Juragan Muda

Juragan Muda
47. Ketiban sial


__ADS_3

"Maaf pak, tapi besok hari minggu saya sudah ada acara, mau memantau grand opening counter cabang 3 dan 4. Mohon doanya ya pak." terpaksa Reyhan harus menolak permintaan pak Atmaja yang mengundangnya untuk bermain tenis.


"Iya pak aamiin ya rabbal aalamiin. Iya in shaa Allah lain waktu akan saya usahakan. Baik terimakasih pak." panggilan pun berakhir, Reyhan memasukkan handphone ke tas nya lalu segera mengunci pintu kamar.


Setelah kejadian malam itu, dimana Bima menegur Bayu tentang rahasia counter kakaknya, Bayu jadi lebih tertutup dengan penghuni rumah, tanpa ada tegur sapa dan canda seperti biasanya.


Dan ketika mendengar percakapan kakaknya dengan seseorang diujung telepon itu, entah mengapa membuat sesak dada Bayu karena terdengar jelas kalau Reyhan akan buka counter 2 sekaligus. Sehingga ada keinginan yang mendorongnya untuk bertanya.


"Kakak mau buka cabang lagi?" akhirnya Bayu mulai buka suara, ketika mereka sama-sama berdiri dipintu masuk kamar mereka.


"Iya, doakan lancar ya." jawab Reyhan dengan senyum simpul.


"Iya, tentu aku doain, kamu juga harus doain aku kak. Btw, emm..... sorry kalo aku udah diemin seisi rumah karena pertanyaan ku kemarin." dengan sedikit menahan rasa malu akhirnya Bayu menyampaikan ke Reyhan niatnya minta maaf.


"Udah lama, aku ngga ingat. Keburu siang, ayo buruan berangkat." ajak Reyhan sengaja menghindari kecanggungan diantara mereka.


"Okay, aku ambil kunci dulu, dan....aku tak kan bertanya lagi soal rahasia perusahaan itu." pamit Bayu.


"Berjuanglah sungguh-sungguh, aku yakin kamu pasti bisa sukses." Reyhan pun menepuk bahu Bayu sebagai bentuk dukungannya. Mereka pun akhirnya saling melempar senyum.


Berjalan ke halaman dan mendekati kendaraan masing-masing, lalu mulai melajukannya dengan arah yang berbeda.


Seperti biasanya Bayu akan membelokkan motornya menuju rumah Tiwi, sedangkan Reyhan membelokkan mobilnya menuju counter 2 3 dan 4 untuk mengecek segala keperluannya.


Setelah nya segera putar haluan untuk berbelanja stok barang yang hampir kosong, jika menunggu sales akan membutuhkan waktu beberapa hari untuk datang.


Dia pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan murottal.


Dan tanpa ia sadari sebuah mobil sport merah melaju dengan kecepatan tinggi. Pas di perempatan jalan mobil merah menerjang lampu merah sehingga mobil merah dan mobil Reyhan mengerem mendadak karena hampir saja bertabrakan.


Ciiittt........


Keduanya terlihat kaget dan langsung mengerem mendadak.


Reyhan seketika mengelus dada, berhasil lolos dari kecelakaan yang hampir menimpanya.


Sedangkan Laura tak terima dan langsung keluar dari mobilnya. Berjalan dengan nafas yang memburu diikuti oleh Choki.


"Keluar! Cepetan keluar!" teriak Laura sambil memukul bagian pintu kaca Reyhan.


"Waduh, itu kan.... Miss Laura. Gawat, gimana ini?" gumam Reyhan yang masih duduk didalam mobil.


"Buruan keluar woi....." bentak Laura kembali.

__ADS_1


Akhirnya Reyhan pun keluar sambil menundukkan kepala.


"Iya mbak kenapa?" Reyhan coba bertanya dengan nada sehalus mungkin.


Laura terkejut ketika yang ada dihadapannya sekarang adalah Reyhan.


'OMG, kenapa dia. Gimana nih, ada Choki pula.' batin Laura.


"Ayo sayang marahin dia, kok ngga jadi sih, jangan bilang kalo kamu naksir dia karena ganteng, tetap gantengan aku kok." bisik Choki ditelinga Laura sambil memeluk pundaknya.


Laura pun segera mengikuti perintah Choki.


"Kenapa-kenapa, pake tanya segala. Kamu ngga tahu kesalahan kamu?"


"Lhoh kan saya ngga salah mbak. Lampu hijau ya saya lurus." terang Reyhan.


"Heh, bagiku kamu salah. Karena sudah menghalangi jalanku. Dan kamu harus ganti rugi dan minta maaf ke aku."


