Juragan Muda

Juragan Muda
132. Oh indahnya cinta


__ADS_3

"Iya. Dan Miss Laura pantas mendapatkan cinta ku." Reyhan tersenyum menatap Laura. Laura langsung membulatkan kedua matanya dan menatap Reyhan.


"Jangan merayu ku, ingat sudah ada calon istri."


"Iya, dan itu Miss Laura." Reyhan terus mengeluarkan jurus merayu.


"Kamu..." Laura bingung harus berkata apa lagi. Ia tak percaya Reyhan berkata seperti itu.


"Iya ada apa Miss Laura?"


"Kamu menyebalkan."


"Iya, cuma Miss Laura yang bisa buat aku menjadi manusia menyebalkan seperti ini. Padahal semua orang bilang aku baik."


"Kalau kamu orang baik, tentu ngga akan terus-menerus menggoda ku. Harusnya kamu segera mempersiapkan pernikahan mu dengan Anisa." ketus Laura.


"Oh jadi itu, yang membuat Miss Laura main kebut kebutan di jalan sampai masuk rumah sakit? Baiklah, jika aku menikah dengan Anisa apa itu membuat Miss Laura semakin sebal pada ku? Dan, apakah setiap perkataan ku terdengar seperti orang yang sedang menggoda?"


"IYA!"


"Oh itu tandanya Miss Laura yang mulai jatuh hati pada ku." Laura membulatkan matanya, tak sadar jika ia sudah keceplosan.


"Kamu...."


"Lalu bagaimana jika Anisa akan menikah dengan adik ku Bayu?" Laura mengernyitkan keningnya, bingung dengan perkataan Reyhan.


"Itu urusan dia."


"Oh, baiklah. Berarti sekarang urusan ku tinggal mengejar cinta ku ya."


Hemm...


Laura hanya berdehem saja. Tak ingin lagi menanggapi ucapan Reyhan yang semakin tak masuk akal dan membuatnya geram.


"Karena cinta ku ada disini, ya sudah aku langsung bilang saja. Mau ngga Miss Laura menikah dengan ku?" dengan serius Reyhan menatap Laura.


Tangannya menggenggam tangan Laura dengan erat.


'Hah, astaga, aku ngga salah dengar? Dia... Ngajak aku nikah?' batin Laura yang seakan ingin berjingkrak karena bahagia. Tapi, ia takut bila ternyata itu hanya sebuah candaan yang di lontarkan Reyhan.


'Ingat Laura, mode elegan. Bisa jadi ini hanya candaan nya saja.' batinnya lagi mensugesti diri untuk tidak lepas kendali.


"Diamnya perempuan itu tanda setuju." kata Reyhan sambil mengusap jemari Laura.


"Jangan pegang pegang! Takut dosa." Laura menyentakkan tangannya.


"Dosa sedikit ngga apa-apa, secepatnya akan aku halalkan sentuhan tangan ini." ucap Reyhan meringis sambil mengecup jemari Laura yang halus itu.

__ADS_1


'Aduh, beneran ngga sih dia mau halalin aku?' batin Laura.


"Iya benar, aku ngga bohong. In shaa Allah, secepatnya akan aku halalkan Miss Laura. Ngga mungkin kita buat pesta pernikahan di rumah sakit kan?" ucap Reyhan yang seakan mendengar isi hati Laura.


"Makan dulu ya, biar ada tenaga untuk marah-marah. Eh, untuk sembuh maksudnya." Reyhan sekedar bercanda agar Laura mau makan.


"Ha... buka mulutnya." perintah Reyhan. Laura sejenak menatap Reyhan lalu tersenyum dan membuka mulutnya. Sesuap bubur berhasil masuk ke mulut Laura.


"Pinter calon istriku."


Laura terkekeh geli mendengar ucapan Reyhan itu.


"Jangan ge-er, aku belum bilang setuju jadi istri mu kok."


"Ku anggap setuju sajalah, buktinya mau aku suapin. Ha... buka lagi mulutnya." Laura hanya memandang sejenak Reyhan lalu kembali membuka mulut nya.


"Ini doyan apa kelaparan? Cepet banget habisnya." canda Reyhan, ketika melihat semangkuk bubur itu telah habis tak bersisa.


Ceplek...


Lagi-lagi Laura memukul tangan Reyhan, yang membuatnya terkekeh.


"Terus saja seperti itu. Selalu kdrt sama calon suami." ucap Reyhan yang pura pura marah.


