Juragan Muda

Juragan Muda
171. Kesabaran para suami


__ADS_3

Persahabatan yang terjalin antara Laura, Anisa dan Rosyidah memang terbilang cukup singkat. Namun, itu tak membuat Laura dan Anisa melupakan Rosyidah begitu saja.


Terbukti, setiap kali keduanya berkumpul, pasti salah satu di antara mereka akan merindukan Rosyidah. Jika sedang untung, bisa saja keduanya memberi kejutan, dengan datang ke rumah Rosyidah seperti beberapa pekan lalu.


Tapi jika sedang tak untung, tentu harus menyesuaikan jadwal di antara ketiganya. Karena semakin kesini, kesibukan mereka semakin bertambah.


Bukan maksud hati mengeruk keuntungan dunia semata. Mereka hanya ingin memanfaatkan waktu serta harta titipan sebaik mungkin.


Setelah pagi itu Laura dan Anisa bercakap-cakap, mereka sepakat mengundang Rosyidah ke rumah siang nanti.


"Sekali kali giliran dia yang mengunjungi kita, bukan kita melulu yang mengunjunginya." kekeh Laura. Anisa pun mengangguk setuju.


Para suami yakni Reyhan dan Bayu hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat keinginan para istri mereka. Rasanya mereka terlihat seperti anak remaja yang belum puas bermain.


"Ibu ibu, ghibah nya sudah dulu ya. Kita kaum bapak-bapak sudah kelaparan. Masak dulu sana gih." ucap Bayu, Anisa yang ngga terima langsung memukul lengan Bayu.


"Ini bukan ghibah mas. Ini tuh kita lagi menjaga kewarasan otak." balas Anisa tak terima. Laura mengangguk setuju dengan ucapan iparnya. Beda dengan Reyhan yang jelas setuju dengan ucapan adiknya.


Tapi dimana-mana, perempuan adalah pemenang nya, sehingga Bayu dan Reyhan sekali lagi hanya bisa geleng-geleng kepala.


Akhirnya setelah puas bercakap-cakap, mereka pun melanjutkan dengan makan pagi dan membersihkan diri.


Di kamar, setelah mandi, Laura duduk termenung di dekat jendela. Reyhan yang baru masuk kamar tak ia hiraukan kedatangannya. Menyadari hal itu, Reyhan mendekati Laura.


"Hayo, baru mikir apa? Aku masuk kok ngga menoleh sama sekali." ucap Reyhan sambil memeluk Laura dari belakang. Menghirup dalam-dalam aroma wangi seluruh tubuh Laura.


"Kita menikah sudah hampir 6 bulan, tapi kenapa aku belum juga hamil ya mas." ucap Laura datar sambil tetap mengarahkan pandangan nya keluar.


"Bukan kah nabi Ibrahim dan istrinya Siti Hajar juga lebih lama dari pada kita ketika menunggu mendapat momongan sayang."


"Tapi kita bukan mereka."

__ADS_1


"Ya memang kita bukan mereka. Allah senantiasa menjaga kisah kesabaran mereka sepanjang hayat, agar kita juga bisa mencontoh nya."


"Rasanya aku tak bisa sesabar mereka."


"Belum di coba."


"Sudah."


"Berarti kurang lama atau kurang ikhlas mencobanya. Ngga usah terlalu di pikirkan, nanti bikin sakit. Atau Miss Laura mau di rumah saja, biar ngga terlalu kecapekan terus bisa cepat punya anak. Semacam program hamil gitu."


"Nanti sore aku ingin kita periksa ke dokter. Dan ikuti apa sarannya." Reyhan mengangguk menyetujui permintaan Laura.


Sementara itu di kamar samping, yakni kamar Bayu. Anisa tengah ngambek ketika tak sengaja membuka akun Facebook milik Tiwi, dan tak sengaja melihat foto lama Bayu dan Tiwi.


'Oh, jadi mereka dulu pernah pacaran.' batin Anisa.


Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka dan Bayu masuk. Melihat Anisa terisak membuat Bayu mengerutkan keningnya.


"Sayang sayang, siapa yang di panggil sayang?" balas Anisa sewot.


'Waduh serem amat, kenapa lagi nih anak?' batin Bayu. Katanya memang harus ekstra sabar menghadapi orang yang labil selama hamil. Tapi baru 4 bulan, Bayu sudah cekot-cekot kepalanya menghadapi Anisa.


