
Bolehkah saya meminta Vote kalian?
Terimakasih.
__ADS_1