Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Episode 74


__ADS_3

"Ntah lah Rey. Gue ngerasa harus ngelindungi Shinta. Gue rasa menyayanginya dan mencintainya." ucap Miko memikirkan keadaan Wanita yang di cintainya itu. Sudah beberapa hari ini Shinta tidak ada kabar. Laras saja selalu bertanya kepada suaminya. Kemana Shinta sahabatnya itu. Laras takut terjadi sesuatu kepada Sahabatnya itu.


"Mas, gimana uda dapat kabar dari Shinta?." tanya Laras kepada Reyhan. Lagi - lagi Reyhan menggeleng.


"Hiks -- Hiks -- Shinta kemana Mas?!." Laras lagi-lagi menangis. Bagian bawahnya bahkan menghitam. Laras juga bahkan tak mau maka. Reyhan menjadi khawatir dengan kondisi Laras dan anak yang ada di dalam kandungan Laras yang semakin hari semakin drop.


"Sayang. Mas yakin Shinta pasti baik - baik saja." ucap Reyhan menenangkan istrinya.


Laras masih saja menangis di pelukan suaminya. Dia masih sangat memikirkan kondisi sahabatnya itu. Apalagi setelah keluar dari rumah sakit Shinta pergi begitu saja tanpa memberi tahu kan kepada mereka .


"Gue baik - baik aja Laras."


Ketiga orang itu seketika melihat kearah pintu masuk dan mendapati Shinta berdiri di sana dengan wajah yang tampak pucat.


"Shinta. Ya Tuhan kamu kenapa Shin?." tanya Laras panik.


"Shinta?."


Miko sampai duluan di hadapan Shinta Karena Reyhan membantu Laras berdiri.


"Lho gak apa - apa?." tanya Miko cemas. Miko sudah tak bisa lagi menyembunyikan rasa cemas kepada Shinta wanita yang selalu mengusik hatinya ini.


Shinta hanya menggeleng membuat Miko curiga.


"Shinta lho kemana aja?" tanya Laras kepada Shinta dan memeluk sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kita duduk dulu. Kamu sakit Shin?" kali ini Reyhan yang bertanya. Namun Shinta lagi - lagi menggeleng.


"Lo kenapa jawab gue. Jangan menggeleng saja." bentak Miko. Miko merasa geram dengan gelengan Shinta. Dia sudah sangat khawatir dengan kondisinya tapi Shinta hanya menjawab dengan gelengan saja. Miko mau Shinta menjawab pertanyaannya.


"Gue--Hiks--Hiks--" Shinta tiba - tiba saja histeris. Sehingga membuat ketiga orang tersebut panik bukan main. Khususnya Miko. Dia pikir Shinta tidak pernah bersikap seperti ini. Shinta wanita yang ceria dan kuat.


Miko reflek memeluk Shinta dengat kuat, bukannya tenang Shinta justru semakin berteriak ketakutan. Laras yang sedari tadi melihatnya menangis melihat keadaan temannya yang terus saja berteriak histeris.


Miko yang merasa tak ada jawaban juga. Melepaskan pelukannya dari Shinta dan dia pun memegang bahunya Shinta menghadap dirinya.


"Jawab gue, Lho kenapa?" teriak Miko yang sudah kehabisan akal. "Jawab gue Shinta!!!."


"Kak Reyhan -- Hiks.." Shinta memanggil Reyhan dan berusaha menggapainya. Namun lagi - lagi tubuhnya ditahan oleh Miko.


"Tak ada Reyhan. Tak Siska. Sekarang lo jawab gue. Lho kenapa."


Shinta hanya bisa menangis. Dia takut mengatakannya. Dia takut Miko akan kecewa.


"Shinta jawab gue!!!." bentak Miko lagi yang mulai habis kesabarannya.


"Jawab gue lho kenapa Shinta?."tanya Miko lagi. Dia tak tega melihat Shinta seperti ini. Dipeluknya lagi wanita itu dengat eratnya. Tanpa terasa air mata Miko sudah menetes di pipinya.


"Jawab gue Shinta." tanya Miko lagi dengan lembut sambil memeluk Shinta.


Miko pernah melihat situasi seperti ini sebeumnya dan dia yakin ini tak baik. Ia berharap firasatnya itu tak benar.

__ADS_1


"Shinta. Jangan takut. Lihat gue lo kenapa?." tanya Miko lembut sambil menangkup pipi Shinta dengan tangannya. "Jawab gue Shinta." Miko terus saja menanyakan keadaan Wanita yang di sayanginya itu.


"Mas Miko. Mereka -- Mereka --."


"Iya. Mereka kenapa?." ucap Miko dengan lembut dan sambil menggenggam kedua tangannya Shinta.


"Mas. Mereka memperkosa gue. Hiks -- Hiks --." Shinta terisak pilu dengan reflek dia memeluk tubuh Miko dengan erat. Dia merasa takut.


"Mereka -- memperkosa gue mas -- Hiks Hiks." tangis Shinta di pelukan Miko.


Bagai dihantam batu besar. Miko, Reyhan dan Laras kaki mereka merasa lemas, Laras hampir saja terjatuh mendengar pernyataan Shinta. Tapi untungnya Reyhan cepat menangkap tubuh istrinya itu. Miko merasakan kepalanya mendadak sakit. Amarahnya meningkat seratus delapan puluh derajat.


Miko melepas pelukan Shinta. Dan melihat wajah wanitanya yang sudah basah dengan air mata. Semakin membuat emosi Miko memuncak.


"BRENGSEEK!!!." teriak Miko lagi.


Miko ingin pergi dari tempat itu, dia ingin membalaskan rasa sakit yang di alami wanitanya itu. Ia pun berjalan meninggalkan Reyhan dan Laras. Laras yang melihat itu langsung memeluk sahabatnya itu. Sedangkan Reyhan berusaha mengejar Miko .


"Bro! Bro sebentar. MIKO!!! Miko langsung menatap tajam Reyhan. "Lo tenang dulu Ko." ucap Reyhan.


"Lo suruh gue tenang. Lo lihat keadaan Shinta sekarang Rey. Mantan Istri Lo itu memang iblis Rey. Dia menyuruh orang - orangnya menyuruh memperkosa Shinta. DIA MANUSIA ATAU BUKAN!!!." geram Miko.


"Lo ikut gue atau mau merengek di sini? gak rela gue melihat wanita laknat itu tertawa bahagia." ucap Miko.


Bersama dengan Reyhan, Miko melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata - rata.

__ADS_1


Diperjalanan Miko meminta anggotanya untuk segera menuju rumah Silvi. Tentu saja dengan perbekalan dengan senjata yang tak kalah hebat dari para penjahat sialan itu.


Bersambung.....


__ADS_2