
Disinilah Miko, di sebuah danau buatan di sudut kota. Merasakan sakit di hatinya. Wanita yang dicintainya akan menikah dengan orang lain.
"Shinta...!!! kenapa Lo tega sama gue. AkU MENCINTAIMU SHINTA....!!!!." teriak Miko kencang.
Miko duduk termenung meratapi nasibnya. Untuk kedua kalinya dia kecewa akan wanita. Dulu ketika dia belum bertemu dengan Reyhan. Dia hanya seorang yang biasa. Dia mencintai seorang wanita. Tapi sayangnya wanita itu hanya mempermainkannya. Awalnya dia menerima cinta Miko, setelah dia menemukan pria yang lebih dari Miko dia pun meninggalkan Miko. Padahal mereka sudah bertunangan. Ketika itu dia menutup rapat hatinya untuk seorang wanita. Dan sekarang dia telah membuka hatinya kembali, tapi lagi - lagi dia gagal. Sungguh perih kisah cintanya.
********
"Shinta, Lo harus bicara sama mas Miko. Gue tahu Mas Miko mencintai lo." pinta Laras.
Shinta masih menangis di pelukan Ricko. Dia merasa bersalah kepada Miko. Kalau boleh jujur sebenarnya dia juga mencintai Miko. Tapi, keputusannya sudah bulat. Dia akan menikah dengan Ricko.
"Apa yang harus gue lakukan Ras?." ucap Shinta masih terisak.
"Sayang, bicaralah dengan Miko. Kakak akan nemani kamu." sahut Ricko.
"Tapi kak? apa aku sanggup bicara dengan Miko." lirih Shinta.
"Sayang, kakak mencintaimu. Temuilah Miko." pinta Ricko tulus.
Shinta pun akhirnya mengangguk setuju. Dia akan menjelaskan semuanya dengan Miko. Sebenarnya ini sangat menyakitkan.
**********
Malam harinya setelah kepulangan Shinta dan Ricko dari rumah Reyhan dan Laras. Laras bersandar di dalam pelukan suaminya. Dia masih memikirkan masalah Shinta dan Miko. Kenapa Shinta bisa sam Ricko. Dan kenapa Kak Ricko mencintai Shinta.
"Mas, kenapa kak Ricko bisa cinta sama Shinta?." tanya Laras heran. Soalnya mantan kekasihnya itu bisa suka sama Shinta sahabatnya.
"Mungkin mereka berdua berjodoh sayang." ucap Reyhan sambil mengelus rambut panjang istrinya.
__ADS_1
"Tapi mas, kasihan mas Miko. Diakan suka sama Shinta mas." seru Laras lagi.
"Sudah sayang, sekarang kamu tidur, sudah malam juga. Baby Kei juga udah tidur tuh. Maminya malah masih melek." ucap Reyhan.
Laras pun menganggukan kepalanya. Dia memang sudah mengantuk sekali.
**********
Di suatu tempat.
Dua orang wanita sedang duduk di sebuah cafe. Mereka membicarakan banyak hal. menyusun sebuah rencana. Mereka adalah Chintya dan Silvi. Silvi memanfaatkan Chintya untuk membalaskan dendamnya yang masih belum terbalas.
"Gimana menurut Lo? maukan bantu gue?." tanya Silvi antusias.
"Apa tujuan lo?" tanya Chitya curiga.
Silvi berdecak kesal. "Ck...apa kamu tidak mencintai Reyhan lagi. Gue tau lo masih mencintai mantan suami gue." ucap Silvi sinis.
"Jadi, jangan banyak mikir lagi." ucap Silvi lagi.
Mulailah mereka mencari cara bagaimana untuk menghancurkan rumah tangga Reyhan dan Silvi.
*********
"Kak Ricko, apa boleh aku ketemu sama mas Miko?. Aku ingin menjelaskan semuanya." tanya Shinta ragu.
Ricko menghela nafasnya. "Kan sudah kak katakan, kalau kamu boleh bertemu dengannya, jelaskan semua kepadanya." jawab Ricko.
"Makasih ya kak."
__ADS_1
"Iya sayang."
Rencana Shinta akan menemui Miko di kantornya siang nanti. Dia akan menjelaskan semuanya.
Shinta pun bersiap - siap untuk pergi ke kantor Miko. Shinta hanya pergi sendiri saja. Ricko tidak bisa menemaninya karena Ricko juga harus bekerja. Siang ini dia ada meeting penting dengan kliennya.
Sampailah Shinta di depan sebuah Perusahaan besar di kotanya. Shinta sudah sering ke kantor itu para karyawan di tempat itu sudah kenal dengan Shinta.
Sampailah dia di depan pintu ruangan Reyhan. Shinta memang ingin bertemu dengan Reyhan dulu.
"Assalamualikum mas Rey." sapa Shinta dengan ramah.
"Walikumsalam. Shinta?!." sahut Reyhan.
"Mas, saya ingin bertemu dengan mas Miko." ucap Shinta.
"Apa kau yakin?." tanya Reyhan.
"Yakin mas."
Reyhan pun mengizinkannya. Shinta akhirnya menuju ruangan Miko.
Ceklek.....
"Mas....
Bersambung.....
Hai semuanya....hari ini aku up.
__ADS_1
dan insyallah nanti malam 1 bab lagi.
jgn lpa like, komen dan vote ya. terimakasih