
Camping bersama menjadi momen indah yang tak terlupakan bagi mereka.
Sejak saat itu para suami menyimpan tanda tanya dalam hati masing-masing karena kelakuan aneh para istri mereka. Sehingga mereka selalu membelikan banyak makanan yang istrinya sukai. Tentu saja hal itu membuat istri mereka girang.
"Kamu, ngga bosen sayang makan terong melulu tiap hari?" celetuk Reyhan suatu hari, ketika menemani Laura yang tengah lahap menyantap terong penyet.
"Sayuran itu kan bikin badan kita sehat mas."
Reyhan manggut-manggut mendengar jawaban yang sama setiap harinya dari mulut istrinya. Matanya menelisik penampilan Laura.
Pipinya semakin cubby, semakin cantik, dan badannya juga terlihat lebih berisi. Tidak hanya itu saja, buah apelnya berubah jadi buah jeruk Bali yang besar besar dan padat. Sehingga harus mengganti size bra-nya. Tiap kali di sentuh Reyhan, pasti Laura akan mengeluh sakit.
"Kamu mau nambah lagi?" tawar Reyhan ketika melihat piring Laura sudah kosong.
"Enggak ah, ntar aku gendut." kekeh Laura, sambil meraba perutnya yang semakin gendut.
Reyhan juga melihat ke arah perut Laura yang terlihat membuncit.
"Arghhh.... Geli."
"Kamu kenapa sayang?" Reyhan mengernyitkan keningnya, melihat Laura yang tampak aneh. Tidak ada yang menyentuhnya, tiba-tiba merasa geli.
"Kenapa dalam perut ku, terasa geli ya mas. Apa terlalu banyak makan, jadi cacing dalam perut ku bersorak bahagia." cicit Laura.
"Bisa jadi itu." keduanya pun tertawa bersama.
Malam harinya, seperti biasa Reyhan dan Laura terbangun untuk melaksanakan sholat tahajud.
Selama melakukan gerakan sholat, Laura merasa ada yang aneh, ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Reyhan yang melihat Laura terbengong setelah selesai berdo'a.
"Kenapa sejak beberapa hari ada yang aneh dengan diri ku ya mas. Cacing dalam perut ku terus bergerak, walaupun pelan, tapi aku bisa merasakan." ucap Laura sedikit khawatir. Reyhan pun juga mengernyit bingung.
"Apa sebaiknya kita besok periksa?"
"Aku takut mas, nanti kalau aku mengidap penyakit aneh gimana?" wajah Laura semakin pucat pasi.
"Mas akan selalu di sampingmu apapun yang terjadi." ucap Reyhan sambil menggenggam tangan Laura, lalu memeluknya hingga tertidur. Setelah itu ia mengangkat nya ke tempat tidur.
__ADS_1
______
Sementara di tempat lain, yakni di rumah Bayu, Anisa juga masih gemar makan ikan segar. Bayu setiap hari harus pergi ke pasar membelikannya.
"Sayang, kamu ngga bosan tiap hari makan ikan melulu? Aku saja yang tiap hari beliin, udah bosan duluan."
"Enggak tuh mas. Ikan itu kan baik untuk otak."
Bayu menganggukkan kepalanya paham. Malam itu keduanya sedang makan di kamar, karena ibu dan Bima sudah tidur duluan.
Tak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Bayu pun segera mengajak Anisa untuk tidur.
Setelah membersihkan diri, keduanya berbaring, dan Bayu melingkarkan tangannya di perut Anisa. Ia mengernyitkan dahi ketika merasakan perut Anisa yang membuncit.
"Kok kamu mengernyitkan dahi seperti itu mas? Kamu pasti mengira aku gendut ya? Pasti kamu ngga suka kalau aku gendut?"
Anisa menyadari perutnya yang semakin membuncit. Sehingga ia langsung membelakangi Bayu.
"Eh, enggak kok sayang. Aku cinta kamu apa adanya. Justru kalau kamu bertambah gendut, semakin empuk dinaikin." kekeh Bayu sambil mencium tengkuk Anisa, sehingga ia kegelian. Ia juga mengusap perut Anisa yang buncit.
"Kamu makan banyak juga demi Zakira biar cepet tumbuh besarkan sayang?"
Anisa yang sudah kekenyangan makan dan kenyang dengan gombalan suaminya tertidur duluan. Sedangkan Bayu masih meraba-raba perut Anisa.
