Juragan Muda

Juragan Muda
52. Terjebak didalam mobil


__ADS_3

DEG!


"Reyhan." gumam Laura dengan lirih.


"Apa! Kamu sudah kenal dia sayang?"


"Eh enggak sayang, dia itu kan yang nabrak kita sewaktu berangkat kuliah." Laura sengaja berkilah.


"Ya udah ayo kita samperin dia." ajak Choki sambil menggandeng tangan Laura.


"Ngapain?" tapi tak dijawab Choki.


"Hei, kamu!"


Reyhan menoleh ke sumber suara, dan terkejut melihat 2 orang yang sudah berdiri dihadapannya.


"Hei pembohong, bilang nya mau transfer tapi ngga jadi. Sekarang mana ganti ruginya."


Seketika Reyhan merasa malu karena mendengar Choki bicara dengan nada yang keras.


"Sayang pliss jangan teriak-teriak dong, kan malu dilihat pengunjung." bisik Laura.


"Okay sekarang kalian mau ganti rugi apa?" akhirnya Reyhan bersuara dengan pelan.


"Bener ya terserah aku?" tanya Choki antusias. Reyhan pun mengangguk.


"Ayo ikuti aku sekarang." Choki berjalan terlebih dulu lalu diikuti Reyhan dan Laura.


"Kamu harus bayar handphone ini." Choki menunjuk handphone yang dipilihnya tadi.


"Pake uangku aja sayang, ngga enak sama tu cowok." bisik Laura.


"Ngga usah, uangnya buat beli parfum aja yang itu." balas Choki sambil berbisik yang membuat Laura geleng-geleng kepala merasakan kekasihnya yang matre.


"Gimana kamu sanggup ngga? Pasti ngga sanggup kan? Rakyat jelata mana mampu beli handphone mahal." sindir Choki.


"Lhoh mas kok ngomong gitu sih, asal mas tau dia itu...." customer servis yang melayani Choki tadi ingin membela bos nya tapi sengaja di tahan oleh Reyhan lewat tatapan matanya.


"Iya saya paham mbak, dia itu orang ngga mampu. Ya sudah kamu bayar separuhnya aja. Nih lihat dulu notanya." Choki menyodorkan nota ke Reyhan, dan Reyhan menerima nota itu sambil sejenak mengamati.


"Gimana? masih ngga mampu juga? Ya udah sepertiganya aja kamu yang bayar."


"Lho sayang, ini mau bayar hape apa mau mbayar cabe, kok tawar menawar." bisik Laura.


Tanpa pikir panjang akhirnya Reyhan mengeluarkan sejumlah uang yang diminta Choki lalu menyerahkan ke karyawannya.


"Lhoh tapi mas...." ulang karyawan itu, tapi Reyhan segera mengangguk, sebuah isyarat untuk menerima uangnya.

__ADS_1


Setelah transaksi selesai, Choki dan Laura segera keluar dari counter. Tetapi baru selangkah, tiba-tiba Reyhan mendekat ke Laura.


"Kasian ya mbak, cantik plus kaya tapi pacarnya miskin adab, jangan-jangan cuma dimanfaatin lagi." bisik Reyhan sambil tersenyum mencemooh. Yang membuat darahnya seketika mendidih, tapi untuk meluapkan amarahnya dirasa tidak mungkin karena pengunjung semakin berdatangan.


Laura hanya bisa menghentakkan kakinya menahan amarah lalu segera berjalan cepat mengikuti Choki yang sudah sampai di dekat mobilnya.


"Lhoh sayang, kok baru sampai? Perasaan tadi di sampingku." tanya Choki sambil memainkan handphone barunya.


"Kamu tuh kalo udah dapet apa yang dimau aku ditinggal gitu aja." Laura memanyunkan bibirnya.


"Iya maaf maaf sayang, aku khilaf."


"Eh sayang bukannya itu papa mu?" Choki menunjuk papa Laura yang baru turun dari mobil.


"Astaga, papa." pekik Laura. Lalu segera membuka pintu mobil dan mendorong Choki kedalam.


"Lholoh, kok main dorong-dorongan kenapa sayang?"


"Sttttt... kamu diam didalam mobil, jangan keluar. Papa pasti bakal nemuin aku. Aku ngga mau dimarahin papa gara-gara beliin kamu handphone. Okay?"


Choki patuh, membungkuk di dalam mobil bagian belakang agar tidak keliatan sambil mengotak-atik handphone barunya. Sedangkan Laura merapikan dandanannya sambil bersandar di dekat pintu mobilnya.


"Laura? kenapa kamu disini?" pak Atmaja mendekati putrinya.


"Eh, oh, Laura.... habis beli paket data, kebetulan paket data Laura udah habis."


"Kamu tau ngga kalo ini salah satu counter cabang Reyhan?"


