
Pak Atmaja ingat akan pesan istrinya untuk bermain cantik demi mendapatkan hati putrinya. Sejenak menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskan pelan-pelan agar hatinya bisa lebih lega.
Pikirannya kembali teringat awal pertemuan nya dengan Reyhan, entah mengapa hatinya langsung tertarik. Padahal anak rekan bisnisnya juga banyak yang masih muda dan rata-rata semuanya masih kuliah sama seperti Laura. Bahkan ada beberapa diantaranya yang kuliah di luar negeri. Rekan bisnisnya sering menggodanya untuk menjodohkan anak mereka dengan Laura. Tapi hati pak Atmaja tidak sreg.
"Oh Tuhan, aku ingin anakku bisa berjodoh dengan orang yang mampu membimbing nya dalam kebaikan karena aku merasa tak mampu. Jika pun tak kaya itu tak masalah, mereka bisa meneruskan showroom ku ini." gumam pak Atmaja lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Seperti biasa, keluarga pak Atmaja kumpul untuk menikmati makan malam bersama. Pak Atmaja berupaya untuk menahan amarahnya.
"Laura sayang." pak Atmaja berusaha tersenyum agar anaknya mau menjalankan perintahnya.
"Ada apa pa?" Laura menghentikan makannya, lalu menoleh kearah papanya.
"Menjalin silaturahim itu hukumnya wajib lho. Dan, memberi hadiah atau makanan kepada orang lain sehingga membuat mereka bahagia juga berpahala." sekali tarik nafas, pak Atmaja menyelesaikan muqodimahnya.
"Ah maksud papa apa sih, Laura ngga paham. Kenapa ngga terus terang aja." sahut Laura sambil mengerucutkan bibirnya.
Ehem....
"Jadi begini, keuntungan papa bulan ini meningkat. Papa ingin bisa berbagi rezeki buat keluarga Reyhan."
Uhuk..... Uhuk......
Laura langsung tersedak mendengar perkataan papanya itu. Ia segera meraih minum dan menghabiskan nya. Setelah Laura membaik, ia segera membalas pembicaraan papanya.
"Tapi pa, kenapa berbagi nya harus dengan keluarga dia? kenapa bukan keluarga Choki saja?"
Pak Atmaja menarik nafas dalam-dalam menahan amarah mendengar nama Choki disebut. Lalu berusaha untuk memberikan jawaban yang bisa diterima Laura tanpa menyakiti hatinya.
"Bukankah Choki sendiri yang bilang, jika ia berasal dari keluarga yang kaya? Jadi papa sungkan memberikan ia sesuatu yang mungkin dianggapnya hanya hal yang biasa dan remeh."
"Iya sayang, mama juga masih ingat Choki bicara seperti itu waktu disini." Bu Ani membenarkan perkataan suaminya.
"Ya sudah, Laura terserah saja dengan keputusan papa."
"Nah, kalau kamu setuju, papa ada ide. Bagaimana kalau besok sore kamu anter makanan untuk keluarga Reyhan. Paginya bibi biar belanja dulu ke pasar, masakan mamamu kan paling enak. Iya ngga ma?" tanya pak Atmaja sambil tersenyum dan menaikkan satu alisnya.
"Betul itu kata papa sayang." Bu Ani tersenyum semringah merasa dipuji oleh suaminya.
"Ya sudah Laura usahakan besok." jawab Laura dengan wajah cemberut.
Demi meraih hati kedua orangtuanya agar bisa merestui hubungannya dengan Choki, terpaksa Laura mengikuti kemauan mereka. Lagian ia juga tak ingin mendengar papanya yang selalu mengancam untuk memotong uang salon lah, uang jajan lah, dan uang untuk keperluan lainnya.
__ADS_1
Sore harinya setelah mengantar Choki pulang, Laura menyempatkan diri ke salon. Karena beberapa hari kemarin ia tak sempat ke salon, sibuk dengan tugas-tugas kuliah nya.
Sesampainya di salon, ia sudah disambut oleh madam Su ( kepanjangan nya Sukoco ).
"Hai Miss Laura?" sapa madam Su dengan lemah gemulai dan senyum lebar.
"Hai madam?" sapa Laura kembali, sambil bercipika cipiki.
"Kenapa udah lama ngga kesini sayangku?" tanya madam Su sambil menggeser kursi untuk Laura, dan mendudukkan nya disana.
"Lagi sibuk ngerjain tugas yang segunung madam, Laura lelah banget." keluh Laura sambil menghirup nafas dalam dalam.
