Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 65


__ADS_3

Miko masih kesal dengan Laras, dengan pernyataannya barusan yang mengatakan. Jodoh?Sama Shinta? Jangan sampai.


"Udah sekarang kita fokus sama topik yang sebenarnya. Shinta apa yang kamu dengar dan ketahui sejauh ini?" Reyhan mulai serius. Begitupun dengan Miko dan Shinta. Shinta yang kebetulan adalah adik sepupu dari Evan. Yang mana teman kencan dari Silvi. Shinta pernah mendengar percakapan Evan di telpon dengan seseorang. Ia merencanakan sesuatu dengan orang itu. Shinta yang curiga terus saja mnedengarkannya. Ia mendengar Evan menyebut nama Silvi. Shinta merasa terkejut ternyata Evan kakak sepupunya menjalin hubungan terlarang bersama Silvi. Sementara Evan memiliki seorang istri dan anak. Shinta juga mendengar rencana Evan untuk mencelakan Laras sahabatnya.


Sedangkan Laras yang tidak begitu memperdulikan mereka berbicara apa. Laras hanya memakan Ice cream berbagai rasa yang dibelinya tadi sebelum ke kantor suaminya. Laras yang merengek meminta dibelikan ice cream pada Reyhan sebelum sampai kantornya. Mau tidak mau Reyhan pun menuruti permintaan istri tersayangnya itu.


"Sebaiknya kak Reyhan berhati - hati. Jaga selalu Laras kak. Mas Evan sepertinya merencanakan sesuatu bersama Silvi". Ucap Shinta.


"Iya Rey. Kalau bisa kemana pun lo pergi Laras harus ikut". balas Miko.


"Gue sih maunya gitu Mik, tapi lo liat keadaan Laras. Dia lagi hamil besar sekarang. Gue takut dengan kesehatannya". Jawab Reyhan serba salah.


Miko dan Shinta pun berpikir. Memang benar apa yang dikatakan Reyhan. Laras lagi hamil besar.


"kita minta bantuan kak Ricko aja". Ucap Shinta.


"Ricko?". Tanya Miko.


"Iya. Kak Ricko. Dia kan sepupu sama sih Wanita ular itu". Geram Shinta.


"Ricko memang membantu kita. Karena dia nggak mau Laras itu kenapa-napa." jawab Reyhan.


Drrtt...drrt...

__ADS_1


Mereka berhenti mengobrol saat ponsel Miko berbunyi. Miko pun segera mengangangkatnya.


"Hallo."


"........"


"Maksud lo?".


"........".


"Ya udah gue sekarang kesana".


Miko segera menutup teleponnya.


"Burhan mati terbunuh."


"Kok bisa?. Maksud gue kenapa bisa terbunuh?". Tanya Reyhan tak percaya. Pasalnya Burhan adalah anak buah Silvi yang kemaren membuntuti Reyhan dan Laras di Taman. Dan akhirnya dapat mereka introgasi. Namun belum juga petunjuk itu lengkap. Burhan sudah mati terbunuh.


"Itu yang sedang David dan yang lainnya selidiki. Jasadnya ditemukan oleh warga saat akan dibuang kejurang, untung Dimas orangnya David sedang lewat di daerah mereka ingin buang barang bukti. Sekarang jasadnya sudah di urus oleh tim medis rumah sakit". Jelas Miko.


"Aahh...sial!, licik sekali wanita itu....


"Walaupun mantan istri lo dan ibu dari anak lo?" Potong Miko yang langsung menatapnya tajam.

__ADS_1


"Cari ribut lagi lo?".


"oh nggak. Gue cuma nyambung ucapan lo aja bro".


Laras yang melihat debat suaminya dengan Miko itu mencoba melerai. Walaupun sebenarnya mereka tak adu jotos.


"Katanya kak Miko mau pergi", tanya Laras polos.


"Kamu ngusir kakak?". ucap Miko.


"Bukan ngusir kak".


"Trus".


"Hhaaaahh. Salah lagi. Ya udah terserah deh. Shin, kita jalan - jalan yuk?. Ngadepin dua pria yang egois itu melelahkan". Seloroh Laras membuat Reyhan dan Miko ternganga.


Namun belum Laras melangkah keluar, suara Reyhan membuat langkahnya terhenti.


"Sayang kamu tetap di sini. Tidak boleh kemana - mana". Tegas Reyhan.


"Tapi, Laras nggak mau kalian saling sindir gini".


"Nggak kok sayang. Kita memang sering begini. Uda biasa. Jadi kamu nggak usah khawatir ya". Ucap Reyhan lembut.

__ADS_1


Akhirnya Miko dan Shinta pergi meninggalkan sepasang suami istri itu berdua.


Bersambung.....


__ADS_2