Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
S3. Part 53


__ADS_3

Pernikahan Rachel dan Ivan sudah di depan mata. Hanya tinggal beberapa jam saja. Tepatnya dijam sebelas siang nanti. Seluruhnay telah siap sedia. Lima belas menit lagi akan dilksanakannya ijab kabul. Pengantin wanita masih menunggu di dalam kamar bersama bumil yaitu Mega.


"Mega...mbak gugup banget." bisik Rachel kepada Mega.


"Rileks mbak. Santai aja." Seru Mega.


****


Sementara di lantai satu di Mansion Papa Rio dan mama Alya. Sudah banyak para tamu yang hadir ingin menyaksikan prosesi ijab kabul. Pak penghulu pun sudah datang. Ivan sang pengantin pria pun sudah hadir.


Lima belas menit berlalu, kini saatnya ijab kabul akan dilakukan. Ivan menjabat tangan Papa Rio. Dan ijab kabul pun dimulai. Dengan satu tarikan nafas Ivan mengucapkannya. Sehingga terdengar lah kata SAH.


Kini Ivan dan Rachel telah resmi menjadi sepasang suami istri. Pengantin wanita pun diminta turun untuk duduk mendampingi pengantin pria. Sungguh cantik sekali Pengantin wanitanya. Membuat Ivan sang pengantin pria terpesona.


"Cantik.." gumam Ivan.


Rachel sudah duduk disamping suaminya. Keduanya sungguh bahagia, akhirnya mereka resmi menjadi suami istri yang sah.


"Kamu cantik sayang..." bisik Ivan mesra.

__ADS_1


Rachel tersipu malu mendengarnya. Membuat pipinya merona merah seperti tomat. Ivan menyematkan sebuah cincin berlian di jari manis Rachel. Setelah penyematan cincin, Rachel mencium punggung tangan suaminya dan dibalas dengan Ivan mencium dahi sang istri.


"Mas mencintai kamu sayang." bisik Ivan disela sela dirinya mencium dahi sang istri.


Rachel hanya membalas dengan senyum manisnya saja.


Proses ijab kabul telah selesai. Akan dilanjutkan dengan proses resepsi pernikahannya. Resepsi akan di langsungkan di hotel milik keluarga. Seluruh keluarga sudah berada di aula hotel. Sedangkan kedua mempelai menyusul.


****


Resepsi yang sungguh sangat megah. Balroom hotel di sulap menjadi seperti Istana saja dan banyaknya bunga di sekitarnya. Penampilan Pengantin seperti Raja dan Ratu. Keduanya duduk di atas pelaminan.


"Kamu bahagia sayang?" tanya Ivan.


"Anak papa sehatkan didalam? Jangan rewel ya sayang." Ucap Ivan sambil mengelus perut Rachel yang sudah mulai membuncit.


"Baby sehat mas. Anak kita anak yang kuat." Jawab Rachel.


Ivan menganggukan kepalanya. Anaknya adalah anak yang kuat dan harus kuat.

__ADS_1


Sementara itu diantara banyaknya para undangan, terdapat seorang wanita disudut ruangan. Wanita itu menahan emosinya, ia sungguh sangat marah. Pria mangsanya akhirnya Sah audah menikah.


Tapi wanita itu tak akan pernah menyerah untuk terus mengganggu mereka. Ia akan menyusun rencana baru lagi. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja.


Ditempat lainnya.


Seorang gadis cantik sangat marah, bahkan barang barang yang ada di sekitar kamarnya berhamburan entah kemana. Rindi sangat marah pada Ivan. Kakaknya Ivan tak bisa menepati janjinya untuk membalas rasa sakit yang dirasakan mama mereka.


"Kak Ivan Brengsekkk....!!!" teriak Rindi membabi buta. Wanita itu sungguh sangat kesal. Ia semakin membenci Rachel mantan sahabatnya itu.


"Awas kau Rachel. Aku akan membalasnya.!" teriak Rindi lagi.


Disudut lain di tempat pesta.


Tak kalah mesranya dengan pengantin. Sepasang pengantin baru sedang duduk di Kursi dikhususkan oleh keluarga. Seorang wanita cantik sedang bergelayut manja bersama suami tercintanya.


Setelah mengetahui dirinya hamil Mega sangat manja sekali. Mega tak ingin jauh - jauh dari suaminya tercintanya.


Sang suami merasa heran dengan perubahan sikap sang istri. Beberapa hari ini istri tercinta nya sangat manja sekali. Keindra masih belum mengetahui bahwa sang istri lagi mengandung buah hati mereka.

__ADS_1


Mama Silvi melihat anak dan menantunya hanya geleng geleng saja. Apalagi sikap anak perempuannya tak ingin lepas dari menantunya. Mama Silvi tahu kalau anak perempuannya hamil.


"Semoga kamu selalu bahagia nak." gumam mama Silvi dalam hatinya.


__ADS_2