"Ya sudah yuk temani papa ke dalam."


"Kok kedalam? Laura kan baru aja keluar."


"Udah ayo buruan, siapa tahu ada Reyhan di dalam. Oh ya, itu kaca mobil harusnya kamu tutup dulu, kalau ada maling gimana? Bisa bangkrut papa nanti.


Laura pun segera menutup kaca mobil separuh, agar Choki bisa bernafas.


"Lho kok cuma separuh? Ya ditutup sampai rapat dong sayang. Buruan."


"Tapi pa....." belum selesai Laura berbicara papanya sedikit melotot akhirnya dengan setengah terpaksa Laura menuruti perintah papanya.


Setelah itu pak Atmaja pun menggandeng tangan Laura kuat hingga terpaksa dia mengikuti langkah papanya.


"Sepertinya Reyhan ngga ada pa."


"Ada atau ngga ada yang penting papa mendukungnya mengembangkan bisnisnya ini. Papa kesini juga ingin lihat antusiasme pengunjung."


Pak Atmaja pun mulai mengelilingi counter, sampai matanya menangkap sesosok laki-laki yang ia kagumi.

__ADS_1


"Reyhan."


"Lhoh pak Atmaja. Kok ada disini?" sapa Reyhan yang terkejut melihat didepannya sudah berdiri pak Atmaja dan Laura.


"Lhoh kamu kok....." Reyhan tidak melanjutkan kalimatnya karena Laura sengaja mengedipkan mata sambil menyatukan kedua tangan memohon.


"Tadi Laura sudah kesini beli paket data, mungkin yang melayani karyawanmu nak Reyhan." Terang pak Atmaja karena melihat Reyhan dan Laura saling beradu pandang.


"Oh iya mungkin pak, maklum saya tak bisa ikut melayani karena juga baru datang."


Akhirnya Reyhan mempersilahkan pak Atmaja duduk di deretan kursi pengunjung sambil saling bertukar cerita. Sesekali Laura mencuri pandang ke arah Reyhan, karena takut kelakuan buruknya akan dibongkar. Terkadang Laura juga menimpali obrolan papa dan Reyhan agar terlihat semua baik-baik saja. Hingga tak terasa sudah 1 jam lebih mereka bercerita. Akhirnya Laura ingat jika sudah terlalu lama mengunci Choki.


"Pa, ayo pulang."


"Iya."


"Nak Reyhan, papa ijin pulang ya. Semoga makin sukses,papa bakal suport terus bisnismu."


'Papa? kok aneh sih papa, masa bilang gitu ke Reyhan. Harusnya kan menyuruh Reyhan memanggil bapak bukan papa. Cuma aku dan mama saja yang boleh panggil papa.' batin Laura sambil gelem kepala melihat kelakuan papanya yang semakin tak wajar itu.


Reyhan pun menjabat tangan pak Atmaja sambil mengangguk dan diiringi ucapan terimakasih.


Laura yang hendak mengulurkan tangan segera menarik tangannya kembali teringat akan peristiwa dirumah Reyhan dulu. Akhirnya dia berusaha tersenyum manis untuk yang pertama kalinya ke Reyhan, Reyhan pun tersenyum seraya menundukkan pandangan tak berani menatap gadis itu lama-lama.


"Habis ini mau kemana Laura?"


"Mau ke salon dulu pa. Kalau mau ngasih uang salon lagi aku bakal terima dengan senang kok pa." gurau Laura.


"Jika kamu bisa sering bertemu atau berkencan dengan Reyhan, uang salonmu bakal papa naikin." pak Atmaja mengacungkan kedua jempolnya sambil tersenyum, lalu meninggalkan Laura yang masih mematung di dekat mobilnya.


Tak lama kemudian deru mobil pak Atmaja mulai terdengar meninggalkan counter, tak lupa melambaikan tangan ke arah Laura.


Laura segera tersadar kembali soal Choki. Bergegas ia membuka pintu mobil nya dan menurunkan kaca agar Choki bisa bernafas.


"Sayang, kok kamu tega ninggalin aku sendirian didalam mobil dalam waktu yang lama sih. Kalau aku is dead gimana?" tanya Choki dengan suara yang parau karena terkurung didalam mobil dalam waktu yang cukup lama. Keringat dingin bercucuran di dahinya, bibirnya juga tampak sedikit pucat.


Laura segera menyodorkan air mineral ke Choki agar staminanya sedikit lebih baik.


"Gimana sayang, dah enakan kan?" Laura sedikit panik melihat keadaan Choki seperti itu.


"Aku masih lemas sayang, sepertinya aku butuh asupan makanan yang bergizi."


"Huh dasar, bilang aja mau minta makan."


Berteman yuk kak di FB.


FB: Nurul khanifah

__ADS_1


Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca, terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗


__ADS_2