Juragan Muda

Juragan Muda
242. Persiapan


__ADS_3

Dan, di kediaman Tiwi dengan waktu yang bersamaan, mereka juga tengah membahas acara setahun putri Tiwi.


"Aku ingin mengadakan acara yang mewah untuk setahun putri kita." kata Adam pada Tiwi.


"Tidak perlu mewah mas, yang penting penuh makna." sanggah Tiwi.


Ia menyadari kemewahan sama saja dengan pemborosan. Karena, wanita itu pernah merasakan susahnya mencari rupiah dalam hidupnya. Yakni sebelum bekerja di counter.


Adam memandang Tiwi yang tampak termenung, lalu memegang tangannya.


"Acara ini kan tidak setiap hari kita adakan, ngga perlu takut akan kehabisan uang. Kalau kita bisa membahagiakan orang lain, pasti Allah punya caranya sendiri untuk membahagiakan kita."


"Terserah mas Adam sajalah."


"Akan diadakan di mana nanti acara nak?" pak Somad yang sejak tadi diam, akhirnya ikut bersuara.

__ADS_1


"Karena kemarin acara aqiqah nya diadakan di sini, sekarang waktunya acara ini diadakan di kediaman mama saya pak. Semoga bapak tidak keberatan."


"Tentu saja tidak. Bukankah Fatim adalah anak kalian berdua." kekeh pak Somad.


"Meskipun begitu, Adam mohon, bapak dan ibu juga harus kesana untuk ikut membantu segala urusan persiapan."


"Tentu saja kami akan membantu semaksimal mungkin. Karena Fatim juga cucu kami. Kesana-kemari tidak apa-apa, karena sekarang memiliki 2 rumah. Yah, walaupun keadaan rumah ini, ya seperti nak Adam lihat."


"Saya sangat senang tinggal di rumah yang seadem ini. Hawanya masih terasa segar."


Sampai tak terasa waktu sudah semakin malam. Namun, pembicaraan itu belum juga selesai. Tiwi duduk sambil menyusui baby Fatim yang sudah mulai terisak. Dengan lembut ia membelai pucuk kepala bayinya. Hingga tak lama kemudian, ia terlelap.


_______


Setelah merencanakan acara setahun untuk putra dan putri mereka, keesokan harinya, mereka mulai melaksanakan apa yang menjadi tugas masing-masing. Karena, sepekan lagi acara itu akan dilaksanakan. Mereka tak ingin ada yang terlewatkan satupun.

__ADS_1


Kebanyakan mereka, mulai memesan catering, karena tamu yang diundang cukup banyak. Sementara keluarga Rosyidah, tidak memesan catering, karena anak-anak pondok, menawarkan diri untuk memasak. Mereka yang telah terbiasa masak sendiri, dan dalam jumlah yang cukup besar, merasa enteng melakukan hal itu.


Di hari Sabtu pagi, rumah kediaman pak Atmaja, yang besar dan megah. Bahkan memiliki pelataran yang luas, mulai di dekor. dari mulai interiornya, maupun eksterior. Karena besok hari Minggu acara akan di laksanakan.


Acara itu nanti, akan mengusung tema super Hero Islam. Beberapa manikin, menghiasi sudut ruangan. Tentunya manikin itu dibuat dengan kesan lucu. Agar makna pesannya mudah sampai bagi mereka yang melihatnya. Setiap manikin itu, di tuliskan nama-nama para superhero muslim.


Tak hanya itu saja, balon warna warni, kertas hias yang berwarna-warni, serta gulali juga ikut di gantung. Agar menambah kesan semarak.


Para asisten rumah tangga juga tengah membungkus paket gift, yang terdiri dari seperangkat alat sholat, seperangkat alas sekolah, bagi anak-anak, dan di masukkan dalam tas yang bergambar king Salman.


Sedangkan bagi orang dewasa, paket gitf itu berupa seperangkat alat sholat, dan Al-Qur'an. Tentunya juga di masukkan ke dalam tas yang bergambar king Salman.


Tas itu sendiri, bahkan sudah di pesan, sejak awal mereka merencanakan acara itu. Bahkan, pemesanannya pun, dalam jumlah yang banyak. Agar semua tamu undangan mendapatkannya.


Saat sore tiba, seluruh pekerjaan itu akhirnya selesai. Pak Atmaja sekeluarga, bisa menghirup nafas lega. Tinggal menunggu besok siang, dimana acara itu akan di mulai.

__ADS_1


__ADS_2