
Seperti biasanya, pagi itu Reyhan mengantarkan Laura ke kampus. Hari itu Laura akan mengikuti gladi bersih sebelum wisuda.
Sebenarnya bisa saja, Laura berangkat sendiri. Tapi Reyhan tak mengijinkan nya. Kemanapun Laura pergi, pasti akan selalu diantarkan.
Ia tak ingin istrinya sampai kelelahan. Tugas penting menjadi seorang suami, bukan hanya sekedar memberikan nafkah lahir atau pun batin. Tapi memastikan keamanan dan kebahagiaan istri juga merupakan sesuatu yang penting.
Laura tak mempermasalahkan jika setiap hari selalu menjadi bahan bercandaan teman-temannya karena selalu di antar ke kampus. Bahkan ia justru bertambah bangga memiliki suami yang baik dan pengertian seperti Reyhan.
"Uang sakunya sudah habis belum? Minta tambah ngga? Jangan lupa kabari kalau sudah waktunya pulang."
Reyhan selalu berpesan seperti itu setiap hari pada Laura. Tentu saja hal itu membuat Laura selalu terkekeh, karena di anggap seperti anak kecil.
Dan akhirnya, hari wisuda yang dinantikan pun tiba. Seperti biasanya, Laura tetap bangun pagi dan membantu ibu mertuanya memasak di dapur. Setelah semua beres, dan selesai makan bersama, barulah ia bersiap siap untuk berangkat ke kampus.
Walaupun itu adalah hari istimewa nya, Laura tetap tampil apa adanya. Ia memoles tipis wajahnya dan mengenakan kebaya seperti yang sudah ditetapkan oleh pihak kampus.
"Miss Laura, kamu mau minta hadiah apa untuk kelulusan mu hari ini?" Reyhan mengalungkan tangannya ke leher Laura yang sedang duduk di depan cermin.
Laura sejenak berpikir, dan akhirnya menghembuskan nafas panjang. Lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah suami yang sangat di cintainya.
"Aku berharap cinta dan segala bentuk perhatian mu tak kan pernah luntur di telan waktu mas." ucap Laura sungguh sungguh, tapi justru membuat Reyhan terkekeh.
"Mana ada hadiah yang seperti itu sayang? Hadiah itu ya berupa bunga, boneka atau yang lainnya." tutur Reyhan.
"Aku sudah memiliki segalanya. Jadi cuma itu yang aku mau." ucap Laura sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kalau cuma itu mau kamu, mas akan berusaha untuk memenuhinya. Doakan mas ya sayang, agar bisa menjadi seperti yang Miss Laura inginkan. Doa istri sholihah pasti di kabulkan Allah."
"Oh iya, aku juga pengen cepet-cepet punya anak mas." kekeh Laura.
"Hem, kalau yang itu, rasanya bukan hanya hadiah terindah untuk mu, tapi juga bakal jadi hadiah terindah untuk ku. Terus bermunajat pada Allah agar kita segera di kasih sayang." ucap Reyhan sambil mengecup kening Laura.
__ADS_1
"Kakak ayo cepetan!" teriak Bima mengagetkan keduanya yang sedang berpelukan mesra.
Laura segera merapikan kembali penampilan nya, begitu juga Reyhan. Lalu bergegas keluar kamar. Ternyata semua sudah berkumpul menunggunya.
"Wow, Miss Laura selalu saja terlihat cantik." puji Bima. Semua terkekeh melihat Bima yang pintar sekali memuji seseorang.
"Terima kasih Bima pujiannya. Imbalan nya nanti minta sama kakak mu ya." balas Laura sambil terkekeh.
Ekor matanya sekilas melirik ke arah Reyhan. Bima pun segera mengangkat tangan penuh hormat pada Laura. Yang kembali membuat mereka terkekeh.
Setelah siap mereka semua segera memasuki mobil Reyhan. Bima semakin berdecak kagum ketika melihat kampus Laura yang besar dan kini tengah di penuhi oleh para mahasiswa yang sudah tiba lebih dulu.
Hati Laura semakin berdebar tak karuan, karena sebentar lagi akan menerima nilai selama belajar 4 tahun di kampus itu.
"Aku tunggu papa mama dulu ya mas." ucap Laura sambil celingukan mencari keberadaan orangtuanya.
