Cinta Seorang Single Daddy

Cinta Seorang Single Daddy
Season 2 Tak Ingin Bertemu


__ADS_3

Alya sudah sangat terlanjur sakit hatinya. Ia tulus mencintai Rio, tapi pria itu membohonginya. Rio berbohong atas statusnya.


Sepulangnya Alya dari mall tadi. Alya belum juga keluar dari kamarnya. Sampai malam menjelang anak gadis seorang Reyhan Putra Angkasa masih enggan untuk turun untuk menikmati makan malamnya. Hati dan pikirannya masih di penuhi dengan kekecewaan. Tapi, ia tidak bisa membohongi dirinya rasa cinta untuk sang Rektor masih ada di hatinya, bahkan sangat penuh dihatinya.


Tidak mungkin ia mencintai pria yang sudah beristri dan mempunyai seorang anak. Dirinya pasti di anggap perusak rumah tangga. Untuk sementara ini ia ingin mengambil cuti beberapa hari dari kampus. Untuk menenangkan hati dan pikirannya. Dan ia juga tidak ingin bertemu dengan Rio. Ketika dirinya sudah mantap, ia akan mengajar lagi di kampus itu.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan gadis cantik itu.


Tok...tok...tok...


"Alya, sayang? Ini papi sayang." teriak Reyhan dari luar.


Alya tersentak. "Bentar papi."


Alya membukakan pintu.


Ceklek....


"Papi, Alya makannya di kamar aja ya?." pintanya.


"Kamu kenapa sayang? Kata mami, sedari tadi kamu mengurung diri di kamar saja." ucap Reyhan yang mengkhawatirkan anaknya.


"Alya lagi ingin aja papi. Boleh ya papi, makannya di kamar aja." mohon Alya.


Reyhan menghela nafas. "Baiklah sayang, papi akan menyuruh bibi membawakan makanan kamu ke sini." ucap Reyhan.


"Terimakasih papi." balas Alya dengan tersenyum manis.


Reyhan meninggalkan kamar anak gadisnya itu. Dan ia turun kebawah dan bergabung bersama anak laki - lakinya dan juga istri tercintanya untuk makan malam. Dan tak lupa Reyhan menyuruh bibi untuk mengantar makanan ke kamar Alya.


"Bi, tolong bibi bawakan makanan ke kamar Alya. Ia makan malam di kamar saja." pinta Reyhan dengan sopan.


"Baik tuan." sahut bibi.


Mereka menikmati makan malam dengan tenang, walaupun tanpa Alya. Setelah selesai menikmati makan malamnya. Reyhan mengajak anak dan istrinya untuk duduk di ruang tv.

__ADS_1


"Kei, gimana pesta ulang tahun kamu besok? Apa sudah kamu persiapkan?" tanya Reyhan.


"Udah pi. Pestanya biasa saja. Hanya teman - teman sekolah Kei aja yang kei undang." sahut Keindra.


Reyhan manggut - manggut. "Baiklah."


"Pi, mi. Kei ke kamar duluan ya? Kei udah ngantuk." ucap Kei.


"Iya sayang." sahut Mami Laras.


Di ruangan itu tinggal Reyhan dan Laras. Laras menyandarkan dirinya di dada bidang suaminya. Rasanya masih sama seperti dulu, sangat nyaman.


"Mi, anak kamu kenapa? Papi lihat Alya sepertinya lagi bersedih." tanya Reyhan kepada istrinya.


"Papi, gak menanyakannya ke Alya? Tanya saja sendiri saja pi. Mami juga gak mengetahuinya." ucap Laras berbohong. Laras tidak mengatakan yang sebenarnya kepada suaminya. Biarlah Alya yang akan menjelaskannya sendiri.


"Alya mengatakan baik - baik saja. Dan ia juga bilang kalau ia ingin di kamar saja." ucap Reyhan.


"Ya...itu berarti Alya lagi bosan aja papi."


"Yasudah...kita ke kamar saja mi. Papi kangen mami." ucap Reyhan sambil mencium puncuk kepala istrinya yang masih berada di pelukannya.


********


Sementara dirumah Rio. Rio tidak bisa memejamkan matanya. Ia masih memikirkan Alya. Sudah berkali - kali Rio menelpon gadis itu, tapi Alya tidak menjawabnya. Alya pasti sangat marah kepadanya.


"Maafkan mas sayang...mas tidak jujur sama kamu." Gumamnya.


Tadinya ingin menjadikan Alya sebagai alat untuk membalas perbuatan Rani istrinya. Rio malah terjerat cinta dosen cantik di kampus miliknya. Rio merasa sangat nyaman bersama Alya. Alya yang mempunyai sifat lembut dan perhatian membuat Rio luluh.


Menurut Rio, Alya berbeda dengan wanita yang pernah di kenalnya. "Jawab dong sayang...telepon mas." ucap Rio yang terus menghubungi Alya.


Tok ... tok....


"Mas...ini aku Rani. Bisakah kita bicara sebentar saja?" teriak Rani.

__ADS_1


Rio menggeram kesal. Rani mengganggu kesenangannya saja. Rio membuka kan pintu kamarnya. "Ck. Ada apalagi?" tanya Rio dingin.


"Boleh aku masuk mas? Aku ingin mengobrol sama kamu." pinta Rani.


Rio menghela nafas. "Kau tunggu aku di sofa itu?" ucap Rio menunjuk sofa yang berada diruangan di depan kamarnya.


"Baiklah mas."


Rio menutup pintu kamarnya. Ia mebersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya. Karena pulang dari mal bersama Rachel ia langsung ke kantornya. Setelah dari kantor ia menuju rumah. Dan belum sempat membersihkan diri.


Rio sudah berada di tempat Rani menunggu.


"Kau ingin mengatakan apa?" ucap Rio masih berdiri di depan Rani.


"Duduklah mas." pinta Rani.


Rio pun duduk di samping Rani. "Katakanlah. Aku sangat lelah. Aku ingin istirahat." ucap Reyhan datar.


"Mas, ada hubungan apa kau dengan wanita itu?" tanya Rani.


"Ck. Dengar Rani, kau tidak usah ikut campur urusan aku." ketus Rio.


"Apa dia kekasih mu mas?" ucap Rani lirih.


"Rani, aku sudah mengajukan perceraian kita ke pengadilan agama. Dan juga aku meminta hak asuh Rachel kepada ku. Aku ingin kita bercerai saja. Rasa cinta yang dulu sudah tidak ada lagi untuk kamu." jelas Rio tegas. Ia sudah memantapkan dirinya untuk berpisah dari Rani. Rani sudah membuat dirinya sangat, sangat kecewa.


"Apa tidak ada kesempatan lagi untuk aku mas? Aku akan memperbaiki semuanya." ucap Rani menunduk menahan tangisnya.


"Kesempatan apalagi. Sudah berkali - kali aku memberi mu kesempatan. Tapi, kau tidak berubah juga." ucap Rio kesal.


"Mas, apa setelah kita bercerai, wanita itu yang akan menggantikan posisi diriku?" tanya Rani.


"Sudahlah Rani. Aku lagi tidak ingin membahasnya. Aku ingin istirahat." Rio berdiri dari duduknya. Ia pun masuk ke kamarnya.


Tinggalah Rani sendiri. "Mas, takan ku biarkan Wanita itu menggantikan posisiku di hati kamu. Hanya aku yang pantas." Batin Rani.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa Like, komen, hadiah dan VOTE nya. Thanks.


__ADS_2