Juragan Muda

Juragan Muda
73. Permusuhan kakak beradik


__ADS_3

"Kamu bisa bilang seperti itu karena sekarang sudah kaya." balas Bayu tak mau kalah.


"Kaya atau miskin tidak menjadi tolak ukur seseorang untuk memutuskan pacaran atau menikah. Ibu dan bapak juga menikah diusia muda. Keduanya tak khawatir menghidupi seluruh anaknya walaupun seluruh keluarganya kurang mampu."


"Jangan sok menceramahi aku! Karena aku sudah bosan mendengar ceramah mu. Jangan merasa sok suci, karena aku juga tahu jika dulu kamu pernah beberapa kali pacaran."


"Aku bukan sok suci, tapi hanya ingin berusaha menjadi suci. Kamu benar dulu memang aku pernah pacaran. Dan aku merasa beruntung, Allah menjauhkan ku dari mereka. Ketika bertemu lagi dengan mereka pun aku sama sekali tak menyimpan dendam. Karena aku tahu Allah akan memberikan yang terbaik untuk ku menurut versi Nya. Dan yang terbaik menurut versi Nya belum tentu sesuai dengan keinginan kita."


Setelah berkata seperti itu, Reyhan kembali masuk kamarnya, membiarkan Bayu yang masih didepan pintu kamarnya sendiri.


'Asak kamu tahu Bay, aku tak kan tega mengambil kebahagiaan mu. Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan keluarga ku. Harusnya kamu tahu sejak dulu, karena kita hidup serumah tidak hanya sehari dua hari. Jadilah lelaki yang bermartabat, semoga kamu bisa menemukan wanita diluar sana yang jauh lebih baik dari Tiwi.' batin Reyhan.


"Bay, ngapain disitu?" tanya bu Rohmah sehabis pulang pengajian.


"Eh ngga apa-apa kok bu." ucap Bayu dengan sedikit menyunggingkan senyum agar ibunya tak curiga.


"Kakakmu sudah tidur?" tanya ibunya lagi.


"Mungkin sudah bu, ya sudah kunci mobilnya aku taruh dekat TV saja ya bu." ucap Bayu, lalu segera meletakkan kunci mobil di dekat tv dan bergegas masuk kamar.


Bayu memasuki kamarnya dengan langkah gontai. Baru saja ia jalan dengan Tiwi menikmati waktu waktu kebersamaannya yang indah. Harus terhapus karena sepucuk surat itu.


'Andai aku tak pernah tahu dengan surat itu, pasti saat ini aku sudah tidur nyenyak karena bahagia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Tiwi. Kalau sudah begini, apa yang harus ku perbuat Tuhan. Apa kak Reyhan serius dengan ucapannya tadi? Apa benar kak Reyhan masih betah menjomblo sampai selama ini.'


Setelah kejadian malam itu, dimana Bayu memaki Reyhan. Sejak saat itu pula Bayu tak pernah bertegur sapa dengan Reyhan lagi. Reyhan yang merasa di cuekkan oleh adiknya terlihat tetap santai dan tenang. Karena memang ia tak bersalah.


Ibu yang melihat gelagat aneh anaknya untuk sekedar bertanya saja tidak berani. Karena tahu watak Bayu yang sedikit tempramental.


"Apa yang terjadi dengan Bayu Rey?" tanya bu Rohmah di suatu sore ketika Bayu belum pulang.


"Reyhan juga tidak tahu bu. Kalau mungkin ada masalah, ya doakan semoga saja cepat selesai masalahnya." Reyhan sedikit berbohong agar ibunya tenang.


_____


Dan semenjak saat itu pula, Bayu hanya diam saja tidak pernah sama sekali bertegur sapa dengan Tiwi, tidak pernah mengantar dan menjemput ketika perjalanan kerja. Sikapnya 180 derajat berubah.


Tiwi yang menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan Bayu sengaja mengajak berbicara duluan. Tapi Bayu hanya menjawab seperlunya saja. Susi sang karyawan Bayu juga melihat adanya perubahan pada diri bosnya itu. Tapi tidak berani menegur.


Setelah menyiapkan urusan counter, Bayu pergi begitu saja tanpa pamit ke karyawannya termasuk Tiwi.

__ADS_1


Tiwi pun kian merasa bersalah dengan perubahan sikap Bayu. Beberapa kali mengirimkan pesan ke Bayu, satu pun tidak ada yang terbaca.


Hingga suatu sore sehabis pulang kerja, Tiwi memberanikan diri untuk mampir kerumah Bayu. Beruntung bapaknya sudah pulang, jadi dia tak akan ditanya yang macam-macam oleh bapaknya. Suatu hal yang tabu, jika wanita berkunjung kerumah lelaki. Itu adalah pemikiran bapaknya Tiwi.


"Assalamu'alaikum." Tiwi mengucapkan salam. Dengan tergopoh-gopoh bu Rohmah keluar dari rumah.


"Wa'alaikumussalam nak Tiwi. Ada perlu apa? Yuk masuk dulu."


Tiwi pun tersenyum lalu mengikuti bu Rohmah yang memasuki ruang tamu.


"Ada perlu apa?" sekali lagi Bu Rohmah bertanya.


