Juragan Muda

Juragan Muda
25. Persiapan cabang kedua


__ADS_3

POV Reyhan


Semua barang yang mendekati habis sudah ku rekap kemarin. Sales dari berbagai provider semua sudah ku hubungi untuk segera mengirim pesanan ku. Sebuah etalase baru reward dari salah satu brand handphone dan satu unit etalase bekas yang aku pesan kemarin lewat marketplace sudah diangkut ke kios baru kemarin.


Siang ini hanya tinggal menunggu telepon dari pihak pengirim pesanan. Jika mereka sudah sampai di kios baru, aku pun akan segera meluncur kesana.


Beberapa paketan yang akan diambil oleh kurir juga sudah aku packing sejak subuh tadi. Meskipun aku telah memiliki karyawan, rasanya aku pun juga perlu mengerjakan hal seperti ini, agar tetap bisa memastikan kualitas produk yang aku jual.


Ya, sekarang aku pun menjual produkku tidak hanya secara offline tapi juga secara online.


Waktu itu, salah satu temanku yang merantau di Jakarta pulang dan mampir kerumah ku. Awalnya dirinya begitu kaget ketika ada counter didepan rumah ku. Memberanikan diri mendekat dan melihat ku melayani user, setelah itu akhirnya dia mendekat ke aku. Kami pun terlibat percakapan yang lumayan panjang sambil melihat-lihat barang di counter.


Dia pun membeli beberapa accesoris handphone dari tempat ku yang bisa dibilang harganya murah dan 2 unit handphone untuk oleh oleh keluarga di Jakarta. Setelah bertukar nomor handphone dia pun berpamitan pulang.


Dan tak menyangka jika selang beberapa hari dia menelpon ku, minta dikirimi accesoris handphone dengan model yang berbeda beda juga paket data tak lupa 1 unit handphone untuk keponakannya.


Aku pun mensugesti diri bahwa aku pun juga bisa menjual barang barang ini via online, dan Allah sengaja mengutus salah satu temanku untuk menjadi pelanggan pertama ku, dan aku tidak boleh mengecewakan, harus bisa memberikan pelayanan prima.


Setelah itu, aku pun bergegas menyiapkan pesanannya kemudian mulai packing. Yang namanya masih awam tentang packing paket, tentu masih terlihat kurang rapi, aku pun membongkar paket dan membungkus nya berulang kali sampai terlihat rapi.


Dan berawal dari itu, aku mulai berani menawarkan di akun sh*pee dan market place lainnya. Makin lama makin banyak yang tau, membeli, cocok dan semua rata rata merespon bagus. Bahkan ada juga yang sengaja membeli dalam jumlah banyak untuk dijual lagi.


Aku pun mengajari Tiwi dan Bayu mengelola akun jualan ku di market place. Alhamdulillah mereka pun juga cepat bisa menguasai.


Tak lama handphone ku berdering, nama dari seorang sales provider, aku segera mengangkat nya. Setelah sekian detik bicara percakapan selesai.


Aku segera ke kamar mengambil tas, jaket, dan kunci motor lalu berpamitan ke Bayu dan Tiwi menuju ke kios baru ku.


Beberapa dus accesoris handphone sudah Bayu letakkan di motorku, setelah nya langsung aku tancap gas karena sudah ditunggu oleh sales.


Tak sampai 15 menit, akhirnya aku sampai. Ternyata sudah ada 3 orang dari provider berbeda yang menunggu ku di kios baru.

__ADS_1


Bergegas aku mendekat, bersalaman dan membuka pintu rolling door lalu mempersilahkan semua masuk.


Satu persatu menyampaikan tujuan nya, setelah transaksi selesai mereka segera berpamitan melanjutkan perjalanan nya. Sedangkan aku mulai sibuk mendisplay counter.


Tak terasa waktu Maghrib tiba, bergegas aku melangkah menuju kamar mandi untuk berwudhu dan mendirikan sholat Maghrib di kios.


Setelah nya aku kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda sampai rasa capek, ngantuk dan laper bercampur jadi satu. Ketika aku melihat arloji ternyata sudah pukul 8.


'Astaghfirullah.' gumam ku, melihat pekerjaan yang belum selesai.


