Juragan Muda

Juragan Muda
18. Berbagi rezeki


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Reyhan segera mendorong rolling door counter nya. Merapikan semua yang ada adalah bagian terpenting dari strategi marketing yang tak boleh terlewatkan, walaupun semalam dia juga sudah merapikan bersama Bayu. Walaupun dia seorang laki-laki, tapi sangat menjaga kebersihan dan kerapian sejak dulu.


Dan, diluar expetasinya, hari ini dia bahkan berhasil menjual 5 handphone yang dibelinya kemarin dari total 15 stok yang ada. Bahagia tak terkira dihatinya karena menurut prediksi nya omset hari ini bisa tembus angka 15 juta karena sudah laku handphone 5 ditambah transaksi bermacam-macam accesories. Lalu segera memanggil seorang pedagang cilok yang kebetulan lewat di depan counter nya. Menyodorkan uang 50rb ke Bayu dan menyuruh nya mendekat ke abang cilok. Karena Reyhan harus melayani user yang datang.


"Berapa mas?" tanya abang cilok.


"50rb mas."


"Serius mas, 50rb?" ulang abang cilok karena takut salah dengar. Bayu pun menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih sekali ya mas, sudah berkeliling sampai malam ini, tapi baru laku 10rb saja." tutur abang cilok dengan muka penuh lelah. Lalu segera membuka tutup panci, dan menebarkan bau yang khas.


Bayu yang mendengar pun turut kasian, cilok nya pun masih terlihat sangat banyak di panci. Bayu yang penasaran akhirnya mencoba memakan satu butir karena tak tahan dengan baunya yang semakin membuat perut keroncongan.


'Rasanya sungguh enak tapi kenapa sepi pembeli.' batin Bayu. Bayu pun memberanikan diri bertanya apakah setiap hari sepi, atau sepi pada saat tertentu saja. Dan ternyata jawaban abang cilok sungguh membuat iba, karena rata-rata dagangannya selalu sepi, mungkin karena berdagang ditempat yang salah. Bayu pun berinisiatif memberitahu Reyhan.


Akhirnya Bayu menahan abang cilok untuk menunggu sebentar. Dan segera berlari kecil menuju kakaknya. Membisikkan sesuatu tepat ditelinga kakaknya yang kebetulan masih antri melayani.


Lalu setelah nya, Bayu kembali mendekat ke abang cilok, memborong seluruh dagangannya sambil menyerahkan selembar uang merah yang diperolehnya dari kakaknya. Kemudian meminta nya dibungkus kecil kecil untuk dibagikan ke user yang datang dan masih mengantri. Tak hanya itu, kakaknya juga mempersilahkan pada abang cilok untuk berjualan di samping counter nya jika abang cilok itu berkenan.


Bagaikan mendapat durian runtuh, abang cilok itu langsung mengiyakan tawaran Reyhan melalui Bayu, dan tentu saja tak lupa mendoakan agar counter Reyhan semakin laris.


Pembicaraan itupun selesai, karena Bayu harus segera kembali membantu kakaknya, tak lupa sebelumnya membagi bagikan cilok itu ke antrian user.


"Kamu bawa ciloknya kedalam ya, makan tuh sama ibu dan Bima." kata Reyhan yang masih terlihat sibuk sambil membolak-balik buku setelah selesai melayani pembeli.


"Kamu ngga mau?"


"Ntar lah kalo masih ada sisanya." jawab Reyhan tak bergeming dari aktivitas nya menombol kalkulator walaupun cacing di perutnya sudah meronta-ronta sejak tadi.


Bayu yang baru saja masuk rumah sudah kembali lagi ke counter diikuti ibu dan Bima. Menaruh sebaskom cilok dilantai untuk dimakan bersama sama.

__ADS_1


"Mumpung masih anget ayo dimakan dulu Rey, nanti kan bisa dibantuin Bayu lagi." kata ibunya karena melihat Reyhan masih sibuk dengan pekerjaannya.


Reyhan hanya menjawab dengan anggukan kepala, setelah beberapa menit, lalu ikut duduk mengelilingi cilok dan segera melahapnya.


Hanya sebuah menu sederhana tapi mampu merekatkan jalinan kasih sayang diantara anggota keluarga.


Bayu pun mulai menceritakan tentang penjual cilok tadi ke ibunya yang disertai anggukan kepala oleh Reyhan. Ibunya ternyata juga mendukung niat baik Reyhan. Saking asyiknya ngobrol tak terasa cilok sebaskom telah habis. Malam pun semakin larut, bersama sama mereka menutup counter.


_____


"Mas." ucap abang cilok yang sudah berdiri di depan Reyhan yang sedang melayani pembeli.


"Oh iya pak, tunggu sebentar ya." kata Reyhan yang sedang bertransaksi handphone sambil mengotak-atik.


15 menit berlalu dan transaksi selesai. Abang cilok pun kembali mendekat.


"Gimana pak?" Reyhan kembali bertanya setelah memasukkan uang hasil transaksi ke laci tak lupa untuk menguncinya.


"Em.. jadi apa bener saya boleh jualan di sini, karena kemarin tak sempat bertanya langsung, mas nya sibuk terus, banyak sekali yang datang."