"Ya ngga bisa gitu dong mbak. Orang kamu yang hampir menabrak aku, kok aku yang disalahin dan disuruh minta maaf."


"Kesalahanmu juga masih ada, ngga panggil aku Miss."


Huft... Reyhan menghembuskan nafas kasar karena seberapapun mendebat dia yakin pasti akan kalah melawan Laura. Cewek cantik tapi kalah dengan sifat arogannya. Dari awal jumpa sampai sekarang Reyhan tak pernah tertarik dan selalu membuatnya panik ketika berhadapan.


"Lhoh ngga bisa gitu dong, mana ganti ruginya." Choki mulai menyela.


"Gampang ntar aku transfer." jawab Reyhan sambil menutup pintunya lalu mulai menyalakan mesin mobil.


Laura hanya bisa mengumpat dalam hati, lalu Choki segera merangkul bahunya dan berjalan beriringan menuju mobil.


"Sayang, kamu yang nyetir, aku lagi ngga konsen gara-gara itu cowok." perintah Laura yang membuat Choki seketika menghentikan langkahnya.


"Kenapa sayang?" tanya Laura karena Choki berhenti.


"Ini kan mobil kamu sayang, masa aku yang nyetir, ntar kalo ada apa-apa gimana? Aku takut dimarahin papa mu." Choki sengaja menolak, karena dia tidak bisa menyetir sama sekali.


"Lho, tadi aku lihat ada 4 mobil yang berada di carport, itu mobil kamu semua kan? masa ngga bisa nyetir."


"I_iya itu mobil aku semua, tapi dari dulu papa sama mama ngga pernah mau ngajarin aku nyetir. Jadi aku ngga bisa." sengaja Choki mencari alasan lagi.


"Ya sudah kapan kapan aku ajarin kamu, sekarang masuk!" perintah Laura.


"Iya sayang." dengan patuh choki segera masuk ke mobil sebelum Laura berubah pikiran lagi.

__ADS_1


"Btw sayang, apa kamu kenal dengan cowok tadi, kok dia bilang kalau mau transfer uang permintaan maafnya."


Ciiittt.....


Laura mengerem mendadak, karena kaget dengan pertanyaan Choki.


"Eng_enggak kok sayang." jawab Laura sambil tersenyum yang dibuat-buat.


"Lhoh, terus nanti transfer nya lewat mana dong? Waduh, jangan-jangan tuh orang bohongin kita. Awas! kalo sampai ketemu lagi, biar aku tonjok mukanya." ucap Choki dengan berapi-api.


"Ya udah ngga papa, anggep aja kita ketiban sial karena udah berjumpa dengan cowok seperti tadi." lalu Laura segera tancap gas sebelum jam kuliah pertama dimulai.


Dan seperti biasanya, mereka akan segera berlari menyusuri anak tangga untuk bisa ke lantai 2 gedung kuliah.


"Kalian berdua terlambat!" semprot dosen killer, ketika sama-sama berdiri di depan pintu masuk ruang kelas.


"Kita berdua itu ngga terlambat pak, buktinya bapak belum masuk kan." Laura berusaha membela diri, lalu segera melangkahkan kaki sejengkal dan berdiri tepat di pintu masuk.


"Iya saya juga ngga telat pak." Choki melakukan hal yang sama dengan Laura.


"Jadi, sekarang yang telat itu bapak ya." kata Laura dan Choki kompak. Dosen pun hanya bisa menatap geram keduanya.


Setelah dosen selesai memberi penjelasan, dia sengaja memberikan pertanyaan untuk Choki dan Laura. Beruntung Laura bisa menjawab pertanyaan karena dia kategori mahasiswa yang pintar, sedangkan Choki sudah terlihat pucat pasi karena tidak bisa menjawab pertanyaan dosennya.


Laura yang melihat pacarnya dalam kesulitan hendak memberitahu jawabannya, tapi sengaja dosen berdiri diantara keduanya, sehingga mereka tidak bisa saling melihat.


"Sebagai hukumannya, kamu harus mengosek WC yang ada dilantai 2 ini."


"APA! mengosek WC." ulang Choki.


Seketika tawa riuh dan sorak sorai mahasiswa memenuhi seisi ruang kelas.


"Huuuuu......."


Laura pun hanya bisa tepuk jidat mendengar pacarnya mendapat hukuman, tanpa ada niat membantu sama sekali.


Berteman yuk kak di FB.


FB: Nurul khanifah


Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca, terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗

__ADS_1


__ADS_2