
Mama Revi menghela nafasnya. Dan menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir suaminya ini seperti anak Abg saja.
Rio melajukan mobilnya lumayan kencang. Papanya sungguh menyebalkan. Zaman sekarang masih saja mau menjodohkan anak.
Rio fokus membawa mobilnya membelah jalanan ibukota. Tujuannya ke Penthousenya.
Lagi fokus menyetir, suara ponsel Rio berdering.
Kring....kring.....
Dilihatnya layar ponsel tertera nama kekasih hatinya. Kekesalan yang tadi ia rasakan tiba - tiba hilang dikarenakan kekasihnya nelpon.
☎ "Mas....hikss...hikss..." sapa Alya dengan terisak.
Rio kaget mendengar kekasihnya menangis.
☎ "Sayang...kenapa?" ucap Rio khawatir.
☎ "Mas bawa Alya pergi dari rumah ini. Alya mau tinggal sama mas aja." seru Alya terisak.
Rio menepikan mobilnya.
☎ "Kenapa Sayang...kamu sekarang dimana?" tanya Rio.
☎ "Alya dirumah mas. Jemput Alya mas!" masih dengan isakannya.
__ADS_1
☎ "Iya, iya sayang mas jemput kamu." seru Rio menenangkan kekasihnya.
Sambungan telpon terputus. Rio melanjutkan perjalanannya menuju rumah sang kekasih. Ada apa dengan kekasihnya itu. Dengan membawa mobil dengan kecepatan yang kencang Rio terus fokus menyetir mobilnya.
Alya yang masih di kamarnya menyusun beberapa pakaiannya ke dalam tas untuk dibawanya bersama kekasihnya.
Terdengar suara mobil di halaman rumah. Rio telah datang. Dengan langkah tergesah Rio sedikit berlari masuk kedalam rumah sang kekasih.
"Alya...!!?" teriak Rio memanggil.
Mami Laras dan Papi Reyhan tersentak kaget mendengar teriakan seseorang. Dan mereka berdua menuju suara itu. Mereka berdua melototkan mata mereka. Rio calon mantunya yang datang dan berteriak.
"Om, tante...Alya mana?! Saya mau membawanya pergi!" ucap Rio.
Alya mendengar suara Rio keluar dari kamarnya dan membawa tas yang berisi pakaiannya. Dengan langkah cepat Alya menuruni anak tangga dan mendekati Rio. Alya langsung menghambur kepelukan sang kekasih.
"Mas...hikss...bawa Alya pergi dari sini" isak Alya.
Rio menangkup kedua pipi kekasihnya yang sudah dibasahi oleh air matanya. "Iya sayang...mas bawa kamu pergi dari sini" ajak Rio.
Tanpa memperdulikan kedua orang tuanya Alya. Rio mmebawa Alya pergi dari rumahnya. Ketika ingin melangkah. Langkah mereka terhenti.
"BERHENTI..!!!" teriak Papi Reyhan.
Kedua sejoli itu sontak menghentikan langkahnya. Dan berbalik arah ke arah Papi Reyhan.
__ADS_1
"Berani Kamu bawa anak saya! Langkahi dulu mayat saya!" geram papi Reyhan. Sebenarnya papi Reyhan tidak tahu kenap anak gadisnya ingin pergi dibawa Rio.
"Papi...hikss...izinkan Alya pergi bersama mas Rio. Tolong papi...jangan paksa Alya untuk menikah dengan orang lain." ucap Alya memohon kepada papinya. Dan itu membuat Rio tersentak kaget. Kekasihnya ingin dinikahkan? " Sayang..." ucap Rio menoleh kearah wajah kekasihnya.
Dengan linangan air mata, Alya memandang wajah kekasihnya. "Mas...hikss...Alya dijodohkan dengan pilihan papi...hiks..." isak Alya.
Rio menatap tajam papi Reyhan. Reyhan yang di tatap seperti itu melototkan matanya. Putrinya menyalahkan dirinya. Tapi seketika Reyhan paham apa yang terjadi. Iya tersenyum licik. Boleh juga nih mengerjai mereka berdua. Pikirnya.
"Kenapa?! Kamu mau ngebantah papi!!" bentak Papi Reyhan.
"Papi...hikss...Alya gak mau dijodohin. Alya cintanya sama mas Rio" ucap Alya masih dengan tangisannya.
"MASUK KAMU!!" teriak papi Reyhan.
"Om...saya akan bawa Alya. Saya gak ngizinin Alya jadi milik orang lain." seru Rio sambil menggenggam tangan Alya.
Rio menarik Alya dan melangkahkan kaki mereka menuju pintu keluar. Ketika sudah berada di pintu. Teriakan papi Reyhan membuat mereka berhenti melangkah.
"Selangkah kamu keluar dari rumah ini Alya. Jangan anggap papi dan mami mu ini sebagai orang tua kamu!!" bentak Reyhan.
Sontak Alya menghentikan langkahnya. Dadanya terasa sesak. Papinya berkata seperti itu. Alya membalikan tubuhnya dan melepas genggaman tangannya dari Rio.
"Papi..."
Bersambung....
__ADS_1
Up lagi ini. jangan lupa vote ... vote... vote dan hadiahnya. Terimakasih.