Juragan Muda

Juragan Muda
61. Byurr...


__ADS_3

Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi. Dan berhenti tepat di sebuah counter yang cukup ramai pengunjung.


"Aku beli paket data dulu sayang, sudah limit ini." Lalu Mira mulai membuka pintu dan keluar diikuti Choki.


"Aku kira mau beliin aku handphone baru." kata Choki tanpa rasa malu sambil merangkul pundak Mira dengan mesra.


"Bukannya handphone kamu masih bagus sayang?"


"Satu buat komunikasi dengan Laura satu lagi buat komunikasi sama kamu."


"Lebih baik fokus ke aku saja sayang, buruan tinggalin tuh Miss jadi-jadian. Cuma aku saja yang cocok di panggil dengan sebutan Miss."


"Sabar sayang, semua pasti ada saatnya." Choki berusaha menenangkan pacar gelap nya itu.


"Selalu saja disuruh sabar." gumam Mira sambil mengerucutkan bibirnya.


Bergegas mereka menuju ke customer servis. Setelah urusan selesai, mereka segera memasuki mobil untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Dan, tanpa mereka sadari, sejak tadi ada sepasang mata dan telinga yang melihat dan mendengar semua percakapan mereka. Dialah Reyhan.


Ada rasa kasian yang timbul, mengetahui bahwa wanita cantik yang ia kenal, memberikan seluruh apa yang pacarnya mau, padahal pacarnya itu tega menusuknya dari belakang.


Tapi untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, Reyhan juga tak tega. Nuraninya berkata akan terjadi teriakan yang histeris dan bahkan bisa sampai terjadi tindak kdrt seperti kemarin jika ia nekat bercerita. Akhirnya ia hanya bisa membiarkan semua itu terjadi.


"Hii, kalau aku nikah nanti, jangan sampai punya istri seperti Miss Laura." gumam Reyhan dan badannya seketika terasa bergidik ngeri mengingat kejadian semalam bersama Laura.


"Mas!" Aldo menepuk pundak Reyhan dengan keras yang membuatnya kaget.


"Aldo!" mata Reyhan membulat melihat kelakuan karyawannya itu.


"Bisa ngga sih jangan mengejutkan orang seperti itu?" bentak Reyhan, tapi Aldo hanya cengar-cengir saja.


"Aku tahu, pasti mas Reyhan itu lagi mikirin pacarnya. Ngga nyangka ya, ternyata diam-diam mas Reyhan itu sudah punya pacar yang cantik banget melebihi artis. Kalau masih ada stoknya aku juga mau dong mas, satu saja." ceplos Aldo dengan pandangan membayangkan penampilan Laura semalam.


"Woi bangun, ini tuh dah siang, jangan kebanyakan mimpi. Kalau mau cari pacar yang cantik ya bikin audisi saja, karena yang aku punya cuma stok handphone bukan stok cewek." Reyhan menoyor kepala Aldo.


"Aduh, kok kdrt sih? Aku laporin sama pak pol lho mas." Mendengar kata kdrt Reyhan kembali teringat Laura lagi.


"Lho mas kok bengong, takut ya?" goda Aldo.

__ADS_1


"Aku bukan takut, aku cuma mikirin Miss Laura." tak sadar Reyhan bercerita tentang apa yang sedang dipikirkannya, yang disambut tawa cekikikan dari para karyawannya.


"Ehem.... ehem... Yang lagi jatuh cinta jadi lupa segalanya deh." sengaja Aldo mengeraskan suaranya.


"Kok bisa sih mas Reyhan yang alim dan mirip ustadz, menyuruh karyawati untuk menutup aurat, tapi punya pacar bajunya cuma 5cm. Padahal mas Reyhan mau berangkat umroh lho, bentar lagi mungkin juga bakal naik haji." Aldo masih saja nyerocos hingga membuat karyawan lain geleng-geleng kepala.


"Kalau hidayah belum dapat ya mau gimana lagi Do. Dah jangan dibahas lagi, sekarang kamu balik kerja, atau ngga akan ada oleh-oleh untuk kamu." Reyhan mengibaskan tangannya lalu Aldo pun pergi menuju tempatnya sambil tetap cekikikan.


Setelah membereskan pekerjaan nya Reyhan memilih pulang untuk mempersiapkan segala sesuatu karena besok harus sudah berangkat umrah.


Semenjak acara pengajian itu, semua karyawan mulai berkasak kusuk membicarakan bos dan pacarnya yang


terlihat tampak serasi itu. Karyawan laki-laki memuji kecantikan Laura, sedangkan karyawan perempuan memuji bos mereka sendiri.


Selama ditinggal umrah, Reyhan minta tolong Bayu untuk mengontrol seluruh counternya. Karena tak ada orang yang bisa dipercaya selain adiknya.