"Em... mas Bayu nya ada bu?" dengan merasa sungkan Tiwi memberanikan diri bertanya perihal Bayu.


"Waduh, dia belum pulang nak. Mungkin masih repot urusan counter. Lhoh, tunggu sebentar, tadi kamu apa dari rumah kok tanya soal Bayu?"


"I_iya bu, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya bu."


"Lhoh kok keburu buru pulang, main disini saja dulu, biar ibu ada temannya."


"Ini masih ada urusan yang lain lagi bu. Kapan kapan Tiwi mampir lagi."


Setiap pulang kerja Tiwi berusaha mampir kerumah Bayu, tapi tetap saja sangat sulit untuk bertemu dengannya. Setiap pesan tak ada yang dibalas untuk diajak bertemu guna meluruskan yang terjadi. Jika harus menjelaskan di counter rasanya tak nyaman karena ada karyawan lain. Lagi-lagi Tiwi pulang dengan muka ditekuk. Yang membuat bu Siti segera menghampiri nya ketika sudah memasuki kamar.


"Kenapa lagi to cah ayu ku?"


"Ngga ada apa-apa kok bu." sengaja Tiwi tak ingin menceritakan tentang hubungan nya dengan Bayu yang sedang bermasalah pada ibunya.


"Ingatlah, kamu tak kan pernah bisa merahasiakan apapun dari ibu. Mau cerita sekarang atau nanti?"


"Baiklah, jika Tiwi sudah mampu menyelesaikan masalah, Tiwi akan segera cerita ke ibu."


"Baiklah, ibu tidak akan memaksa mu lagi." bu Siti pun berlalu pergi meninggalkan Tiwi yang termenung.


'Mas Bayu, kenapa kamu menggantungkan hubungan kita seperti ini? Aku janji akan memperbaiki diri, agar pantas bersanding denganmu. Tapi, tolong jangan siksa aku dengan cara seperti ini. Aku rindu dengan candaan mu yang tak masuk akal itu. Aku rindu dengan segala kebersamaan kita.' tanpa terasa air yang menggenang di pelupuk mata akhirnya jatuh juga.


Setelah Tiwi merasa segala usahanya sia-sia, membuatnya kembali jatuh sakit selama hampir seminggu. Dan selama itu pula Bayu tetap pada pendiriannya, tak ingin menjenguk Tiwi sama sekali.


Setelah sembuh dari sakit, Tiwi memutuskan untuk berhenti kerja dari counternya Bayu. Sebuah pesan singkat ia kirimkan ke Bayu tentang niatnya untuk mengundurkan diri. Dan Bayu tetap tak acuh mengabaikan pesan itu.

__ADS_1


"Sudah sembuh kok ngga berangkat kerja nduk?" tanya bu Siti suatu hari.


"Tiwi sudah mengundurkan diri bu." balas Tiwi datar.


"APA! Mengundurkan diri, kenapa?"


"Tiwi ingin cari pengalaman kerja ditempat lain bu."


"Apa kamu yakin dengan keputusan yang kamu ambil ini? Bagaimana kalau ditanya sama bapakmu, dan dia marah."


"Ini hidup Tiwi bu, jadi yang berhak menentukan ya Tiwi sendiri. Yang penting doakan saja agar Tiwi cepat dapat kerja yang lebih baik lagi bu." Tiwi mengelus tangan ibunya diiringi seulas senyum sebelum akhirnya kembali ke kamar.


"Ada apa bu, sore sore kok malah melamun diteras rumah, sendirian lagi." sapa pak Somad yang baru saja pulang jualan.


"Sini aku ceritakan sesuatu sama bapak." bu Siti menepuk kursi sebelahnya menyuruh pak Somad duduk disana. Lalu bu Siti mulai menceritakan tentang anaknya.


"APA! Mengundurkan diri?"


Sambil menunggu author up, boleh mampir ya ke Karya teman author yang satu ini.


Author kasih sedikit cuplikannya nih.



APA SALAHKU TUAN?


(Muda Anna)



Ningtiyas Paramitha adalah gadis 18 tahun baru lulus SMK jurusan tata busana. Dia harus menerima takdir dinikahkan siri dengan paksa oleh ayahnya dengan lelaki dewasa berumur 30 tahun dan telah memiliki istri bernama Alfarizi Zulkarnain. Kontrak nikah selama lima bulan, tetapi Neng selalu mengalami kekerasan baik lahir maupun batin. Perlakuan suami sirinya selalu melampiaskan kekesalannya akibat kesalahan istri sahnya.


Setelah empat bulan berlalu Al meninggalkan Neng begitu saja, tanpa disadari Al meninggalakan benih janin di kandungan Neng. Akhirnya Neng meninggalkan desanya yang selama ini menjadi kebanggaannya, pergi ke Jakarta untuk merubah nasib dan menyongsong masa depan yang lebih baik bersama janin yang dalam kandungan.


Sayangnya takdir mempertemukan mereka kembali setelah delapan tahun berlalu. Dengan situasi yang berbeda, apakah mereka akan bersatu kembali setelah Al mengetahui memiliki keturunan. Apakah Neng menerima cinta Al?


Tetep tinggalin jejak buat author ya, hadiah pulsa masih menanti kuy😘😘


__ADS_1


__ADS_2