
Dengan nafas yang terengah-engah Reyhan berjalan menyusuri anak tangga.
"Nak Reyhan ngga apa-apa kan?" tanya pak Atmaja ketika sudah berada di ruang tamu.
"Oh ngga apa-apa kok pak." sengaja Reyhan berbohong, padahal sudah takut setengah mati mengingat kejadian yang baru saja terjadi dikamar.
"Ya sudah saya permisi pulang ya pak, sudah larut malam soalnya."
"Mau naik apa malam malam begini?"
"Nanti saya biar jalan ke gang depan cari ojek saja."
"Saya ngga ijinkan kamu naik ojek!" suara pak Atmaja terdengar lantang yang membuat Reyhan langsung mendongakkan kepalanya.
"Pakai mobil Laura saja, dan besok kamu kesini untuk mengantarkannya kuliah." lanjut pak Atmaja lagi sambil tersenyum.
"Tapi pak....."
"Tidak ada tapi-tapian, Laura butuh seorang yang bisa menjaga nya." tegas pak Atmaja.
"Tapi kan, Miss Laura sudah memiliki pacar, saya takut mengganggu mereka."
"Itu urusan saya. Hidup papa sudah tidak lama lagi, tolong kabulkan permintaan papa ini." pak Atmaja pun langsung memasang muka sedih.
'Astaghfirullah, baru keluar dari kandang macan masuk kandang serigala. Kenapa sekeluarga pada aneh seperti ini.' batin Reyhan lalu menghembuskan nafas sebelum memberi jawaban.
"Iya sudah pak, terimakasih sudah meminjamkan mobilnya. Saya pamit ya pak."
"Nah bagus, hati hati ya. Sering sering main kesini." jawab pak Atmaja senang sambil menepuk bahu Reyhan.
"I_iya." jawab Reyhan tersenyum canggung.
"Kejutan apa lagi yang akan dia berikan besok." gumam Reyhan sambil menyetir.
"Lhoh, mobil siapa yang kamu bawa itu kak?" tanya Bayu yang juga sama-sama baru pulang.
Huft....
"Mobil cewek itulah." kata Reyhan terdengar tidak mengenakkan, yang membuat Bayu mengernyitkan dahi.
"Cewek itu, maksud nya Laura? yang sering kesini itu?" tanya Bayu lebih jelas karena penasaran.
"Ya siapa lagi kalau bukan dia." lalu Reyhan segera masuk kamar, tak lupa untuk menutup pintunya.
"Wah, asyik bener ya punya pacar anak orang kaya, bisa gantian mobil. Dan Laura itu juga cantiknya kebangetan." gumam Bayu cengar-cengir sendiri lalu juga memasuki kamar nya.
Sesampainya dikamar, Reyhan langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur. Pandangan nya menerawang melihat genteng rumahnya.
__ADS_1
"Kenapa aku bisa terjebak dengan keadaan ini? Apa yang harus ku perbuat? Setelah putus dengan Sinta dan lama menjomblo, hatiku malah lebih tenang, biarlah jodoh jadi rahasia Allah. Semoga kebetulan ku dengan Miss Laura hanya sesaat saja. Jangan sampai seterusnya." gumam Reyhan yang mulai bergidik ngeri membayangkan dengan Laura. Tutup muka dengan bantal lalu tidur tanpa bersih bersih seperti biasanya.
"Mobil siapa ya yang parkir di depan rumah begini." kata Bu Rohmah sambil menyapu teras rumah.
"Reyhan, itu mobil siapa? kok parkir dihalaman kita? Apa punya tetangga sebelah atau jama'ah masjid?" tanya Bu Rohmah yang melihat Reyhan baru saja pulang dari masjid, mengikuti sholat subuh berjamaah.
"Itu, mobil Miss Laura bu." jawab Reyhan dengan ragu-ragu.
"APA! Kenapa bisa disini? Apa dia...... menginap disini?" tanya Bu Rohmah yang terkejut dengan penjelasan Reyhan yang setengah-setengah itu.
"APA! Ya ngga mungkin lah bu dia tidur disini, mana mau tidur dirumah yang sekecil ini." jelas Reyhan, yang sebelumnya terkejut dengan dugaan ibunya yang negatif itu.
"Cepat jelaskan ke ibu yang jujur." kata Bu Rohmah sambil menarik tangan Reyhan untuk duduk di kursi.
Reyhan pun segera menjelaskan apa yang terjadi tadi malam. Tentunya ada beberapa bagian yang di skip.
Bu Rohmah seketika bisa bernafas lega dan tersenyum cerah. Reyhan melihat ibunya yang tengah senyum senyum sendiri. Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, dia juga tidak tahu dan tak mau tahu jika itu menyangkut soal Laura.
Setelah selesai menyelesaikan segala aktifitas nya di pagi hari, Reyhan bergegas mengecek laporan transaksi hari kemarin yang belum sempat di cek.
Ditengah aktivitas nya itu, tiba-tiba handphone di mejanya bergetar hebat. Hatinya juga ikut bergetar mengetahui nama yang tertera di layar handphonenya.
