Juragan Muda

Juragan Muda
203. Niat Andre


__ADS_3

Setelah mandi dan sarapan, Andre berangkat kerja. Seperti biasanya ia pun segera mengerjakan tugasnya di pabrik bagian kantor.


Walaupun sudah berkonsentrasi, tapi pikirannya kali ini sulit sekali untuk di ajak kerjasama. Berulang kali ia menggelengkan kepalanya. Karena suara suara mistis Reyhan dan Laura terus terngiang di kepala.


Selama ini, Andre dan Reyhan memang tidak pernah menonton film abu abu. Jadi Andre merasa terusik dengan suara mereka. Teman sekantor yang melihatnya mengernyitkan dahi karena heran hingga akhirnya menegur Andre.


"Kamu kenapa Ndre? Sejak tadi ku perhatikan terus menggelengkan kepala. Baru olah raga?"


Andre meringis menatap temannya. Kegalauan hatinya ternyata bisa dengan mudah di tebak.


"Kamu mikirin cewek?"


"Enggak, aku hanya kurang enak badan saja. Aku ijin pulang ya."


"Apa! Baru kerja 2 jam sudah minta ijin pulang?"


Andre meringis sambil mengusap tengkuknya. Sebenarnya ia tidak sakit, sedikit berbohong karena ia hanya ingin menemui Reyhan.


Setelah mempertimbangkan, akhirnya temannya mengijinkan Andre untuk pulang.


"Asyik. Terima kasih ya mas." sorak Andre dengan penuh kegirangan pada temannya yang umurnya di atasnya.


Segera Andre memakai jaket dan menyelempangkan tas nya, lalu segera berlalu keluar ruangan. Temannya yang melihat setumpuk berkas di meja Andre segera mengambil alih pekerjaan itu.


"Apa ini? Andre memang benar-benar kelewatan. Masa angka produksi di tulis 'Arghh...'. Bisa kena semprot sama manager dong." gerutu teman Andre, setelah membolak-balik berkas yang baru saja di kerjakan oleh Andre tersebut.


Sesampainya di parkiran, Andre segera menelpon Reyhan.


"Apakah suaranya sama seperti semalam atau sudah berubah ya?" gumamnya sambil menempelkan benda pipih itu ke telinga. Ia terlihat sangat serius mendengarkan.


"Hallo, aku ingin ketemu dengan mu sekarang Rey. Ada yang penting yang mau ku bicarakan. Kita bisa bertemu di mana?"


"Okay baiklah, aku kesana ya."


Setelah perbincangan singkat itu, Andre segera melajukan motornya menuju showroom mobil.


Sesampainya di showroom, Andre segera memarkirkan motornya, lalu berjalan menuju kantor Reyhan. Ia mengedarkan pandangannya melihat showroom yang luas dan tentunya terdapat banyak mobil mewah.

__ADS_1


"Gila tuh si Reyhan, punya mertua tajir melintir. Katanya showroom nya tidak hanya satu, melainkan punya beberapa cabang. Padahal ia sudah memiliki counter yang bercabang cabang. Mau di apain tuh duitnya." gumam Andre penuh rasa takjub akan keberhasilan teman seperjuangan SMA dulu.


Andre segera menyampaikan maksud tujuannya datang ke showroom pada security. Lalu dengan ramah security itu mengantarkan nya ke ruangan Reyhan.


Dalam hati Andre ia sangat berdecak kagum melihat mobil-mobil mahal yang berjejer. Terlihat sangat memanjakan mata.


'Berapa untung perbulan nya?' batin Andre, hingga tak sadar akhirnya sudah sampai di depan ruangan Reyhan.


Tak lupa Andre mengucapkan terima kasih terlebih dahulu pada security yang sudah mengantarkannya, lalu ia membuka pintu.


"Hai, ngapain nyariin aku sepagi ini?" sapa Reyhan yang beranjak dari kursi kebesarannya. Ia tersenyum semringah menyambut kedatangan temannya.


"Tentu ada yang penting lah, makanya aku kesini." balas Andre sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruang kerja Reyhan.


Sekarang Reyhan memiliki ruang kerja sendiri, agar sewaktu waktu bersama Laura ke kantor, bisa tetap bermesraan dengannya.


Andre juga menelisik penampilan Reyhan yang tampak gagah, tampan dan rupawan.