_____


Pagi pun tiba, dengan diiringi untaian doa dari keluarga, Reyhan memasuki pesawat yang sebentar lagi akan berangkat.


"Jangan lupa doakan aku kak agar bisa jadi Juragan Muda season tree." kata Bima mengingatkan kakaknya.


"Aku juga kak, jadi Juragan Muda season two." kata Bayu menimpali.


"Ibu, mau minta mantu baru saja, biar ada temennya yang cantik di rumah."


"APA!" ketiga anaknya kompak membulatkan matanya, yang membuat bu Rohmah tertawa.


"Pasti Miss Laura pilihan ibu." tebak Bima.


"Ya sudah aku naik pesawat dulu ya, assalamu'alaikum." pamit Reyhan, sengaja tak menjawab permintaan ibunya yang menurutnya konyol itu.


Selama di pesawat sampai tiba di Mekkah, tak henti hentinya Reyhan membasahi bibirnya dengan senantiasa berdzikir.


Baginya, apa yang sudah didapatnya saat ini adalah sebuah bentuk karunia Allah yang luar biasa. Yang selama ini tak pernah ia bayangkan sama sekali.


"Alhamdulillah." ucapan syukur Reyhan ketika pesawat yang ia naiki berhasil landing dengan sempurna.


Rombongan umroh diantar ke hotel untuk beristirahat terlebih dahulu. Karena Reyhan tidak membawa banyak barang, maka langkahnya terasa ringan saja, dengan bibir masih tetap berdzikir.

__ADS_1


Sesampainya di kamarnya, Reyhan bergegas merapikan bawaannya. Baru kemudian melaksanakan shalat Dhuha.


Malam harinya, rombongan umrah Reyhan diajak untuk melaksanakan shalat Maghrib dan Isya' di Ka'bah. Setelah sholat selesai, Reyhan lebih memilih duduk sambil tetap memperbanyak dzikir istighfar dan kalimatillah lainnya. Akhirnya menetes juga air mata bahagia yang sejak tadi berusaha ia tahan.


Dan, ditengah kekhusyukan nya ia berdoa, tiba-tiba ia dikagetkan dengan seorang wanita yang berpakaian serba hitam, bahkan hanya terlihat area mata saja. Tiba-tiba jatuh tepat disampingnya. Dengan sigap Reyhan pun segera menangkap nya hingga tak terjatuh duluan.


"Ibu-ibu." Reyhan mencoba membangunkan wanita itu dengan terus memanggil namanya serta menggoyang goyangkan badannya yang masih diam dipangkuan Reyhan. Reyhan mencoba memijat kaki otot kaki dan tangannya tapi tak ada reaksi sama sekali.


Sejenak Reyhan bingung dengan apa yang harus dilakukan, karena rombongannya masih kesana kesini sibuk berfoto.


Akhirnya, dia mencoba mencari sesuatu dari dalam tasnya untuk bisa membangunkan wanita itu. Hanya ada sebotol air mineral, dompet dan handphone.


"Maafkan aku bu, terpaksa aku membangunkan mu dengan cara ini." gumam Reyhan lalu mulai mengguyur wajah wanita yang masih tertutup niqab itu dengan air.


Byur.....


Sontak wanita itu langsung gelagapan, lalu mengelap mukanya dengan tangannya.


"A_apa yang kamu lakukan!" tanya wanita itu karena terkejut dengan keberadaan Reyhan yang dekat dengannya.


"Em, sa_saya menolong ibu, tadi... pingsan tepat didekat saya. Beruntung saya segera menangkap ibu, sehingga tidak sampai jatuh ke lantai." Reyhan menjawab dengan suara terbata, karena merasa takut dengan wanita yang masih duduk di pangkuannya itu.


"Saya belum menikah, jadi jangan panggil saya ibu."


"Maaf saya tidak kalau kamu belum menikah, karena kamu memakai penutup itu." jawab Reyhan dengan ragu takut wanita yang ada didepannya itu marah.


"Tidak apa-apa, ini namanya niqab. Dann terimakasih sudah menolong saya." ucap wanita itu dengan pandangan yang tetap menunduk tak berani melihat Reyhan.


"Iya sama-sama kak, boleh aku minta sesuatu kepadamu?" tanya Reyhan lagi yang membuat wanita itu langsung mendongakkan kepalanya menatap Reyhan.


"Kamu jangan macam-macam terhadap wanita, apalagi dengan aku yang baru saja sadar dari pingsan." ucap wanita itu penuh penekanan walaupun badannya masih terasa lemas.


"Tapi.... aku hanya ingin minta kamu untuk segera turun dari pangkuanku, karena aku sudah tidak kuat menahan berat badan mu."


Berteman yuk kak di FB.


FB: Nurul khanifah


Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya biar karya ini makin populer 🔥🔥


Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗


__ADS_2