Juragan Muda

Juragan Muda
66. Jangan dekat-dekat aku.


__ADS_3

DEG!


'Kenapa dia menggandeng tanganku.' batin Reyhan sambil menatapnya.


"Aku takut kalau menyebrang jalan raya sambil jalan kaki." ucapnya sambil mengeratkan pelukan tangannya.


'Astaghfirullah, kenapa aku jadi sering bersentuhan dengannya. Padahal inikan ngga boleh.' batin Reyhan lalu menghembuskan nafas.


"Hei, jadi nyebrang jalan ngga sih?" sentaknya sambil mencubit tangan Reyhan, dan ia pun mengaduh.


"I_iya." jawab Reyhan lalu memperhatikan jalan raya, dan mulai melangkah. Dan Laura semakin mengeratkan pegangannya.


"Sudah sampai." kata Reyhan diiri senyum karena melihat Laura yang masih menutup matanya.


Perlahan lahan Laura pun mulai membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya sehingga bernafas sedikit lega.


"Aku wudhu dulu ya. Dan ini, bolehkah aku menitipkan nya padamu?" tanya Reyhan sambil mengangkat tas dan paper bag. Laura pun mengangguk. Bergegas Reyhan berjalan kearah tempat wudhu pria.


"Astaghfirullah!" pekik Reyhan, karena ternyata Laura mengikutinya sampai tempat wudhu pria. Bahkan jarak keduanya sangat dekat.


"Kenapa Miss Laura ada disini?" tanya Reyhan keheranan.


"Kamu kesini, ya aku ikut kesini." jawab Laura dengan polosnya.


Reyhan tersenyum, menepuk jidatnya sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan Laura yang lucu itu.


Reyhan sedikit menyingkir agar tidak terlalu mengganggu orang lain yang hendak berwudhu.


"Ini tempat wudhu pria, kalau tempat wudhu wanita disebelah kanan itu Miss Laura. Kurang sopan kalau kamu mau berwudhu disini. Oh iya, bukannya kamu sedang berhalangan?"


"Aku tidak tahu cara sholat." bisik Laura tepat ditelinga Reyhan, yang membuat bulu kuduknya kembali meremang.


"Jangan dekat-dekat aku Miss, takut batal wudhu ku nanti." kata Reyhan yang sedikit menghindar. Laura pun kesal karena Reyhan bicara seperti itu, seolah-olah dia adalah kotoran yang harus dihindari.


"Cepetan sholat sana, aku ngga mau menunggu terlalu lama." bentak Laura sambil menarik tangan Reyhan untuk masuk ke masjid.


Reyhan pun membulatkan matanya, karena tangannya ditarik Laura.


"Eh Miss, Miss Laura tunggu dulu." ucap Reyhan sambil menarik tangannya.


"Apalagi?" jawab Laura yang mulai kesal.


"Kenapa Miss Laura pegang tanganku, kalau begini ya wudhu ku jadi batal." terang Reyhan, lalu kembali menghidupkan air kran untuk berwudhu.


Laura pun hanya bisa mendengus kesal.


'Memangnya aku kotoran, sehingga dia harus berwudhu lagi.' batin Laura.


"Kita jalan sendiri sendiri, jangan main tarik-menarik lagi ya. Sekarang Miss Laura kalau ngga sholat bisa tunggu aku diluar, duduk saja jangan berdiri, nanti capek."


Laura kini mengikuti perkataan Reyhan daripada harus disalahkan.


Dari arah luar, Laura terus mengamati Reyhan yang sedang melakukan gerakan sholat sampai selesai dan berdoa. Bergegas Reyhan mendekatinya sambil tersenyum, aura ketenangannya menghipnotis Laura untuk sesaat.

__ADS_1


"Apa untungnya kamu sholat seperti tadi?" celetuk Laura ketika Reyhan mulai memakai kaos kaki.


"Aku meraih ketenangan lahir dan batin." balas Reyhan mantap. Tapi tidak untuk Laura, yang hatinya mulai tersentil.


"Miss Laura mau bicara denganku sambil makan atau disini?"


"Aku masih ingin disini mendengarkan mu tentang sholat."


"Memang apa yang ingin Miss Laura ketahui tentang sholat? Maaf memangnya agama Miss Laura apa?" tanya Reyhan dengan hati-hati takut menyinggung perasaannya.


Laura pun mengeluarkan KTP nya dari dompet dan menyerahkan ke Reyhan. Dan ia mengernyitkan dahi setelah membaca tulisan di KTP.


"Kedua orangtuaku tak pernah mengajariku seperti itu. Aku selalu bahagia dengan segala kemewahan yang mereka berikan kepadaku. Tak ada keinginan ku yang tidak terwujud. Jadi, kenapa harus capek capek sholat."


Sesaat Reyhan menatap wanita cantik yang ada dihadapannya saat ini. Reyhan sedikit bingung untuk menjelaskan agar Laura tak merasa tersinggung.


Karena berbeda jauh dengan Reyhan yang dari kecil sudah dididik tentang ilmu agama, seperti sholat. Ya, walaupun dulu sholat nya sempat bolong-bolong dan baru setelah bekerja, ia mulai memperbaiki tata cara sholat. Dan berusaha sungguh-sungguh untuk menjadi muslim yang taat.


Akhirnya Reyhan hanya menceritakan kisahnya yang telah dididik sejak dulu dalam perkara agama. Tanpa ada niat untuk menggurui Laura.


Tak terasa waktu sholat isya sudah tiba, dan keduanya masih asyik bercerita di depan masjid.


