Juragan Muda

Juragan Muda
101. Kecurigaan Reyhan


__ADS_3

Di hari sebelum nya, setelah Bayu mengantar Sinta ke rumah sakit, ia segera melajukan motor nya menuju ke counter. Karena ada beberapa pesanan lewat market place nya. Selama ini ia mengelola market place nya sendiri, sehingga agak kerepotan ketika ia memiliki acara penting seperti dating dengan Sinta tadi.


Sesampainya di counter, ia langsung menyiapkan pesanan. Susi, pegawai senior nya melihat Bayu datang dan langsung kerja, dengan cekatan ia juga langsung membantu tanpa banyak bertanya. Melihat hal itu, Bayu tersenyum salut dengan loyalitas pegawai nya.


"Seperti nya, aku juga butuh bantuan mu Sus untuk menghandle pesanan dari market place ini. Apalagi di tanggal cantik, pesanan yang datang juga lumayan buat aku capek." di sela-sela membungkus paket Bayu sempatkan untuk bercerita dengan pegawai nya.


"Ini kan sudah kerjaan saya mas, tak perlu mas Bayu bicara seperti itu, kan tinggal perintah saya saja." jawab Susi yang juga sama fokus nya membungkus paket.


"Oh ya, kamu sering belanja di market place ngga?" sontak Susi melihat Bayu ketika bos nya bertanya seperti itu, lalu ia mengangguk.


'Okay, sekarang sebaiknya aku buat admin market place saja. Jadi semua bisa terhandle dengan baik, termasuk berkencan dengan Sinta.' batin Bayu. Lalu ia memanggil seorang pegawai nya yang baru saja duduk setelah melayani pembeli untuk membantu Susi membungkus paket.


Semua pesanan dari market place sekarang di handle oleh kedua karyawan nya, sedangkan Bayu mengambil satu handphone baru di etalase nya untuk membuat akun yang sama untuk di pakai berjualan di market place. Hampir satu jam, dan akhirnya pekerjaan nya selesai.


"Yeah, akhirnya done juga." seru Bayu dengan sumringah. Ketiga karyawan nya yang tidak tahu apa-apa langsung melihat Bayu dengan wajah yang sedikit kebingungan.


"Ada apa sih mas?" Susi memberanikan diri untuk bertanya.


"Baru saja aku buat akun jualan di market place di handphone ini, setiap hari harus kalian cek agar tidak ada pesanan yang terlewat. Paham?" jelas Bayu dan semua mengangguk paham.


Setelah semua pekerjaan beres, ia segera mengantar seluruh paket ke ekspedisi, barulah ia pulang ketika hari sudah beranjak sore.


"Huh, lumayan capek hari ini, tapi aku suka, karena semua berjalan lancar." gumam Bayu ketika sudah sampai rumah, lalu sejenak merebahkan diri di kamar nya.


Ia mulai mengeluarkan handphone nya dan membuka galeri. Satu persatu ia mengamati setiap foto Sinta yang bergaya sangat natural bak seorang model.


"Kamu cantik sekali." gumam Bayu sambil terus menatap foto Sinta dan mengelus nya.

__ADS_1


Ia segera menelpon Sinta untuk menghilangkan rasa kangen nya tapi tak kunjung di angkat. Lalu segera mengiriminya pesan tapi juga tak kunjung di balas.


"Sepertinya kamu orang yang sangat baik, menunggu saudara saja sampai tak sempat membuka pesan ku." gumam Bayu lalu tak lama kemudian ia ketiduran.


Bayu terbangun ketika merasakan perutnya yang mulai keroncongan karena lapar.


'Hem.... bau nya bikin perut ku tambah laper.' batin Bayu, lalu segera mengikuti aroma itu yang ternyata berasal dari bungkusan yang ada di depan tivi.


"Kebetulan sekali kamu bangun, ayo di makan sama sama." kata ibunya setelah cuci tangan di ikuti Bima.


"Apaan ini bu?" tanya Bayu sambil membuka sterofoam itu.


"Wow, wagyu steak." gumam Bayu dan seketika rasa kantuk nya hilang.


"Ah, steak saja nama nya beda beda kak." celoteh Bima.


