
Keesokan harinya, 4 pasangan itu pergi ke rumah sakit, untuk memeriksakan keadaan istrinya yang belakangan ini dianggap tidak wajar. Para suami berharap, tidak ada penyakit yang aneh yang diderita oleh istri mereka.
Sengaja Adam mengajak Tiwi ke rumah sakit lebih pagi agar tidak mengantri, dan tanpa memberitahu Tiwi alasannya.
Sesampainya di rumah sakit, Tiwi mengernyitkan dahi ketika Adam mengajaknya masuk ke ruang dokter kandungan. Jantungnya seketika berdetak kencang.
Ia tahu, kedua orang tuanya dan mertuanya berharap secepatnya mendapat momongan. Sambil berjalan ia mengingat-ingat kapan terakhir kali mengalami datang bulan. Ia juga berusaha menghubungkan, antara penyakit dengan kegemukan yang dialaminya.
Tanpa basa-basi, Adam langsung meminta rekannya yang seorang dokter kandungan itu untuk melakukan USG pada istrinya.
"Sepertinya kamu sudah tak sabar sekali Adam untuk segera mendapat momongan." celoteh rekannya, namun Adam hanya menyunggingkan sedikit senyum.
Rekannya segera mempersilahkan Tiwi untuk naik ke atas brankar. Setelah mengoleskan gel di perut Tiwi, lalu dokter itu meletakkan sebuah alat di perutnya dan menggesernya pelan.
Adam dan rekannya memperhatikan dengan seksama layar monitor, sedangkan Tiwi justru memperhatikan wajah suaminya yang kian bertambah tegang, sehingga ia pun ikut tegang.
"Dam, sepertinya usaha mu main suntik-suntikan dengan istrimu berhasil. Tuh liat, sudah cukup besar. Melihat hasil di monitor, umurnya sudah sekitar 16 Minggu. Kenapa kamu baru memeriksakan sekarang?"
"Apa maksud anda dok? Saya ngga paham?" sahut Tiwi duluan, sebelum Adam sempat menjawab pertanyaan rekannya. Sehingga membuat rekannya terkekeh dengan pertanyaan Tiwi yang polos.
"Jadi anda juga belum tahu, kalau sekarang tengah hamil. Dan, usia kandungannya sudah 16 Minggu?"
Tiwi membulatkan matanya tak percaya.
"Apa!" Sa_saya hamil dok?"
Dokter itupun mengangguk dengan kuat sambil tersenyum.
"Alhamdulillah, sayang akhirnya kamu hamil juga." Adam menggenggam tangan Tiwi. Sehingga membuat wanita itu tersadar.
"Alhamdulillah ya Allah." gumam Tiwi sambil meraba perutnya.
Setelah USG selesai, mereka kembali duduk. Dokter itu memberikan beberapa nasehat dan vitamin. Setelah cukup bercakap-cakap Adam dan Tiwi pamit keluar.
Keduanya terkejut ketika melihat Rosyidah dan Andre yang duduk di kursi tunggu.
__ADS_1
"Lhoh, kok kalian ada di sini?" sapa Tiwi sambil bersalaman dan berpelukan dengan Rosyidah. Adam dan Andre pun juga melakukan hal yang sama.
"Suami ku mengajak ku periksa. Katanya takut obesitas, melihat ku yang makan nasi dengan lauk ketela rambat. Padahal menurut ku itu enak." balas Rosyidah, yang membuat mereka terkikik.
"Terus hasilnya gimana?" sahut Tiwi lagi.
Belum selesai percakapan itu, nomor urutan untuk Rosyidah sudah di panggil. Bergegas ia dan Andre pamit menuju ruang pemeriksaan.
Tiwi sangat ingin tahu tentang keadaan Rosyidah, akhirnya ia pun menunggunya. Tak berapa lama kemudian, Anisa dengan Bayu pun datang.
"Lhoh, kok kamu juga kesini Nis?" sapa Tiwi setelah bersalaman dan berpelukan dengan Anisa.
"Mas Bayu khawatir aku mengidap penyakit yang bahaya, makanya mengajak ku USG Wi. Kamu sendiri, kenapa disini?"
"Aku hamil mbak."
"Alhamdulillah, aku senang sekali dengarnya." Anisa kembali merangkul Tiwi. Mereka pun saling bercakap-cakap.
Sedangkan Andre dan Rosyidah yang berada di dalam mulai mengutarakan keluhannya. Dokter itu pun segera menyuruh Rosyidah untuk berbaring di brankar dan melakukan USG.