"Em.... sepertinya tidak hanya itu saja masalah mu sayangku." tebak madam Su.
"Kok madam tahu, apaa madam...." Laura menengok ke arah madam yang tertawa.
"Tentu saja madam tahu semua masalah anak muda sayang. Bercerita lah ke madam seperti biasanya." kata madam sambil mengelus rambut Laura.
"Iya madam, sekarang aku minta perawatan yang seperti biasanya ya."
"Tentu sayangku." Dengan cekatan madam Su mulai memberikan perawatan eksklusif untuk pelanggan kesayangannya itu.
Mulai dari mini cure pady cure, massage, treatment rambut dan muka.
"Sayang ku..... kamu semakin cantik sekali." ucap madam Su dengan senyum mengembang penuh kepuasan. Tangannya sambil memainkan rambut lurus Laura dan mengusap pipinya yang lembut.
"Ah, madam baru tahu ya kalau Miss Laura yang paling cantik." ucap Laura sambil terkekeh.
"Okay, waktunya konsultasi masalah mu sayangku. Madam Su, mengatasi masalah tanpa solusi." ucap madam yang membuat keduanya kembali terkekeh.
Laura pun mulai menceritakan segala yang ia alami pada madam Su tanpa tedeng aling-aling.
Madam Su membulatkan mata mendengar seluruh cerita Laura. Lalu memeluknya seperti layaknya saudara sendiri.
"Bedewway, madam jadi kepo sama cowok itu. Ayo kasih liat ke madam dong sayang."
"Ah tapi Laura malas madam."
"Kok gitu, okay madam ngambek aja deh kalau." madam pun pasang muka cemberut.
"Cari aja di handphone Laura madam." yang langsung membuat sumringah hati madam.
__ADS_1
Bergegas madam mulai mengambil handphone Laura yang ada di atas meja dan mulai menggulir layarnya.
"Ini Choki? dan yang ini Reyhan?" tanya madam sambil menunjuk beberapa foto yang ada, Laura pun mengangguk mengiyakan.
"OMG....." teriak madam Su dengan keras.
"Sayangku Miss Laura, yang kecantikannya tiada tara. Matamu ketutupan kain pocong kali ya. Kalau madam jelas pilih Reyhan lah." ucap madam Su dengan menggebu-gebu.
"Ya madam aja yang deketin dia." ujar Laura sewot.
"Lagian urusan hati kan ngga bisa dipaksain. Kalau Laura sukanya sama Choki yang ganteng dan tajir melintir gimana?"
"Ih..... Miss Laura, cantik cantik kok dodol sih." dengan gemasnya madam menoyor kepala Laura. Dan hanya ia yang berani melakukan itu.
"Kok madam tega sih."
"Nih ya madam kasih tahu. Lelaki yang mau berusaha sampai ia sukses itu menandakan ia tipe laki-laki yang pekerja keras. Kalau udah sukses jarang bisa jatuh miskin kembali. Sedangkan, kalau orang yang kaya karena keturunan jarang sih bisa bertahan lama kekayaannya. Karena dia tak punya skill kemampuan untuk mengembangkan bisnis keluarga nya."
"Masa sih madam?" tanya Laura dengan polosnya, matanya serius menatap madam Su yang berbicara dengan berapi-api.
"Okay, karena sekarang kamu sudah semakin cantik, waktunya madam usir dari salon madam. Dan harus segera kerumah pangeran mu, mas siapa tadi namanya?" tanya madam sambil berusaha mengingat-ingat.
Dalam sejenak keheningan dikejutkan dengan suara handphone Laura. Terpampang jelas nama papanya. Laura pun segera mengangkatnya.
"Iya papa, Laura udah selesai, bentar lagi pulang kok." lalu Laura pun mematikan teleponnya.
Laura bangkit dari duduknya lalu bergegas merapikan bawaannya.
"Siapa yang telepon sayangku?" tanya madam penasaran.
"Biasa, papa nyuruh pulang cepat-cepat. Ya sudah Laura pamit pulang dulu ya madam."
"Tentu sayangku." jawab madam lalu mereka berdua berjalan beriringan. Madam mengantarkan Laura sampai pintu keluar.
"Jangan lupa update berita terbaru ke madam setelah pulang dari mas ganteng Miss Laura sayangku." teriak madam sambil melambaikan tangan kearah Laura, dan Laura pun membalas nya sambil tersenyum.
Berteman yuk kak di FB.
FB: Nurul khanifah
Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya biar karya ini makin populer 🔥🔥
Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