"Em.. itu mas, saya lupa tanya kemarin, ada uang sewa tempatnya ngga ya."


Reyhan pun tersenyum sebelum akhirnya menjawab.


"Jualan aja pak ngga papa, ngga perlu pake uang sewa."


"Iya iya mas, terimakasih sekali lagi, semoga rezekinya semakin lancar, kita saling mendoakan ya mas." jawab abang cilok dengan senyum. Dan reyhan membalas dengan sebuah senyum lalu berkata aamiin.


Gerobak pun segera di dorong menuju bawah pohon sambil berdoa semoga ditempat baru itu bisa ramai pembeli.


Dan benar saja, satu persatu orang sehabis dari counter mampir untuk membeli cilok. Kadang ada juga karena harus mengantri di counter jadi membeli cilok dulu sebagai cemilan. Maklum saja, counter reyhan selalu ramai dari pagi hingga malam.

__ADS_1


Keduanya sama sama mengalami peningkatan omset. Rona bahagia jelas terlihat di wajah keduanya.


Sore pukul 5 dagangan cilok abang itu tinggal 10rb saja, lalu berinisiatif untuk memberikan ke Reyhan sebagai ungkapan terimakasih, Reyhan pun menerima pemberian bapak itu dengan senang hati bukan berdasarkan pamrih.


Menjelang pukul 9 Reyhan bersiap-siap menutup counter nya. Hal terakhir yang dilakukan adalah menghitung jumlah uang dan mencocokkan dengan nominal dibuku. Maa syaa Allah luar biasa, mungkin ini adalah omset terbanyaknya sepanjang ia jualan, yakni tembus angka 25 juta, padahal handphone hari ini hanya keluar 5 pcs.


Kemudian, Reyhan bergegas mengecek apa saja yang menurut nya harus segera dibeli besok. Setelah 1 jam akhirnya rekapan data stok habis/menipis sudah selesai. Kemudian memfotonya satu persatu untuk segera dikirim ke sales, agar besok pagi barang bisa segera dipersiapkan dan dikirim.


Sekarang reyhan tak perlu lagi untuk mendatangi supplier accesoris, karena hasil penjualannya yang bagus membuat supplier memberikan keringanan untuk Reyhan, selain harganya turun, barang yang dipesan akan di pick up secepatnya, jadi reyhan semakin bisa menghemat waktu.


Agenda besok keluar hanya untuk ke supplier handphone, tentunya setelah Bayu pulang sekolah agar bisa menggantikan tugasnya menjaga counter.


Hari demi hari dilalui Reyhan dengan kesibukannya di counter, karena tiap hari selalu mengalami kenaikan omset yang signifikan sementara belum memiliki karyawan.


Hal itupun juga berimbas baik pada dagangan abang penjual cilok. Hingga suatu sore ketika pembeli belum datang lagi ke counter, abang cilok itu berinisiatif mendekati Reyhan untuk sekedar memberi uang yang tak seberapa menurut nya dibanding dengan kebaikan hati Reyhan dan sekeluarga yang telah berjasa memberikan tempat yang layak untuk berjualan sehingga bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah.


Sejenak Reyhan mengulas senyum sebelum akhirnya menolak dengan sopan uang pemberian bapak Somad. Sempat beberapa kali bapak Somad menyodorkan tapi tetap di tolak oleh Reyhan, akhirnya uang itu dibawa bapak Somad lagi, lalu mengambil cilok yang hanya tersisa sedikit untuk diberikan ke Reyhan, dan kali ini reyhan tidak menolaknya.


'Mudahkanlah jalan bagi orang lain, niscaya Allah akan memudahkan jalanmu. Allah akan membalas setiap perbuatan walaupun sebesar biji dzarrah(biji sawi).' penggalan kata kutbah Jum'at kemarin yang membekas di hati dan pikiran Reyhan.


Dalam hati Reyhan berpikir, 'omsetku semakin naik akhir akhir ini setelah pak Somad ikut berjualan dihalaman nya, apakah berarti ini karena aku memudahkan pak Somad mencari rezeki maka rezekiku pun dipermudah oleh Allah.'


"Mas." kata pak Somad membuyarkan lamunan Reyhan.


"I_iya pak." Reyhan menjawab sambil garuk-garuk kepala.


"Itu buruan dimakan keburu dingin, cuma tinggal itu saja ciloknya, saya sekalian pamit mau pulang."


"Lhoh, kenapa pulang pak." Reyhan bertanya dengan ekspresi bingung karena baru jam setengah 4 sore.


"Alhamdulillah sudah habis mas. Semenjak jualan disini jualan saya selalu habis mas, sengaja saya sisain dikit buat cemilan mas Reyhan. Sekali lagi terimakasih ya mas sudah menyediakan tempat untuk saya mengais rezeki."

__ADS_1


"Justru saya yang berterima kasih sama bapak. Semenjak bapak jualan disini, counter saya juga makin rame." tutur Reyhan dengan bijaksana lalu keduanya serempak tertawa.


Pak Somad pun hanya bisa berucap terima kasih lagi lalu berpamitan pulang, tak lupa Reyhan juga berpesan agar besok besok bikin cilok yang lebih banyak lagi dan hanya dibalas anggukan kepala oleh pak Somad.


__ADS_2