Andre dan dokter memperhatikan layar monitor dengan seksama. Sedangkan Rosyidah memperhatikan wajah suaminya. Tak berapa lama, seulas senyum terbit di wajah sang dokter.
"Bapak tahu gambar ini?" dokter itu menunjuk layar monitornya. Andre pun mengangguk.
"Itu calon bayi pak. Usianya sekitar 16 Minggu."
"Mak_maksud dokter, istri saya hamil?" tanya Andre yang tak percaya. Dokter itu pun tersenyum dan lantas mengangguk.
"Alhamdulillah." ucap pasangan suami-istri itu kompak.
"Usia kandungan sudah 4 bulan, kenapa belum mengetahui tanda-tandanya sama sekali?"
"Maaf dok, kami hanya sibuk membuatnya. Tak menyadari jika ternyata sudah jadi adonan." jawab Andre dengan muka polosnya. Yang membuat dokter itu terkekeh. Namun Rosyidah menepuk jidatnya, karena malu dengan ucapan suaminya yang apa adanya itu.
Setelah diberi vitamin dan juga beberapa nasehat, Andre dan Rosyidah keluar ruangan. Ia kembali menghampiri sahabatnya yang masih duduk di kursi tunggu. Namun Anisa bangkit berdiri karena nomor antriannya sudah di panggil.
__ADS_1
Setelah masuk ke ruangan, Bayu segera menyampaikan keluhannya pada dokter. Seperti sebelumnya, Anisa di persilahkan untuk merebahkan diri di atas brankar untuk melakukan USG.
Dokter dan Bayu memperhatikan layar monitor. Bayu membulatkan matanya dengan gambar yang ditunjukkan oleh layar monitor.
"Is_istri saya, hamil dok?"
Anisa terkejut dengan pertanyaan suaminya. Ia pun menoleh pada dokter yang duduk disampingnya.
"Betul sekali pak. Istri anda gemuk karena hamil. Dan usia kandungannya sudah 16 Minggu."
Anisa dan Bayu sangat terkejut dengan perkataan dokter itu. Pasalnya Anisa masih menyusui Zakira yang baru berumur 1 tahun.
"Saya masih menyusui dok, kenapa bisa hamil?"
Dokter itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Anisa.
"Tingkat kesuburan masing-masing individu itu berbeda Bu. Dan mungkin anda termasuk salah satu individu yang memiliki tingkat kesuburan bagus. Jadi harus diperhatikan saat saat yang tepat dalam melakukan hubungan suami-istri. Memang bagi sebagian orang ada yang melakukan KB dengan hanya menyusui bayinya saja, dan itu berhasil. Namun, sepertinya itu tidak cocok untuk ibu."
"Alhamdulillah, saya sangat senang sekali dok, istri saya dinyatakan hamil. Itu artinya kecebong saya memang benar-benar memiliki kualitas yang super kan dok?"
Anisa membulatkan matanya mendengar celotehan suaminya yang tak punya rasa malu.
"Iya pak, betul itu." balas dokter sambil tersenyum.
Seperti biasanya, dokter akan memberi nasehat dan vitamin sebelum pasiennya keluar ruangan. Ia menghampiri kedua sahabatnya. Baru saja salah satu dari mereka akan berbicara, terlihat Reyhan dan Laura berjalan ke arah mereka.
"Lhoh, pada kumpul disini?" tanya Laura sambil menyalami dan berpelukan dengan sahabatnya satu persatu.
Belum sempat mereka menjawab, Laura segera di suruh masuk. Dengan langkah pelan ia memasuki ruangan dokter. Reyhan menggenggam tangan Laura yang ternyata sangat dingin.
"Apapun yang terjadi, mas akan selalu di sampingmu." bisik Reyhan untuk menguatkan istrinya. Keduanya pun saling melempar senyum.
"Mohon lakukan USG pada istri saya dok. Karena di dalam perutnya seperti ada benda yang bergerak aneh. Apa mungkin itu cacing yang berkembang, karena setiap hari istri saya makan terong penyet melulu dok."
Dokter itu merasa sangat aneh dengan keluhan pasien pasiennya hari ini. Dan berujung pada kehamilan yang telat diketahui. Ia pun segera mempersilahkan Laura untuk merebahkan diri di brankar dan melakukan USG.
__ADS_1
Tentu saja Reyhan dan Laura sangat deg-degan menunggu vonis dokter.
"Apa lele itu yang selama ini bergerak di perut istri saya dok?" tanya Reyhan sambil memperhatikan layar monitor dengan serius.