
"Boneka aku..." rengek sang anak.
Morgan tersentak kaget. Ia melihat seorang gadis kecil lagi menangis, lebih tepatnya menangisi boneka kesayangannya teinjak oleh dirinya.
"Maafkan om sayang..." ucap Morgan bersalah. Morgan mensejajarkan tubuhnya dengan sang anak dan mengelus lembut rambut sang anak. "Maafkan om sayang, nanti om ganti boneka kamu ya?" ucap Morgan lembut.
"Boneka ini, pemberian mama om. Mama yang membelikannya" isak sang anak.
"Iya sayang maaf" ucap Morgan lagi.
Sementra itu Reina lagi kecarian sang putri. Entah kemana putri kecilnya itu. Reina terus mencarinya di setiap sudut restoran. Pandangan Reina tertuju di pintu masuk Restoran. Ia melihat putrinya lagi menangis sambil memegang bonekanya.
"Jihan!!!" teriak Reina.
Morgan dan Jihan menoleh kearah suara teriakan. Morgan membulatkan matanya. Wanita pujaan hatinya berada disini juga. Tapi, wanitanya kenapa berjalan menuju kearahnya. Dan....
"Jihan...sayang, kamu kenapa Nak?" tanya Reina khawatir.
Deg...
Reina memanggil gadis kecil ini Nak? Jantung Morgan berdegup dengan sangat kencang. Timbullah prasangka tentang Reina. Apa wanitanya itu sudah menikah?
"Nona Reina?" sapa Morgan.
__ADS_1
Reina mendongakan kepalanya kearah Morgan. Reina sangat terkejut dengan kehadiran Morgan.
"Tuu...tuan Morgan?" jawab Reina gugup.
"Anda...disini juga?" tanya Morgan.
"Iya..."
"Mama...boneka aku rusak" tunjuk Jihan terisak.
"Iya sayang, nanti mama belikan lagi ya?" sahut Reina.
"Ma, om ini yang menginjaknya sampai rusak" adu sang putri menunjuk ke arah Morgan.
"Gak apa apa Tuan. Nanti biar saya belikan lagi" ucap Reina.
Reina membawa anaknya dan pergi meninggalkan Morga yang terpaku di tempat itu. Pandangan Morgan tak lepas dari Reina dan anaknya. Ternyata Reina sudah mempunyai anak. Apakah dia juga mempunyai seorang suami. Hilang sudah harapan untuk mendapatkan cinta Reina.
Niatnya ingin makan siang, tapi Morgan membatalkannya. Hilang sudah selera makan Morgan. Ia kembali ke kamar hotelnya. Membaringkan tubuhnya di atas ranjang hotel. Menatap langit langit hotel, memikirkan tentang Reina. "Kamu sudah menikah?" gumam Morgan.
Morgan memejamkan matanya. Karena terlalu lelah akhirnya Morgan terlelap.
****
__ADS_1
Reina membawa anaknya ke tempat makan lain. Niatnya ia ingin makan di restoran hotel itu sambil bertemu dengan klien nya. Tapi, karena kejadian tadi Reina membatalkannya. Ia mengundur pertemuannya besok saja di tempat lain.
Di dalam mobil. Reina membawa mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ia membawa serta anaknya. Ia memikirkan pertemuanya dengan Morgan tadi. Ia melihat di mata pria itu ada rasa kecewa setelah bertemu dengannya dan anaknya.
Sebenarnya Reina ingin membuka hatinya untuk Morgan. Pertemuan pertamanya dengan Morgan membuatnya selalu memikirkan pria itu. Sikap Morgan yang perhatian terhadapnya membuat Reina nyaman. Tapi, pertemuan keduanya dengan Morgan itu membuat Reina takut kalau Morgan menjauhinya.
****
Di taman kota.
Sepasang sahabat yaitu Rachel dan Rindi. Sepulang dari sekolahnya mereka duduk di taman kota untuk sekedar memakan ice cream. Kegiatan seperti itu sering mereka lakukan. Makan ice cream di taman kota.
Banyak obrolan yang mereka bicarakan. Rindi juga curhat dengan kelakuan papanya bersama selingkuhannya. Papanya sering membawa selingkuhannya kerumah. Bermesraan di depan mamanya yang lagi sakit. Rindi sangat membenci papanya, apalagi dengan selingkuhan papanya.
"Rachel, kau tau papa aku semakin keterlaluan. Selingkuhannya selalu di bawanya ke rumah. Bermesraan di depan mama aku yang lagi sakit" ucap Rindi sedih.
Rachel mendengar semua itu sangat geram dan mengepalkan tangannya. Mamanya sangat keterlaluan sekali.
"Aku sangat benci dengan perempuan itu!! Rindi sangat kesal sekali.
Rachel tak bisa ngomong apapun. Ia hanya bisa mendengarkan saja. Lagi asyik menikmati ice creamnya mereka di kejutkan dengan teriakan.
"Rachell!!."
__ADS_1
bersambung....