Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Kekecewaan


__ADS_3

Shinta masih menunggu jawaban dari suaminya dan sahabatnya Laras.


"Wanita siapa yang hamil?" tanya Shinta lagi.


Seketika tubuh Ricko menegang, apa yang akan dikatakannya sama Shinta istrinya.


"Laras? Apa kau tahu siapa?" Tanya Shinta.


"Lo tanya aja sama suami lo yang brengsek ini!!." Tunjuk Laras mulai emosi.


"Maksud kamu?" Tiba - tiba perasaan Shinta tidak enak.


"Mas. Ada apa sebenarnya?".


"Jawab dong. Jangan diam aja lo?!" teriak Laras yang tidak bisa menahan emosinya lagi.


Ricko menghela nafasnya panjang. "Sandra hamil sayang."


"Sandra ....teman mas itu? Kemarin aku ketemu dia mas. Terus kami ngobrol lama di cafe." jelas Shinta.


Ricko kaget. Ternyata istrinya sudah mulai akrab dengan Sandra.


"Mas, apa Sandra sudah menikah?. Kok bisa hamil?." tanya Shinta bertubi - tubi.


"Menurut lo?!." tanya Laras ketus.

__ADS_1


"Ras, lo kenapa? Dari tadi kelihatannya sewot banget sama gue?." Sahut Shinta heran. Sahabatnya itu sepertinya kesel, kecewa, marah.


"Lo orangnya gak peka - peka ya Shinta? Bodoh.!! Suami lo itu lagi ngebohongi lo!." Bentak Laras.


Deg.


"Maksud Lo apa Ras?" Ucap Shinta yang mulai gelisah.


"Eh...jawab dong. Jelasin sama binik Lo, siapa Sandra dan siapa ayah dari anak yang dia kandung!! Argh....sebel gue dama Lo.!! Emosi Laras sudah tidak bisa di tahan lagi.


"Mas...?." Tanya Shinta sambil menunggu suaminya berbicara.


Tak ada satu kata pun keluar dari mulut Ricko. Dia takut kalau saja istrinya tahu. Shinta akan meninggalkannya. Ricko tidak bisa jauh dari istrinya itu, dia benar - benar sudah sangat mencintainya.


"Ck. Eh...gak mau jelasin juga?!" Laras menghela nafasnya pelan. "Dengar Shinta, suami lo yang ayah dari anak yang Sandra kandung.!!" Ucap Laras tegas.


Shinta terkejut mendengarnya. Sakit, sesak di dada semua dirasakannya. Air mata yang tertahan akhirnya jatus juga di wajah cantiknya. Dia baru saja membuka hatinya untuk mencintai suaminya. Namun telah dihancurkan dengan perkataan Laras kepadanya.


Ricko tak sanggup lagi berkata - kata. Dia melihat istrinya menangis tersedu - sedu dan terisak. Ia merutuki kebodohannya.


"Sayang..." Lirih Ricko. Ricko ingin memeluk tubuh istrinya. Tapi di tepis Shinta.


"Jangan sentuh gue!!!" Teriak Shinta.


"Sayang, maafkan aku?" Ucap Ricko yang sudah berlutut di hadapan Shinta. "Maaf." Ucapnya lagi.

__ADS_1


Shinta tak bergeming. Dia terus saja menangis. Rasanya kepala Shinta berat sekali. Ruangan itu terasa berputar - putar. Rasanya tak sanggup dia menopang tubuhnya. Akhirnya Shinta jatuh pingsan.


Ricko langsung menangkap tubuh istrinya. Dan membaringkannya di atas sofa diruangannya.


"Sayang....sayang." Ricko panik melihat istrinya yang pingsan. Ia mengelus lembut pipi istrinya. Elusan lembut itu mebangunkan Shinta.


Air matanya jatuh lagi, melihat wajah suaminya. Suami yang sudah mulai sedikit terukir dihatinya. Namun rasa itu ia tepis, sekarang yang ada rasa kecewa dan marah. Suaminya mengkhianatinya.


"Sayang maafin mas." Ucap Ricko memelas.


Shinta belun ngeluarin sepatah katapun dari mulutnya. Air matanya terus saja mengalir dari matanya. "Aku benci sama kamu mas. Aku kecewa.!" ucapnya terisak.


Laras yang melihat sahabatnya begitu hancur. Kalau saja ia tidak mengatakan sejujurnya mungkin sahabatnya tak seperti ini. Tapi, tidak mungkin dia menyembunyikannya terus.


"Laras...bawa gue pergi dari ruangan ini." Pinta Shinta.


Laras pun membantu Shinta untuk bangkit dari tidurnya di sofa. Mereka menghiraukan Ricko.


"Sayang...dengarin mas dulu. Jangan pergi?" Ucap Ricko menahan Shinta.


"Lepas!!. Aku mau PISAH!"


Bersambung.....


Wah...Shinta minta pisah ini. Gimana ya ???

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, beri hadiah kalian dan vote. Biar makin semangat saya melanjutkan ceritanya. Terimaksih.


__ADS_2