Beberapa hari lalu Laura mengabarkan jika hari ini akan wisuda, dan semalam ia juga mengingatkan kembali.
Reyhan menyuruh Laura untuk duduk di kursi yang berada di dekatnya. Lalu menyodorkan sebotol air mineral. Setelah meneguk air itu, Laura merasa lebih tenang.
"Laura." teriak bu Ani dengan tersenyum bahagia.
Sambil berlari kecil, orang tua Laura menghampiri nya.
"Mama, papa." ucap Laura dengan suara yang serak.
Laura menghambur kepelukan papa dan mamanya sambil terisak. Ia sangat bahagia akhirnya orang tuanya bisa datang di hari wisuda nya.
"Ih, cantiknya mama ngga boleh nangis. Nanti jadi jelek lho." bu Ani terkekeh sambil menghapus air mata Laura.
Mereka pun berjalan beriringan menuju aula. Sebenarnya Laura ingin semua keluarganya masuk dan melihatnya berdiri di atas panggung.
__ADS_1
Tapi karena keterbatasan tempat, setiap mahasiswa hanya diijinkan membawa satu pendamping masuk ke dalam ruang aula.
Mereka sempat beradu pendapat tentang siapa yang layak mendampingi Laura wisuda.
Reyhan mempersilahkan pak Atmaja selaku orang tua Laura untuk mendampingi nya. Tapi pak Atmaja menolak, karena yang lebih cocok mendampingi Laura adalah suaminya sendiri.
Ia sudah menyerahkan seluruh tanggungjawab nya pada Reyhan.
"Terima pa, sudah mempercayakan segala sesuatunya pada Reyhan." ucap Reyhan sebelum ia menemani Laura.
Kini Laura menggamit lengan Reyhan dan keduanya masuk ke dalam aula. Sedangkan seluruh keluarganya duduk di deretan kursi yang sudah disediakan untuk para keluarga mahasiswa.
Laura hendak duduk di belakang, karena kursi sudah terlihat penuh dengan para wisudawan. Tapi seorang dosen mendekati nya dan menyuruhnya duduk di deretan kursi depan, yang dipersiapkan untuk para mahasiswa dengan nilai terbaik. Dan ia tak mengetahui hal itu.
Setelah semua siap, kini acara pun di mulai. Satu persatu nama mahasiswa di panggil. Dan tak berselang lama, nama Laura akhirnya ikut terpanggil. Setelah menghela nafas panjang, akhirnya ia maju ke depan.
Sungguh ia tak menyangka jika nama nama yang terpanggil tadi adalah nama-nama mahasiswa terbaik yang mendapat gelar coumloude.
Laura dan Reyhan tak menyangka akan mendapatkan kejutan seindah itu. Hingga membuat keduanya saling menitikkan air mata.
Satu persatu profil mahasiswa terbaik itu dibacakan. Setelah nya, setiap mahasiswa terbaik di beri kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata pada para hadirin. Dan kini tiba giliran Laura.
Air mata yang berlinang mewakili kebahagiaan nya saat ini, sehingga membuatnya suaranya tercekat. Pandangannya tertuju pada Reyhan yang juga tengah menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah menghela nafas panjang akhirnya ia mulai buka suara.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh. Selamat pagi pada semua hadirin. Selamat saya ucapkan pada rekan rekan wisudawan wisudawati. Hari ini kita telah menerima hasil belajar kita selama kurang lebih 4 tahun. Setelah mendapat hasil ini, jangan membuat kita lekas puas hati dalam menimba ilmu. Karena sejatinya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang ditularkan pada sesama. Nilai yang kita terima bisa jadi adalah doa doa dari kedua orang tua kita dan juga dari orang orang terdekat kita yang dikabulkan Allah, maka dari itu tetaplah merendah. Wassalamu'alaikum." ucap Laura dengan suara yang bergetar. Ia lekas menghapus air matanya dan kembali ketempat duduknya.
Laura langsung menghambur kepelukan Reyhan. Dan keduanya menangis sesenggukan.
"Kamu hebat Miss Laura." ucap Reyhan berulang kali. Karena tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya pada istrinya. Semua yang melihat pasangan suami istri itu berpelukan ikut terharu.
__ADS_1