Juragan Muda

Juragan Muda
55. Amplop coklat


__ADS_3

Selama sebulan menjelang hari ulangtahun nya, Sinta mulai gemar menghubungi Reyhan kembali. Namun sayangnya Reyhan tak acuh dengan setiap pesan yang dikirim Sinta.


Sinta semakin nekat mendatangi setiap counter Reyhan untuk menemukan lelaki idamannya itu. Namun bak ditelan bumi, Reyhan sangat sulit untuk dijumpai. Ada saja alasan yang disampaikan oleh para karyawannya sehingga membuat Sinta muak.


Namun semangatnya kembali muncul demi mendapatkan masa depan yang cerah bersama Reyhan.


Dilain tempat, Tiwi juga mulai merasakan pertahanan hatinya perlahan mulai jebol melihat karir Reyhan yang senantiasa bersinar. Bayu sangat jauh tertinggal.


Diam-diam Tiwi pun mulai mengirim pesan ke Reyhan tanpa sepengetahuan Bayu. Namun hal yang sama juga menimpa Tiwi, Reyhan tak mengacuhkan pesannya sama sekali.


Melihat Reyhan yang tak acuh dengan pesan mereka, justru malah membuat Sinta dan Tiwi merasa tertantang. Karena itu membuktikan betapa kuatnya pertahanan hati Reyhan, dan kecil kemungkinan untuk berselingkuh jika suatu saat menjadi pasangan mereka.


Sementara di lain sisi, Andre tetap memperlakukan Sinta bak ratu dalam hidupnya walaupun perlakuan nya sedikit berbeda dari biasanya. Toh setahun lagi mereka bakal menikah, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan pikir Andre.


Bayu pun juga melakukan hal yang sama, memperlakukan Tiwi bak ratu dalam hidupnya. Berani menaikkan gaji Tiwi, padahal kondisi counternya masih tahap merintis, dan uang yang dimiliki juga pas-pasan.


Reyhan awalnya tersentak kaget ketika membuka sebuah pesan yang ternyata dari Sinta. Setelah sekian lama mereka berpisah, baru kali ini Sinta mengiriminya pesan. Sengaja Reyhan tak mau membalasnya, takut akan menjadi bumerang bagi dirinya.


Apalagi Reyhan tahu jika Sinta masih menjadi pacar Andre sahabat karibnya dulu, dan bahkan mereka sudah tunangan. Setahun lagi mungkin keduanya akan segera menikah. Meskipun Andre pernah merendahkan Reyhan, namun tak ada niat di hati barang secuil untuk membalasnya. Bagi Reyhan, Andre akan tetap menjadi sahabat terbaiknya.


Reyhan juga kaget waktu dirinya mendapat pesan singkat dari Tiwi. Sekali dua kali Reyhan masih menganggap nya wajar, tapi jika sudah terjadi berulang kali maka itu tandanya sudah tak wajar. Setahunya Tiwi adalah pacar Bayu adiknya. Tak mungkin dia tega menjadi benalu bagi adiknya.


Sekali lagi, Reyhan bertindak tegas untuk tidak ikut campur hubungan asmara Bayu dan Andre. Tapi jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan, Reyhan sudah punya senjata untuk membela diri.


"Mas, mas Reyhan?"


"Eh ada apa Do?" Reyhan tersentak kaget dengan suara Aldo yang menggelegar itu.


"Nih dapat surat dari salah satu provider." Aldi menyerahkan sebuah amplop coklat, dan Reyhan bergegas untuk membukanya.


"Mikirin apa sih mas, tumben kok melamun?" Aldo bertanya lagi dengan keponya.


"Dasar tukang ghibah! Kalau aku cerita sama kamu, pasti habis ini kamu bakal cerita ke orang orang kan?"


"Wkwkwk...... Tahu aja mas." Aldo pun berlalu pergi meninggalkan bos nya.

__ADS_1


Reyhan merentangkan kertas dalam genggaman nya, dan mulai membaca dengan seksama.


'Maa syaa Allah, ini seperti jawaban dari masalah ku. Tak ku sangka Allah akan menjawab secepat ini. Usahaku mulai berkembang pesat. Dan disaat tengah bersinar mulai ada yang menggangguku, lebih baik aku mencari ketenangan diri sejenak disana. Dan semoga bisa lebih mendekatkan diri padaNya.' batin Reyhan. Lalu segera melipat kertas itu kembali dan memasukkan ke dalam tas nya.


Lalu ia segera menekan nomor tertentu di layar handphonenya. Setelah panggilan terhubung, Reyhan segera menyampaikan maksud tujuannya, mengklarifikasi apakah benar isi surat tersebut. Beberapa menit berlalu, panggilan pun selesai.


Tampak senyum bersinar di wajah Reyhan. Bergegas Reyhan merapikan pekerjaan nya, lalu menyelempangkan waist bag nya.


"Aku pulang dulu ya, jangan lupa sholat. Assalamu'alaikum." pamit Reyhan ke seluruh karyawannya, dan mereka pun mengangguk patuh.


Selama menjadi bos, Reyhan selalu mengingatkan karyawannya untuk tetap melaksanakan sholat. Memberi jatah makan siang ke seluruh karyawannya, awalnya dulu hanya iseng sebagai oleh-oleh, tapi lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan bagi Reyhan sampai sekarang. Tiap bulan Reyhan juga rutin memberikan paket sembako untuk seluruh karyawannya dan orang-orang yang kurang mampu disekitarnya.