"Miss Laura, sudah masuk waktu sholat isya'. Aku tinggal dulu ya." Reyhan segera pamit karena merasa tak enak bicara berdua didepan masjid, padahal jama'ah sholat sudah mulai berdatangan. Laura pun mengangguk tanpa ada senyum.


Kembali Laura melihat ke arah pintu gerbang dimana jama'ah sholat selalu berdatangan memenuhi panggilan Allah. Lalu pandangannya beralih kedalam masjid, mencari sosok Reyhan. Sengaja ia ingin melihat laki-laki itu melaksanakan sholat.


Drett.... Drett...


Awalnya tidak peduli, tapi karena masih terus bergetar, akhirnya hati Laura tergerak untuk mengetahui siapa yang menghubungi Reyhan.


Diam diam Laura pun membuka tas Reyhan dan mengambil handphone nya.


"Sinta?" gumam Laura sambil mengernyitkan dahi.


"Apakah dia pacarnya?" gumam Laura seperti menahan kecewa. Dengan perasaan dongkol, Laura segera menolak panggilan tersebut.


Berulangkali menolak, tapi Sinta tetap menghubungi nomor Reyhan. Akhirnya Laura mematikan data handphone Reyhan. Lalu menghapus riwayat telepon.


"Miss Laura, habis ini kamu mau kemana?" tanya Reyhan ketika mereka sudah duduk berjejer.


"Aku lapar."


"Oh ya sudah, makan saja di hotel tadi. Atau di sekitar sini ada juga kok restoran yang makanannya juga enak enak kalau menurutku."


"Maksud mu, kamu nyuruh aku makan sendiri?" kata Laura mulai mengeluarkan rasa emosinya. Yang membuat Reyhan sadar jika ia telah salah bicara.


"Aku juga belum makan, tapi ini acara sebentar lagi mau dimulai. Aku harus segera kembali ke hotel."


"Kamu harus menemaniku makan, ngga usah ikut seminar!" tegas Laura.


"Tap_tapi, Miss, ini acara penting."


"Aku bersedia ganti rugi, ayo tunjukkan aku restoran nya. Aku sudah sangat lapar dari pada aku makan kamu." Laura melotot lalu menarik tangan Reyhan untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


Reyhan bergegas menyambar tasnya dan mengikuti langkah Laura.


"Kenapa Miss Laura selalu memaksa dan main tarik tarik saja sih?" gerutu Reyhan.


"Harusnya kamu senang, karena ada kesempatan emas untuk makan denganku. Di kampus banyak cowok yang antri mendekati ku, karena kecantikan, kepopuleran, dan kekayaan yang aku miliki." terang Laura dengan jumawa.


'Dan aku, satu-satunya cowok yang ogah ngantri untuk mendekatimu, atau sekedar makan denganmu.' batin Reyhan, tapi tak tega untuk mengungkapkan.


"Aku ingin duduk di pojok." tunjuk Laura ketika sudah sampai di restoran yang dimaksud Reyhan, ia pun hanya mengikuti langkah Laura yang masih saja menarik tangannya.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Laura sambil membalik buku menu.


"Saya sama dengan Miss Laura saja." jawab Reyhan sambil membuka handphone nya. Lalu mengetik sebuah pesan untuk rekannya mengabarkan keberadaan dirinya saat ini.


"Aneh, perasaan aku tak pernah mematikan data, kenapa tiba-tiba mati?" gumam Reyhan pelan ketika selesai mengirim pesan, yang membuat Laura sedikit menyunggingkan senyum karena ulahnya sendiri.


"Silahkan dinikmati kak makanannya." kata pelayanan ramah.


"Astaghfirullah, kenapa Miss Laura pesan sebanyak ini." pekik Reyhan sambil melihat berbagai menu yang dihidangkan dimeja. Ketika pelayanan sudah pergi meninggalkan mereka.


"Tenang, aku yang bayar." jawab Laura santai sambil mulai mencicipi hidangan.


"Bukan itu masalahnya Miss Laura, tapi kalau ngga habis gimana?"


"Tinggal buang saja kok repot."


"Dalam keluarga ku tak ada istilah nya membuang makanan Miss, kalau kekurangan dulu malah sering." ucap Reyhan sebelum menikmati makan nya, sedangkan Laura merasa bersalah telah berkata demikian.


Drett.... Drett.....


Handphone Reyhan yang ada di atas meja bergetar. Sebuah panggilan dari sebuah nomor membuat Laura dan Reyhan langsung beradu pandang.


'Dia lagi?'


Assalamu'alaikum para readers setia novel Juragan Muda ☺️☺️


Hari ini author bakal share sebuah kabar gembira ya...


Author akan beri sebuah hadiah bagi kakak kakak yang selalu mendukung karya outhor Juragan Muda.


Yang belum mampir ditunggu mampir nya.


Yang sudah mampir tetap setia sama mas Reyhan Juragan Muda ya.


Hadiah berupa pulsa 50rb untuk juara pertama yang memberi dukungan terbanyak.


hadiah berupa pulsa 25rb untuk pemberi dukungan kedua terbanyak.


Hadiah akan diumumkan setelah novel ini tamat.


Dan untuk kapan tamatnya, author juga belum bisa memastikan. Bisa jadi sebentar lagi🤭🤭


Jadi untuk kakak readers semua, ayo dukung terus karya author dengan meningkatkan memberi hadiah dan vote. Pastikan kalian membaca dulu sebelum menekan like nya ya. Jangan asal spam like😉😉

__ADS_1


__ADS_2