Bayu mengambil nafas panjang, dan tak sengaja ketika ia menunduk, ia tengah melihat Anisa menggenggam handphonenya. Ia pun memperhatikan dengan seksama gambar di layar handphone itu.


'Apa mungkin, gara-gara itu, Anisa jadi marah dengan ku?'


"Anisa sayang, kamu kan baru hamil. Ngga boleh marah-marah. Itu memang foto ku dulu dengan Tiwi. Sewaktu kami masih sama-sama belum paham kalau pacaran itu dosa. Kita dulu berpisah juga karena ada suatu masalah. Tapi sekarang, aku kan sudah menjadi suami mu. In shaa Allah sampai kapan pun kita akan selalu bersama." Anisa seketika luluh ketika mendengar Bayu yang pandai merangkai kata. Mereka pun saling berpelukan.


Tak lama kemudian, terdengar suara orang mengucapkan salam sambil mengetuk pintu. Bergegas para istri yang sedang galau itu segera merapikan diri lalu menyambut tamu mereka.


Laura dan Anisa keluar kamar bersamaan, dan mereka saling beradu pandang.

__ADS_1


"Kamu habis nangis?" ucap mereka bersamaan ketika melihat mata mereka memerah. Keduanya langsung tertawa bersamaan.


Ternyata memang seperti itu jika hidup serumah dengan sesama ipar, tidak bisa menyembunyikan hal sekecil apapun.


Keduanya bergegas membuka pintu.


"Hai." seru mereka kompak seperti paduan suara. Bahkan suara mereka sampai terdengar jelas oleh para suami mereka yang masih berada di dalam kamar.


Tiga sahabat itu pun saling berpelukan melepas rindu. Setelah puas, mereka segera duduk di teras rumah sambil melihat pemandangan yang tersaji di depan.


Rosyidah ternyata juga membawa oleh-oleh untuk kedua sahabatnya. Yakni rujak es krim dan seblak. Mata Anisa langsung berbinar melihat makanan itu. Laura bergegas masuk ke dalam rumah untuk mengambil minuman dan cemilan kering yang ada.


Kini mereka bertiga pun menikmati makanan yang ada sambil bercakap-cakap. Tidak ada lagi yang sok jaim, semua saling menceritakan tentang perasaan yang tengah di alami. Di tengah mereka yang tengah asyik bercengkrama, ojek online pun datang mengantar makanan untuk mereka. Ternyata Reyhan lah yang memesankan mereka makanan.


Mereka terdiam, ketika tiba-tiba seorang lelaki menghampiri mereka.


"Permisi, mas Reyhan nya ada?" tanya lelaki itu sungkan.


"Tunggu sebentar ya." Laura bangkit berdiri memanggil suaminya.


Tak berselang lama, Laura sudah keluar beriringan dengan Reyhan.


Reyhan yang melihat siapa yang datang, langsung menyapa serta memeluknya erat.


"Sudah lama sekali kita ngga bertemu. Gimana kabarnya." ucap Reyhan dengan antusias. Ia pun mengajak tamu lelakinya itu ke dalam.


Laura yang paham, segera kembali masuk rumah menyiapkan minuman dan cemilan untuk tamu suaminya. Setelah selesai, ia bergabung dengan kedua sahabatnya lagi yang masih duduk di teras.


Sementara itu, di dalam, Reyhan tengah bercakap-cakap dengan teman sekolah nya dulu, yaitu Andre. Dia memang hadir di acara pernikahan Reyhan kala itu. Salah satu tujuannya datang adalah untuk mengajak Reyhan kembali bermain futsal. Karena Andre sudah benar-benar rindu bermain futsal dengan teman-temannya. Reyhan menyambut baik ajakan temannya itu. Sambil bercakap-cakap dan menikmati cemilan, diam diam Andre melirik sekumpulan wanita wanita yang tengah bercengkrama di teras.


"Jaga mata." Reyhan meninju lengan Andre, karena ia mengetahui sejak tadi Andre memperhatikan wanita wanita cantik itu.

__ADS_1


"Rey, di antara mereka bertiga siapa kira-kira yang belum menikah?" bisik Andre pelan.


__ADS_2