
Minggu pagi yang cerah, secerah wajah Sinta yang terus tersenyum sejak tadi malam, kala Bayu mengajaknya untuk pergi jalan-jalan ke salah satu tempat wisata baru.
"Bu, aku ijin pergi dulu ya." Sinta berpamitan pada ibu nya, dan ibu nya mengangguk. Tentu ibu nya tak curiga, karena sudah pasti Sinta akan pergi dengan Andre seperti biasanya, tapi kali ini pikiran nya meleset.
Sinta duduk di teras sambil menunggu Bayu menjemputnya.
Tin....
Baru saja duduk, Bayu sudah sampai di depan rumah Sinta. Setelah di pikir pikir, Sinta tidak perlu takut akan ketahuan oleh tetangga atau keluarga nya. Karena, postur tubuh Bayu dan Andre hampir sama, apalagi motor kedua nya juga sama persis. Bergegas Sinta menghampiri Bayu yang tersenyum di balik helm nya.
Motor melaju meninggalkan jalan rumah Sinta dengan kecepatan sedang. Di jalan mereka mulai saling bertukar cerita, hingga tak terasa mereka sudah sampai di sebuah tempat wisata baru yang bernama Rumpun Hijau.
Setelah turun dari motor, kedua nya mengedarkan pandangan ke sekeliling. Karena masih pembukaan, maka walaupun masih pagi, tempat nya sudah cukup ramai. Rumpun Hijau terletak di daerah pegunungan, maka hawa nya masih cukup dingin walau hari sudah beranjak siang. Keduanya merapatkan jaket masing-masing.
Bayu memberanikan diri menggenggam tangan Sinta agar dia tidak lagi kedinginan. Tak di sangka, ternyata Sinta malah tersenyum ketika mengetahui Bayu menggenggam tangan nya.
Cless ......
Hati Bayu seketika merasa lega melihat Sinta tersenyum seperti itu seakan memberi lampu hijau pada nya.
"Ayo." Bayu mengajak Sinta untuk segera masuk setelah membayar tiket.
Kedua mata mereka terbelalak, melihat kumpulan bunga berwarna warni yang sengaja di tanam membentuk seperti boneka, daun, kapal, dan berbagai macam bentuk lain nya. Kupu kupu banyak sekali beterbangan di atas bunga bunga itu.
Terdapat pula banyak gazebo yang di sekelilingnya juga di penuhi tanaman bunga, dan tanaman yang merambat. Wangi semerbak bunga langsung menusuk Indra penciuman mereka.
"Kamu suka?"
"Suka.... sekali." jawab Sinta diiringi senyum manis. Keduanya kembali berjalan menyusuri setiap jalan yang sengaja di buat berkelok-kelok.
Sinta sangat menikmati berada di tempat itu. Terkadang ia berlari kecil mengejar kupu kupu, tangan lentiknya menyentuh setiap kuncup bunga yang mengeluarkan bau wangi, dan banyak lagi hal lain yang ia lakukan. Tak ingin melewatkan kesempatan itu, Bayu segera merogoh handphonenya dan mengabadikan setiap gerakan Sinta.
"Kita istirahat dulu." ajak Bayu ketika matahari mulai terasa sedikit menyengat, dan Sinta mengangguk mengikuti langkah Bayu menuju gazebo.
"Aku pesankan makanan ya." tawar Bayu dan Sinta mengangguk setuju. Bergegas Bayu menuju ke penjual makanan yang terletak tak jauh dari gazebo.
Setelah Bayu memesan makanan ia segera kembali menghampiri Sinta yang tampak sedikit kepanasan karena ia terus mengibaskan tangannya.
"Sedikit, lama kelamaan nanti juga hilang sendiri. Mungkin aku terlalu suka dengan tempat ini, hingga tak sadar banyak bergerak yang membuat ku jadi seperti ini."
__ADS_1
"Permisi, pesanan nya datang." kata seorang pelayan sambil meletakkan 2 gelas es kelapa dan 2 porsi sate kelinci khas pegunungan.
"Terimakasih." ujar keduanya kompak.
Mereka segera meneguk es itu karena sudah sangat haus, lalu mulai melahap sate yang masih hangat dan bau nya semakin membuat perut keroncongan.
Di tengah mereka sedang asyik bercerita sambil menghabiskan makanan, handphone Sinta berdering.
'Andre? Bukankah ia hari ini seharusnya lembur?' batin Sinta sambil mengernyitkan dahi.