"Ya ampun sayang, apa benar perut mu gendut karena setiap malam selalu makan?" gumamnya.
"Lhololoh, kok.... perut Anisa seperti bergerak-gerak? Apa dia menderita penyakit? Ya Allah, kasian sekali istri ku. Besok harus segera ku bawa dokter, sebelum terlambat." gumam Bayu sambil terus mengusap perut Anisa.
_____
Setelah menikah, Tiwi memutuskan untuk berhenti kerja di toko Anisa, karena permintaan suaminya. Walaupun sebenarnya berat hati memutuskan hal itu, namun Tiwi tak bisa berbuat lebih selain hanya patuh pada perintah suaminya.
Sehari-hari ketika di rumah Adam, Tiwi terkadang membantu ibu mertuanya merawat bunga. Atau membersihkan kamarnya. Selain itu, tak ada yang bisa ia lakukan, karena semua sudah dikerjakan oleh asisten rumah tangga.
Setelah mandi, Tiwi duduk di meja rias sambil menyisir rambutnya. Ketika ia berdiri sambil mematut diri, ia merasa ada yang aneh.
"Kenapa sayang?" tanya Adam yang baru saja selesai mandi, dan cukup mengejutkan Tiwi.
"Sepertinya aku tambah gendut mas. Apa mungkin gara-gara aku cuma di rumah saja ya. Jadi kurang gerak gitu. Lemaknya menumpuk deh di perut."
__ADS_1
Adam terkekeh mendengar celotehan istrinya. Ia mendekati istrinya lalu memeluknya dari belakang. Tangannya melingkar di pinggang Tiwi. Lalu perlahan mengusap perut Tiwi yang sedikit membuncit.
"Justru aku senang sayang kalau kamu tambah gemuk. Itu tandanya aku berhasil mengurus mu dengan baik. Kalau setelah menikah kamu semakin kurus, itu tandanya aku ngga bisa mengurus mu dengan baik."
"Tapi mas, aku ingin kelihatan langsing kembali. Biar baju-baju ku tetap pas di pakai."
Adam yang tadi tersenyum mendengar celotehan istrinya, tiba-tiba mengernyitkan dahi ketika sedikit menekan perut istrinya.
"Bersiaplah, kita ke rumah sakit sekarang sayang." ucap Adam, yang membuat Tiwi mengernyitkan dahi. Antara bingung dan cemas, khawatir bercampur jadi satu. Bergegas ia mengikuti perintah suaminya.
_____
Sedangkan Rosyidah, ia membantu mengelola counter suaminya. Saat Andre masuk kerja, Rosyidah yang menjaga counternya. Di jam istirahat pabrik, Andre menghampiri Rosyidah dan keduanya makan siang bersama.
Pukul 9 malam, Andre baru saja pulang dari counter. Ia melihat Rosyidah yang sedang mengerjakan pekerjaannya, menilai jawaban dari murid-muridnya.
Rosyidah segera bangkit berdiri dan menyalami suaminya. Dari balik daster, Andre memperhatikan istrinya yang badannya tampak semakin mengembang itu.
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu mas?" Rosyidah mengernyitkan dahi menatap suaminya.
"Eh, enggak apa-apa kok."
"Aku ngga mau, kamu bohong. Ayo katakan yang jujur mas."
Bukannya menjawab pertanyaan, Andre justru langsung mengangkat tubuh istrinya, sehingga membuat wanita itu tersentak kaget.
"Apa yang kamu lakukan mas?" teriak Rosyidah.
"Tes berat badan sayang. Sepertinya makan nasi dengan lauk ketela rambat bisa menaikkan berat badan lebih cepat. Seperti yang kamu lakukan saat ini."
"Jadi kamu ngatain aku gendut?" Rosyidah menghentakkan kakinya, dan berlalu menuju mejanya. Namun dengan gerak cepat Andre menarik tangan Rosyidah.
"Eh, jangan marah dong sayang. Aku suka kok kamu gendut. Biar semakin hangat gitu kalau malam." kekeh Andre.
"Besok antarkan aku ke rumah sakit. Aku mau cari info diet yang alami dan menyehatkan. Aku malu kalau gendut mas."
"Ngga usah diet , aku suka kamu semakin bertambah gendut."
"Aku ngga mau gendut. Titik."
__ADS_1