
Flashback On
Usia kandungan Alya sudah enam bulan. Rio sangat senang sekali, apalagi jenis kelamin bayi nya suda kelihatan. Rio ingin memiliki anak laki laki, betapa senangnya Rio kelamin bayinya laki - laki.
Rio sangat posesif sekali kehamilan Alya, sebisa mungkin ia selalu berada disisi Alya. Kemana pun Alya ingin pergi, Rio selalu menemaninya. Seperti sekarang ini. Alya ingin pergi ke Mall ingin berbelanja bulanan. Dengan sigap Rio langsung meluncur menjeput sang istri dan menemaninya berbelanja.
"Kita mau ke mana tuan putri?" tanya Rio lembut sambil menyetir mobilnya.
"Kita ke mall ya Mas, Alya pengen belanja." sahut Alya antusia. Mungkin kali ini Alya mengidam ingin berbelanja.
"Baiklah sayang, kemana pun Mas akan antar kamu." ucap Rio.
"Terimakasih mas ku sayang." manja Alya.
Alya sangat antusias berbelanja, hampir semua toko dimall ia masuki. Sudah banyak barang ia beli. Ditoko pakaian. Seorang wanita seksi dan cantik menatap sinis Alya. Hidup Alya sangat bergelimang harta. Posisi itu telah direbut Alya dari wanita itu. Sampai sekarang ini Wanita itu masih sangat
dendam dengan Alya. Mungkin sekarang ini adalah waktu yang pas untuk mencelakai Alya. Wanita itu terus saja mengikuti kemanapun Alya dan Rio pergi. Wanita itu mencari cela untuk mencelakai Alya.
__ADS_1
Ketika Alya masuk kedalam toko pakaian bayi. Wanita itu juga masuk kedalam toko itu. Memperhatikan gerak gerik Alya. Sampai pada akhirnya Alya keluar dari toko itu.
"Mas, uda yok pulang. Uda capek." rengek Alya.
"Bener udah cukup belanjanya sayang?" tanya Rio.
"Uda Mas." seru Alya.
Semua belanja Alya telah dimasukan kedalam bagasi Mobil. Semua keinginannya telah ia beli tanpa terlewatkan.
Di ujung jalan, sebuah mobil sedan hitam terparkir. Mobil sedan hitam itu telah siap untuk meluncur menuju sasarannya. Dengan mengambil ancang ancang mobil sedan hitam itu melaju sangat kencang dengan sengaja ingin menabrak Alya. Tapi, dengan cepat Rio menyelamatkan istrinya. Hampir saja istrinya itu terpental. Rio sangat marah. Istrinya hampir saja celaka. Rio melihat mobil sedan itu telah menghilang, ia tahu pemilik mobil itu. Itu mobil milik Rani sang mantan istri.
Flashback off
Alya masih saja memasang wajah cemberut. Ia kesal dengan suaminya, terlalu posesif sekali.
"Mas...Alya pengen kerumah Papi. Boleh ya Mas?" rengek Alya.
__ADS_1
"Iya sayang. Tapi nanti ya. Mas masih ada kerjaan." ucap Rio.
"Aku maunya sekarang Mas." rengek Alya lagi.
"Pokoknya nanti!! Pulang mas dari kantor!!" bentak Rio tak sengaja.
"Mas...hiks...Mas bentak aku?" ucap Alya lirih.
Alya meninggalkan Rio yang ingin pergi ke kantor. Ia masuk kekamarnya. Membanting pintu kamar dengan keras.
Rio menghela nafasnya dengan kasar. Sungguh ia dibuat frustasi dengan keinginan istrinya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya. Kemana pun Alya pergi harus bersama Rio.
Rio membiarkan Alya merajuk dikamarnya. Rio pergi kekantor tanpa pamit dengan Alya. Biarlah setelah pulang dari kantor ia akan membujuk istrinya.
Didalam kamar, Alya menangis tersedu. Suaminya membentaknya. Alya bingung dengan tingkahnya, yang egois ini. Selama hamil keinginannya harus dikabulkan bagaimana pun caranya.
*********
__ADS_1
Sudah beberapa bulan ini masih belum ada kabar dari Rindi. Rachel sangat merindukan sahabatnya itu. Disekolah ia sungguh tak bersemangat. Teman teman satu kelasnya selalu mengajaknya bercanda, tapi Rachel tak bersemangat. Ia masih mencari tahu keberadaan Rindi sahabatnya. Hampir setiap hari ia mendatangi rumah Rindi sepulang sekolah. Namun selalu saja tak ada jawaban. Bahkan kak Ivan selalu mengusirnya. Berkata kasar dengannya. Sungguh sakit rasanya, lelaki yang ia kagumi berkata kasar dengannya.
Pulang dari rumah Rindi ia selalu saja menangis sedih. Namun Rachel tidak ingin menunjukkan kesedihannya di depan mama Alya nya. Ia tidak ingin melihat mama Alya ikut sedih, itu akan membuat kandungan mama Alya bermasalah. Ia tidak ingin terjadi apa apa dengan calon adiknya nanti.