"Iya kah?" Bima dan ibu nya saling beradu pandang.


Reyhan yang sudah mandi segera ikut bergabung dengan keluarga nya yang mulai menyantap makanan itu. Ada steak, donat dan jus alpukat. Mereka makan sambil saling bertukar cerita, kebiasaan yang dulu sempat berhenti karena pertengkaran dan kesibukan mereka, akhirnya kini kembali terulang lagi.


"Kenapa kak Bayu ngga buka cabang saja, biar duit nya juga sebanyak kak Reyhan? Jadi bisa jajan makanan yang mahal." celetuk Bima. Bayu langsung menghentikan makan nya dan melirik ke arah Reyhan.


"Ya doakan saja secepatnya bisa buka cabang Bim." jawab Bayu apa ada nya.


"Ayo buruan dihabiskan keburu dingin." ibunya menyela, karena tak ingin membuat hati Bayu minder.


Tak terasa sudah 2 bulan Sinta dan Bayu berkenalan dan mulai lengket. Malam itu Bayu sengaja menelpon Sinta karena tak kunjung bisa tidur. Ia duduk di teras depan sambil menikmati udara malam dan melihat kendaraan yang masih melintas.

__ADS_1


Malam itu juga, Reyhan kebelet pipis, sehingga mau tak mau segera ia ke kamar mandi untuk menuntaskan hajat nya, sekalian berwudhu untuk menunaikan sholat tahajud seperti biasa nya.


Samar-samar ia mendengar seperti suara orang yang sedang berbicara, ketika ia hendak masuk kamar nya. Ia segera mengecek asal suara itu, yang ternyata berasal dari luar.


Ia menyingkap sedikit tirai, dan tampak lah Bayu yang sedang menelpon. Kadang terdengar serius, kadang terdengar gelak tawa.


Reyhan seperti melihat diri nya yang dulu ketika masih terlena dengan seorang pacar.


Untuk menasehati, ia takut akan menyinggung perasaan Bayu dan bisa terjadi pertengkaran seperti dulu. Tapi jika tidak diingatkan, takut Bayu akan dimanfaatkan oleh perempuan yang tidak benar seperti nasib nya dulu.


Bagai memakan buah simalakama rasanya menghadapi tingkah Bayu. Sehingga Reyhan memutuskan kembali masuk kamar dan melaksanakan 2 rekaat sholat tahajud. Setelah itu ia membaca Al Qur'an dengan suara yang sangat pelan. Lalu berniat kembali tidur. Tapi, sekali lagi ia mendengar Bayu yang masih asyik bertelepon.


"Memang ya, kalau jatuh cinta itu bikin lupa segalanya. Hampir 2 jam dia bertelepon, tapi ngga juga selesai. Apa saja sih yang dibicarakan? Kok bikin aku penasaran." gumam Reyhan sebelum menenggelamkan badannya dalam selimut.


"Sudah ku duga, pasti dia melewatkan sholat subuh lagi. Apalagi semalam dia sangat asyik bertelepon." gumam Reyhan ketika melihat jarum jam menunjukkan pukul 10 pagi, tapi pintu kamar Bayu masih tertutup rapat. Sengaja ia menunda berangkat ke counter demi membangunkan adik nya yang sedikit pemalas itu.


"Bay........ Bay...." seru Reyhan sambil menggedor-gedor pintu kamar Bayu. Setelah hampir setengah jam menggedor, akhirnya pintu kamar Bayu terbuka.


"Ada apa sih kak?" tanya Bayu yang merentangkan kedua tangan nya sambil menguap lebar. Reyhan segera menutup hidung nya, tak tahan bau Bayu yang sangat tak enak khas orang bangun tidur.


"Ini sudah jam 11 lho, aku nungguin kamu hampir 1 jam. Harus nya kan kamu segera berangkat ke counter untuk mengecek. Maka nya di kurangi lembur teleponan."


"Apa! Dari mana kakak tahu kalau aku semalam teleponan?" Bayu seketika membulatkan matanya.


Hai kak tetap dukung terus mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit ❤️❤️


Terimakasih selalu hadir semoga diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 😘😘

__ADS_1


__ADS_2