Sambil meregangkan otot aku pun keluar kios mencari penjual makanan. Dan untung saja ada penjual nasi goreng di pojok kiri pasar. Bergegas aku mendekat, menyampaikan pesanan ku, lalu setelah nya kembali menyelesaikan pekerjaan agar segera bisa pulang sambil menunggu nasi goreng jadi.


"Permisi mas." Aku langsung menoleh ke asal suara, ternyata penjual nasi goreng mengantarkan pesanan ku.


"Berapa pak?"


"40rb mas." Aku pun segera mengeluarkan selembar biru dan menyerahkan ke penjual.


"Eh ngga usah pak, buat njenengan aja kembaliannya. Makasih ya sudah repot repot dianterin."


"Lhoh mas..."


"Iya pak, ngga papa pak." ucapku menyakinkan sambil tersenyum.


"Baiklah terima kasih, semoga usahanya lancar ya mas." jawab bapak itu sambil pandangannya menyapu setiap sudut ruangan counter ku dengan seulas senyum kagum. Aku pun mengangguk dan sekali lagi tersenyum.


Setelah penjual nasi goreng pergi, bergegas aku merapikan pekerjaan lalu menyambar nasi goreng yang tergeletak di atas etalase dan tak lupa mengunci pintu rolling door.


_____


Hari esok pun kembali tiba, counter yang ada didepan rumah sementara waktu ku putuskan untuk di handle Bayu dulu. Sedangkan aku mengurus di cabang yang baru.

__ADS_1


Pagi itu bergegas aku berangkat ke cabang baru, karena masih ada sedikit pekerjaan yang belum terselesaikan.


Dengan penuh semangat aku pun segera menyelesaikan nya. Memasang beberapa lembar kertas promo yang tulisannya cukup besar agar bisa terlihat jelas dari kejauhan. Setelah itu aku pun memasang MMT di depan counter.


Tepat pukul 9 pekerjaan ku selesai, sebelum resmi buka, tak lupa aku mengerjakan sholat Dhuha dengan khusu' sambil membaca doa wirid.


Semakin kesini aku semakin ingin berlama-lama dalam menunaikan ibadah itu. Tidak seperti dulu, baru 2 rekaat saja sudah megap megap, akhirnya sholat ku jadi bolong bolong.


"BISMILLAH." aku bergumam lirih, doa dzikir pagi petang pun tak lupa ku baca, setelah itu aku mulai membuka rolling door.


Setelah nya sambil duduk, aku mulai mempromosikan cabang counter ku di market place. Siapa tau ada teman atau pelanggan yang rumah nya dekat sini, dari pada ambil barang ke counter depan rumah ku yang jauh bisa ambil disini.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanyaku ramah menyapa seorang calon pembeli.


"Iya mas, beli paket data yang itu ya." jawab nya sambil menunjuk selembar kartu kuning yang dimaksud.


"Wah, lagi banyak promo ya mas."pandangan pembeli itu menatap ke setiap sudut ruangan sambil berdecak kagum.


"Iya mas, bisa dibantu ya tawarin ke teman saudara atau tetangga. Kalo mau jadi reseller saya pun bisa mas tapi ada beberapa syarat syaratnya juga." lalu aku pun mulai menerangkan satu persatu. Dia pun manggut-manggut sambil tersenyum simpul.


"Nah jadi gimana mas?" tawar ku lagi.


"Boleh deh mas, aku coba ya. Semoga seterusnya harganya murah ya mas, biar bisa jadi langganan. Ngga kayak counter yang di samping samping kamu." jawabnya dengan seulas senyum.


"Okay, jadi mau jualan paket data dulu aja ya?" tanyaku memastikan, dia pun mengangguk setuju.


Akhirnya, aku pun menyiapkan pesanannya, menghitung dengan teliti dan memberikan selembar nota transaksi.


'Alhamdulillah.' batinku setelah menerima uang transaksi pertama. Dan semoga mas itu berhasil usahanya, setelah melihat pembeli pertama keluar dari counter.


Dan tak lama berselang, pembeli kedua ketiga bergiliran datang. Bahkan benar saja tebakan ku, kalo pelanggan yang rumah nya dekat pasar sengaja mendatangi ku kesini.

__ADS_1


Tak hanya sekedar memberi support tapi ada juga yang membawakan makanan hasil eksperimen nya. Untung percobaan pertama nya langsung enak, jadi ngga segan segan aku menghabiskan sambil bercengkrama.


__ADS_2