"Penampilan mu sangat berbeda sekali Rey. Pantas saja istri mu mengerang keenakan."


Andre seketika menutup mulutnya karena salah ucap. Ia pun duduk di kursi depan meja Reyhan.


Reyhan segera menelpon office boy untuk membawakan minuman serta cemilan ke ruangannya.


Setelah Reyhan mematikan teleponnya, ia kembali menanyakan maksud Andre menemuinya.


Andre pun berbasa-basi terlebih dahulu sampai seorang office boy memasuki ruangan sambil membawa pesanan Reyhan.


Setelah office boy itu pergi, Reyhan segera mempersilahkan Andre menikmati hidangan sambil memulai ceritanya.


Andre pun segera mengungkapkan seluruh uneg-uneg yang mengganggu pikirannya akhir akhir ini. Tentu saja Reyhan akan menjadi pendengar yang baik bagi sahabat nya, tanpa memotong sedikit pun ucapan Andre.


Di akhir akhir mendengar ucapan Andre, Reyhan tampak memerah mukanya, menahan rasa malu. Karena Andre juga menceritakan tentang suara suara mistis yang ia dengar dari awal sampai akhir tanpa ia sensor sedikit pun.


"Gila ya kamu, kenapa ngga kamu matiin telepon nya?" Reyhan menonjok lengan Andre.


"Kamu yang gila, kenapa ngga kamu saja yang matiin telepon nya?" balas Andre tak mau kalah.

__ADS_1


"Kamu lebih parah lagi, aku baru berjuang, kamu malah gangguin."


Begitulah seterusnya sampai mereka merasa capek karena tak ada yang mau mengalah. Keduanya pun segera meneguk minuman yang telah di sajikan hingga tandas.


"Sepertinya jalan satu-satunya memang kamu harus nikah sih Ndre." celetuk Reyhan.


Andre melipat mukanya, karena merasa belum bertemu jodohnya.


"Aku kesini tuh pengen belajar ilmu agama dari mu. Siapa tahu, kalau ilmu agama ku bagus, aku juga bisa dapat istri yang cantik, sholihah dan kaya. Pokoknya sama persis seperti istri mu."


"Kalau sudah mendapatkan ilmu agama tapi jodohnya ngga sesuai dengan harapan mu gimana?"


Andre sejenak berpikir.


"Ya minimal dia ngga mengkhianati aku lah Rey."


Reyhan menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara.


"Ndre, aku pernah bilang sama kamu kan. Apa kamu lupa? Perbaiki dulu niat mu dalam mencari ilmu. Jangan hanya meniatkan sesuatu karena dunia. Berbuatlah sebaik mungkin untuk meraih akhirat mu, niscaya dunia akan mengikuti. Jangan punya pikiran, kalau ilmu kita sudah bagus, terus nanti dapat jodohnya juga yang bagus pula. Belum tentu. Terkadang pasangan kita memiliki sisi yang berlawanan dengan kita. Untuk saling memahami, menegur, mengingatkan dan saling melengkapi. Kalau kamu sudah ngga kuat menahan, tapi belum memiliki pasangan, kamu bisa puasa Sunnah. Dengan puasa, pikiran kita akan teralihkan dari hal yang negatif ke yang positif. Coba saja dulu."


Andre tampak merenung memikirkan ucapan sahabatnya itu. Dalam hati ia membenarkan ucapan Reyhan. Namun karena jarang berjumpa dengannya karena kesibukan masing-masing, akhirnya Andre lupa lagi.


'Aku harus benar-benar berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya untuk dunia ku semata, tapi karena akhirat ku.' batin Andre bermonolog.


"Iya Rey, aku akan mencobanya. Berubah menjadi yang lebih baik demi Tuhan ku, dan demi akhirat ku."


Reyhan tersenyum menanggapi niatan Andre.


"Oh iya, aku pengen ikut acara pengajian atau beramal gitu bareng sama kamu. Siapa tahu dengan berkenalan dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi sama, aku bisa ketularan menjadi lebih baik lagi."


"Boleh, dengan senang hati. Besok Minggu aku mau ke panti dan pondok. Biasanya aku belanja kebutuhan pokok sama titip uang untuk mereka. Kamu mau ikut?"


"Tentu aku mau Rey." Andre mengangguk pasti menanggapi ajakan Reyhan.


❤️❤️❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2