Juragan Muda

Juragan Muda
235. Aisyah Humaira


__ADS_3

Terdengar suara ketukan pintu. Bergegas Rosyidah membuka pintunya. Ia melihat uminya berdiri di ambang pintu.


"Ajak suami mu makan siang Ros. Kasian kan sejak tadi terus menjaga putri kalian. Biar umi yang ganti menjaga putri mu."


"Biar kami makan di kamar saja umi. Aisyah sudah tidur, biar nanti ia di pindah ke boxnya."


"Aisyah." desis umi Sofiah. Rosyidah menganggukkan kepalanya.


"Kita sepakat memberi nama Aisyah Humaira."


"Nama yang indah. Umi suka mendengarnya." ucap umi Sofiah sambil tersenyum, dan Rosyidah terlihat senang dengan reaksi uminya.


Setelah percakapan singkat itu, Rosyidah berlalu menuju dapur, mengambil makanan untuk ia dan suaminya, lalu segera membawa ke kamar.


Bau olahan daging kambing membuat perut Andre berjoget. Setelah meletakkan Aisyah dalam box, keduanya segera menikmati makanan yang sudah disediakan.


Andre menyodorkan sesendok nasi beserta lauknya ke Rosyidah. Wanita itu membalas dengan senyuman, lalu membuka mulutnya menerima suapan dari suaminya.


Setelah selesai makan siang dan sholat dhuhur, pasangan suami-istri itu ke depan rumah. Untuk menyalami tamu yang hadir, karena malamnya tidak bisa menghadiri acara aqiqah. Tak lupa mereka membawa Aisyah ke depan.


Walaupun suasana depan rumah terlihat ramai, tidak mengusik tidur Aisyah yang terlihat nyenyak.


Hari beranjak sore, mereka segera kembali ke kamar untuk bersiap-siap mandi. Andre menyiapkan air hangat untuk mandi putrinya, sedangkan Rosyidah menyiapkan baju untuk putrinya.


Walaupun Andre seorang laki-laki, ia juga cukup terampil memandikan bayinya.


Keduanya bahu-membahu mendandani putrinya. Setelah selesai, barulah mereka bergiliran mandi.


Ba'da isya', seluruh santriwan dan santriwati menempati tempat yang sudah disediakan. Satu persatu tamu mulai berdatangan.


Tak lama berselang, tempat yang telah disediakan telah penuh oleh para tamu undangan. Yang kebanyakan datang dari rekan haji Dahlan.

__ADS_1


Hal itu wajar saja, mengingat haji Dahlan adalah orang yang cukup terkenal. Karena jam terbangnya yang cukup tinggi.


Rekan-rekan Rosyidah dan Andre, para tetangga sekitar rumah Andre juga diundang, dan warga sekitar pondok pun juga terlihat turut hadir.


"Hem, cepat banget punya bayinya. Lembur terus tiap harinya?" bisik salah satu teman Andre, yang mengundang tawa mereka.


"Hust, jangan keras-keras. Di larang bercanda. Malu sama mertua ku tau." ucap Andre sambil menutup mulutnya dengan jari telunjuk.


Di jam yang sudah ditentukan, acara aqiqah pun siap di mulai. Haji Dahlan sekeluarga duduk di atas panggung sebelah samping.


Seorang MC memulai acara pada malam hari itu dengan bacaan salam. Setelahnya ia mulai membacakan susunan acara. Yang terdiri dari tilawah Al-Qur'an, kata sambutan, pencukuran rambut bayi serta doa', dan tausyiah.


Menginjak acara yang pertama adalah tilawah Al-Qur'an yang dibacakan oleh seorang santri kelas 6 dari pondok yang di kelola oleh haji Dahlan.


Dengan penuh sopan, anak laki-laki itu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke atas panggung.


Para hadirin menyimak dengan seksama bacaan qiro'ah dari mulut bocah kecil, yang sangat merdu itu.


Acara selanjutnya adalah kata sambutan dari Andre. Dengan badan yang mulai bergetar, ia sedikit menggeser duduknya ke dekat microfon.


'Astaga, kenapa tamunya banyak sekali? Mana belum seratus persen hafal lagi teks nya.' gerutu Andre dalam hati.