"Siapa?" tanya Bayu yang melihat Sinta tidak kunjung mengangkat telepon itu. Sinta mendongakkan kepala nya sambil menyunggingkan senyum.
"Saudaraku." dusta nya.
"Aku angkat telepon nya sebentar ya." Sinta bangkit berdiri dan keluar gazebo.
"Hallo sayang." suara Sinta sedikit berbisik sambil mendengarkan baik baik suara di seberang sana.
"Apa! kamu masuk rumah sakit? Di rumah sakit mana?" Seketika Sinta panik.
"Baiklah, nanti aku akan segera kesana. Cepat sembuh ya sayang. Muach." Segera Sinta mematikan teleponnya takut Bayu kelamaan menunggu.
"Saudara ku baru saja di rawat di rumah sakit."
"Baiklah, nanti aku antarkan kamu untuk menengok saudara mu."
"Apa tidak merepotkan?"
"Tentu tidak." jawab Bayu enteng.
Setelah, menyelesaikan makan, mereka segera pergi menuju rumah sakit dimana Andre di rawat. Dalam perjalanan mereka saling diam dengan pikiran masing-masing, hingga akhirnya mereka sudah tiba di pelataran rumah sakit.
"Terimakasih."
"Aku juga ingin menjenguk saudara mu." Bayu mulai melepas helm nya.
"Eh, jangan. Dia baru saja masuk rumah sakit. Kalau kebanyakan tamu nanti dia tidak jadi istirahat." Sinta segera mencegah Bayu. Dan, beruntung sekali dia, karena Bayu langsung mengangguk mengikuti perkataan nya.
"Okay, kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya." tawar Bayu, setelah nya mereka berpisah.
__ADS_1
Sinta segera menyusuri setiap lorong, dan akhirnya berhenti tepat di alamat yang sudah di kirim Andre lewat pesan. Dengan pelan ia mulai memutar handle pintu. Tampak Andre sedang tertidur di dampingi oleh ibunya.
"Bu." sapa Sinta pelan setelah berdekatan dengan ibunya Andre.
"Maaf Sinta baru datang, Sinta pikir mas Andre kerja lembur. Sakit apa mas Andre bu?"
"Tidak apa-apa nak, dengan kehadiran mu saja sudah membuat Andre senang, tapi sayangnya ia baru saja tidur. Sakit tipes nya kambuh." Sinta mengangguk mendengar penjelasan ibunya Andre.
Setelah itu, mereka bercerita dengan suara pelan agar tidak menggangu tidurnya Andre. Keluarga Andre sudah sangat akrab dengan Sinta, karena mereka tipe orang yang humoris.
"Sinta." Andre memanggil Sinta dengan suara yang lirih karena masih merasakan sakit di area perut nya. Bergegas Sinta segera menghampiri Andre dan mengatakan alasan nya terlambat datang. Tentunya bukan alasan yang sebenarnya, melainkan hanya kebohongan belaka.
Sambil memijit pelan tangan Andre, Sinta mulai mengajak Andre bercerita agar merasa terhibur. Dalam hati, ibunya Andre sangat bersyukur memiliki calon mantu seperti Sinta yang sangat pengertian dengan anak nya.
"Hari sudah sore nak, kamu ngga pulang?"
"Eh, iya bu. Maafkan Sinta tidak bisa ikut menemani mas Andre."
"Tidak apa-apa nak, ibu paham kok."
"Baiklah, Sinta ijin pulang dulu ya bu. Mas Andre cepat sembuh ya." Sinta menyalami ibu dan anak itu bergantian.
Sinta menghembuskan nafas lega setelah keluar dari ruangan Andre.
"Yah terpaksa naik ojek deh." gumamnya.
Dengan tergesa-gesa ia segera menyusuri lorong karena hari beranjak gelap. Sambil memainkan handphone untuk memesan ojek online, sehingga ia kurang fokus memperhatikan jalan. Sedangkan di arah yang berlawanan, terlihat segerombolan laki-laki yang tengah asyik berbincang bincang.
Brugh.....
Akhirnya Sinta dan lelaki yang berada di pinggir saling bertabrakan dan terjatuh.
Arghhh....
Keduanya mengaduh bersamaan, sedangkan teman lelaki itu malah tertawa.
Hai kak, tetap dukung terus mas Reyhan menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit ❤️❤️
Terimakasih buat yang sudah mendukung, semoga diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 😘😘
__ADS_1