Setelah menghabiskan makan, minum dan obat keduanya kembali terdiam. Bingung harus berkata apa lagi.


'Oh no, kenapa dia pandai meluluhkan hati ku?'


Sementara itu, di luar kamar, bu Ani mendekati suaminya.


"Pa? Ada perlu apa manggil mama?"


"Mama ini gimana sih, masa ngga ngerti urusan anak muda."


"Maksud papa apa sih? Mama ngga ngerti."


"Tadi dokter bilang kan kalau yang menolong Laura adalah Reyhan, dan sejak kemarin ia terus menunggu Laura di luar. Itu tandanya keduanya sedang ada hubungan serius. Kita beri waktu saja untuk keduanya agar bisa saling bicara."


"Kok mama yang jadi deg-degan. Kalau ternyata Reyhan ngga cinta sama Laura gimana? Dia kan ganteng, kaya, pasti juga banyak cewek yang antri untuk mendapatkan hatinya."


"Mama ini gimana sih? Ya pikirkan caranya sampai kita berhasil menyatukan mereka dong."


"Tapi semua itu kan sudah takdir Tuhan pa." Pak Atmaja langsung diam seribu bahasa mendengar penjelasan istrinya.


"Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam." balas kedua orang tua Laura. Bu Ani segera bersalaman dan memeluk ibunya Reyhan.

__ADS_1


"Gimana keadaan non Laura bu?"


"Alhamdulillah, kondisinya baik. Hanya luka ringan, dan sedikit benturan di kepala membuat ia merasakan pusing."


"Syukurlah jika tak sampai terjadi sesuatu yang berbahaya. Oh ya ini saya bawakan sarapan. Pasti bapak dan ibu juga Reyhan belum sarapan." ucap bu Rohmah sambil memperlihatkan rantang makanan.


"Terima kasih bu, seharusnya ngga perlu repot-repot."


Tak berselang lama, suara salam kembali menyapa mereka. Mereka adalah haji Dahlan sekeluarga dan dan pak Gofur sekeluarga.


"Bagaimana keadaan nak Laura." tanya haji Dahlan, setelah mereka saling bersalaman berpelukan.


"Alhamdulillah, tidak ada luka yang serius. Hanya sedikit benturan di kepalanya yang membuatnya pusing dan mual pak." tutur pak Atmaja.


"Boleh kita masuk om?" tanya Anisa.


"Oh tentu, silahkan."


Akhirnya rombongan itu berduyun-duyun masuk ke kamar Laura.


Semua menatap tak berkedip ke arah Reyhan dan Laura yang masih terdiam, dengan posisi Reyhan menggenggam jemari Laura dan menciumnya.


Rosyidah dan Anisa tak menyangka jika wanita yang berhasil meluluhkan hati Reyhan adalah Laura.


Ehem....


Sengaja pak Atmaja berdehem keras. Sontak Laura dan Reyhan menoleh ke asal suara dan sangat terkejut ketika melihat rombongan manusia yang tengah berkumpul di depan pintu. Tapi anehnya, walaupun keduanya terkejut, tangan keduanya tetap saling menggenggam.


"Belum halal." celetuk haji Dahlan.


Reyhan langsung mengernyitkan keningnya dengan ucapan haji Dahlan itu. Ia celingukan dan akhirnya melihat jika tangannya dan Laura masih saling bertautan. Keduanya pun segera melepas genggaman tangannya sambil tersipu malu. Mereka yang melihat adegan itu hanya bisa tersenyum.


Reyhan segera berdiri dan menyalami haji Dahlan dan pak Gofur.


"Kalau sudah ngga tahan, langsung saja di nikah kan pak." dengan entengnya pak Gofur berucap.


"Saya terserah keduanya saja pak." jawab pak Atmaja.


"In shaa Allah secepatnya akan saya halalkan Miss Laura untuk saya pa." ucap Reyhan dengan lantang di hadapan semua orang. Hal itu tentu saja membuat Laura tersipu malu.


"Alhamdulillah." ucap seisi ruangan itu.


Kaum lelaki duduk di sofa kamar itu sambil berbincang-bincang. Sedangkan kaum perempuan tengah mengelilingi Laura dan mulai bergosip ria.


Sesekali Reyhan mencuri pandang ke arah Laura. Walaupun wajahnya terdapat beberapa luka, tapi tidak membuat kecantikan nya luntur.


Dan, ketika pandangan keduanya bersirobok, Laura langsung mengalihkan pandangannya karena malu.

__ADS_1


Oh indahnya cinta.


__ADS_2