'Kenapa lagi dia?' batin Reyhan lalu segera menempelkan benda pipih itu ditelinga nya.
"Cepetan kesini, keburu kesiangan aku!" singkat padat dan jelas Laura menelponnya, lalu panggilan terputus tanpa ada kesempatan Reyhan untuk menjawab.
"Bos, semalam mbak cantik itu tidur disini ya?" goda Dinda.
"Hush, diam kamu. Jangan main fitnah sembarangan. Kalau kedengaran orang lain bisa bahaya, jatuh dong reputasi ku."
"Maaf bos, tapi kok itu mobilnya ada di depan? Kan aku jadi curiga bos, kalau kalian....." sengaja Dinda tak meneruskan kalimatnya sambil cengar-cengir.
"Jangan menghancurkan mood ku di pagi hari kalau"
"Kalau tidak mau gajinya dipotong." sambung Dinda dengan cepat. Karena sudah tahu kebiasaan bos nya itu.
Reyhan pun kembali ke kamar dan segera bersiap siap menuju rumah Laura. Tak mau meladeni Dinda yang bicara nya sudah ngalor ngidul.
Tapi sesebal apapun Reyhan terhadap karyawannya tidak pernah ia benar-benar memotong gaji karyawannya.
Termasuk kejadian dulu waktu video Reyhan menyuapi Laura diteras rumah, dan video ketika acara pengajian tersebar di grup counter. Reyhan hanya bisa menelan ludah karena seringnya karyawannya menggodanya.
Dengan memakai outfit kaos warna putih celana jeans selutut warna denim dan sepatu warna putih Reyhan terlihat lebih muda. Aura ketampanannya kian terpancar.
"Bos, aku doakan semoga kalian berdua cepet..." teriak Dinda sambil mengatupkan kedua tangannya dari ambang pintu ketika Reyhan sudah berdiri di samping mobil. Reyhan hanya bisa mendengus kesal.
"Lama-lama karyawan ku ngelonjak ya." gumam Reyhan lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Ting tong.....
Reyhan menekan bel beberapa kali. Tak lama kemudian pak Atmaja keluar menyambut kedatangan nya.
"Tunggu sebentar ya, mama baru memanggil Laura." terang pak Atmaja.
"Pak, kenapa manggilnya seperti itu?" tanya Reyhan yang sedikit geli dengan sebutan kata mama papa dari dulu.
"Kamu sudah kami anggap anak sendiri, jadi kamu juga harus membiasakan memanggil kami papa dan mama. Seperti Laura itu."
'Ih kok makin aneh mereka.' batin Reyhan yang bergidik ngeri. Bukan apa-apa disuruh panggil seperti itu.
"Pa, ma. Laura berangkat dulu ya." pamit Laura sambil cipika-cipiki dengan kedua orangtuanya.
Sesaat Reyhan dibuat Laura menelan ludah, karena dandanannya yang semakin terbuka. Dress merah menyala yang buntung lengannya dan panjangnya hanya 5cm. Sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih. Kaca mata hitam yang dipakainya juga menambah kesan yang sulit untuk diartikan oleh Reyhan.
Menyadari kesalahannya karena sudah menatap Laura terlalu lama segera ia pamit ke pak Atmaja dan bu Ani tapi hanya sekedar salaman saja.
Laura melangkah dengan anggun mendahului Reyhan yang kemudian mengikuti dari belakang. Kembali Reyhan dibuat syok karena baju Laura bolong tengah seperti sundel bolong. Tapi ini menurutnya lebih menyeramkan lagi.
"Miss Laura tunggu!"
"Ada apa lagi?" Laura membalikkan badan menatap Reyhan.
"Bajunya.... yang belakang bolong. Apa Miss laura tidak tahu?" tanya Reyhan dengan polos.
Laura hanya tersenyum kecil menanggapi celotehan Reyhan, dan bergegas masuk mobil.
"Kenapa ngga jawab pertanyaan ku?" tanya Reyhan kembali ketika sudah masuk mobil.
"Ini tuh namanya fashion. you no!"
Author akan beri sebuah hadiah bagi kakak kakak yang selalu mendukung karya outhor Juragan Muda.
Yang belum mampir ditunggu mampir nya.
Yang sudah mampir tetap setia sama mas Reyhan Juragan Muda ya.
Hadiah berupa pulsa 50rb untuk juara pertama yang memberi dukungan terbanyak.
hadiah berupa pulsa 25rb untuk pemberi dukungan kedua terbanyak.
Hadiah akan diumumkan setelah novel ini tamat.
Dan untuk kapan tamatnya, author juga belum bisa memastikan. Bisa jadi sebentar lagiðŸ¤ðŸ¤
Jadi untuk kakak readers semua, ayo dukung terus karya author dengan meningkatkan memberi hadiah dan vote. Pastikan kalian membaca dulu sebelum menekan like nya ya. Jangan asal spam like😉😉
__ADS_1