Tidak hanya itu saja, semakin berkembang usahanya, semakin banyak uang yang ia keluarkan untuk kepentingan umat. Setiap Jum'at ia rutin memberikan makanan untuk jama'ah masjid disekitar nya, bagi bagi ke orang yang kurang mampu disekitarnya. Tak hanya itu saja, beberapa panti asuhan yang berada di kotanya menjadi target santunan tiap bulannya.


Malam pun tiba, waktu yang pas bagi Reyhan untuk berkumpul dan bercerita dengan keluarganya.


"Bu, coba baca ini." Reyhan menyodorkan amplop coklat ke ibunya.


"Apa ini Rey?" tanya ibunya dengan wajah yang serius. Bima pun juga ikut melihat dengan wajah yang serius.


"Ya Allah, Gusti mboten sare ya le ( Tuhan tidak tidur ). Setelah banyak ujian yang kamu lewati, kini saatnya kamu menikmati kebahagiaan mu. Terimalah pemberian Allah yang luar biasa ini. Ibu ijinkan kamu kesana." ucap ibu dengan suara yang bergetar lalu memeluk Reyhan. Bima yang belum tahu apa-apa juga ikut-ikutan menangis dan menghambur kepelukan ibu.


"Kenapa pada nangis bu?" tanya Bayu yang tiba-tiba sudah berdiri berdiri diambang pintu masuk, lalu bergegas mendekati keluarganya.


"Eh sudah pulang kamu Bay?" tanya ibunya sambil mengusap air mata.


"Iya bu, ini aku bawa bubur kacang hijau ayo dimakan dulu." ajak Bayu, yang membuat pembicaraan mereka terjeda.


Dengan sigap Bima sudah berlari ke dapur untuk mengambil peralatan makan. Lalu segera berlari menghampiri keluarga nya, tak ingin ketinggalan dengan berita heboh yang dibawa Reyhan.


"Jadi kenapa ibu nangis tadi?" Bayu mengulangi lagi pertanyaannya sambil membuka bungkus makanannya.


"Kakakmu dapat rezeki gede Bay. Dia.... dapat paket umroh." kata Bu Rohmah sambil tersenyum haru dan air matanya kembali menetes.


"APA! UMRAH?" ulang Bayu dan Bima bersamaan karena terkejutnya.

__ADS_1


Bu Rohmah dan Reyhan pun mengangguk sambil mengiyakan. Binar bahagia jelas terlihat di wajah mereka.


"Kak Reyhan saja atau boleh bawa keluarga?" tanya Bima dengan antusiasnya.


"Cuma aku saja dong, kan yang dikasih aku." lalu Reyhan tertawa.


"Aaa..... aku pengen ikut kak." rengek Bima, Bayu pun juga mengangguk setuju dengan permintaan adiknya.


"Boleh, tapi........ bayar sendiri." lagi Reyhan pun semakin meledak tawanya melihat kedua adiknya yang cemberut.


"Kalau cuma ke kebun binatang pasti aku ajak semua, ini kan aku mau umroh, uangnya ngga cuma seribu dua ribu hehehe. Kalau untuk satu orang, ibu saja In shaa Allah aku masih bisa. Tapi kalau rame-rame ya aku harus ngumpulin uang dulu biar cukup buat kita berangkat umroh bareng, gimana?" Reyhan menjelaskan ke kedua adiknya agar tak tersinggung.


"Janji lho kak." Bima menaruh harapan besar pada kakak sulungnya itu.


"Iya kak harus janji lho." imbuh Bayu.


"Nah khusus kamu karena udah kerja, jadi ya harus bantuin ngumpulin uang buat umroh bersama. Setuju ngga?" Reyhan menunjuk Bayu dan disetujui oleh ibu dan Bima.


"Ayo kak semangat ngumpulin uang biar bisa umrah bareng. Eh syukur-syukur bisa haji bareng." mata Bima kedip-kedip dan bibirnya terukir senyum membayangkan itu semua.


"Ah kalau gini caranya, sepertinya aku harus meniru jalan kakak supaya bisa cepat sukses. Aku juga mau jadi bos counter. Bisa ngga kak modali aku dulu besok, jadi ngga usah kelamaan aku sekolah. Biar bisa cepet jadi Juragan Muda season three." ceplos Bima yang mengundang gelak tawa ibu dan kedua kakaknya.


"Lo kata main pilem, ada lanjutannya season 1 2 3 dan seterusnya." Bayu menoyor kepala adiknya agar tersadar dari khayalannya, karena memang tak mudah untuk bisa sukses. Seperti halnya yang dialami Bayu saat tahap merintis ini.


"Udah udah, ini udah malam jangan ribut-ribut nanti dimarahi tetangga. Pokoknya ibu doakan agar semua anak ibu jadi orang sukses, ngga ada yang jadi buruh pabrik. Bisa berangkat umrah atau haji bareng. Sekarang buruan habisin makanan nya lalu segera tidur, sudah malam ini." akhirnya ibu bersuara untuk menengahi keributan kecil yang sering terjadi ketika mereka ngumpul.


Berteman yuk kak di FB.


FB: Nurul khanifah


Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya😉😉


Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗

__ADS_1


__ADS_2