Ia menyunggingkan senyum, untuk menghilangkan kegugupannya, lalu mengucapkan salam.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh. Terima kasih kami ucapkan atas kehadiran bapak/ibu, saudara/saudari, rekan-rekan serta adik-adik semua yang telah menghadiri acara aqiqah putri pertama kami.


Semoga dengan kedatangan serta doa dari para hadirin, menjadi salah satu jalan agar putri kami yang kami beri nama Aisyah Humaira, tumbuh menjadi anak sholihah, berakhlak Karimah, penuh sopan santun, dan berbudi luhur, serta berguna bagi agama dan tanah air tercinta.


Sekian sambutan dari saya. Apabila ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf. Waktu saya kembalikan pada pembawa acara. Wassalamu'alaikum."


"Sayang, maaf kata sambutan ku kurang panjang." bisik Andre ketika sudah duduk sejajar dengan Rosyidah.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, awal yang bagus. Harus banyak latihan agar terbiasa." balas Rosyidah sambil menyunggingkan senyum.


Acara pun kembali dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan oleh haji Dahlan. Ia pun menggeser duduknya mendekati microfon.


Dengan suaranya yang khas, ia mengucapkan salam. Dan serempak para tamu menjawab salam itu. Sedikit lebih lama, haji Dahlan menyampaikan kata sambutan. Namun, tidak mengurangi antusias para tamu undangan untuk mendengar kalimatnya sampai akhir.


Setelah haji Dahlan selesai memberi kata sambutan, acara dilanjutkan dengan mencukur rambut bayi.


Rosyidah segera berdiri dan menggendong putrinya. Andre sebagai ayahnya diberi kesempatan pertama untuk mencukur rambut putrinya, lalu di sambung oleh haji Dahlan, ustadz pengisi tausiyah, serta beberapa anggota keluarganya.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tausiyah. Sambil mendengarkan ustadz menyampaikan tausyiah nya, para hadirin menikmati snack cemilan.


Meskipun haji Dahlan juga adalah seorang penceramah, ia merasa sungkan jika harus mengisi tausyiah di acara yang ia gelar. Maka dari itu, ia meminta tolong pada rekannya untuk mengisi tausyiah.


Hampir 1 jam tausyiah itu berlangsung. Meskipun mereka sudah sering kali mendengar tausyiah tentang aqiqah, namun para hadirin tetap fokus mendengarnya. Agar ilmu yang diterima tidak sia-sia. Dan akhirnya tausyiah itu pun selesai.


Rombongan santri membawa menu utama dan menyajikan untuk seluruh tamu. Sambil menikmati hidangan, rombongan santri yang telah siap di atas panggung, memainkan rebana untuk memberi hiburan.


Serangkaian acara itu akhirnya selesai. Para hadirin satu persatu berpamitan dan bersalaman pulang. Tak lupa, Andre dan Rosyidah memberikan amplop untuk mereka.


Umi Sofiah meminta kedua orang tua Andre untuk menginap, karena hari sudah larut malam.


"Iya, pak,Bu. Menginap saja dulu disini. Besok Andre antarkan pulang." bujuk Andre.


"Apa bapak dan ibu tidak kangen dengan Aisyah? Menginap disini saja dulu ya pak,Bu." bujuk Rosyidah.


Akhirnya, kedua orang tua Andre menyetujui permintaan besan dan anak menantunya. Mereka berjalan bersama memasuki rumah.


Umi Sofiah, mempersilahkan besannya untuk tidur di ruang tamu. Tak lupa mereka mencium kening cucu pertamanya dengan penuh kasih sayang. Lalu Andre dan Rosyidah masuk ke kamar.


Andre menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, setelah menyerahkan Aisyah pada istrinya untuk di susui. Ia menghirup nafas lega, akhirnya acara untuk putrinya berjalan dengan lancar.

__ADS_1


Baru saja, Andre memejamkan matanya, tiba-tiba Rosyidah menggelitiknya. Sehingga membuat Andre tergeragap bangun.


"Mas, bersih-bersih dulu dong sebelum tidur." ucap Rosyidah yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil menyisir rambut.


__ADS_2