Juragan Muda

Juragan Muda
48. Karangan bunga


__ADS_3

"Kenapa sih harus ketemu tuh nenek lampir lagi. Anak kandung atau anak pungutnya pak Atmaja ya, kok bisa sifatnya jauh beda, Astaghfirullah." gerutu Reyhan di dalam mobil. Lalu mengelus dada mencoba menetralkan kembali perasaannya.


Mobil Reyhan pun akhirnya sampai di tempat supplier accesoris. Bergegas ia keluar dari mobil dan masuk ke toko. Tak berapa lama ia sudah keluar dengan diikuti oleh 2 orang pegawai yang masing-masing membawa 1 dus besar lalu meletakkan di mobil Reyhan.


Setelah itu menyelesaikan tugas pertamanya, Reyhan bergegas menuju supplier handphone untuk melengkapi koleksi di counter cabangnya.


Hari sudah beranjak sore waktu Reyhan tiba di counter cabang yang ketiga. 2 karyawan sudah menunggu di depan kios. Setelah menerima 1 dus accesoris dan 1 dus handphone mereka segera masuk ke counter. Sedangkan Reyhan segera meninggalkan mereka yang sudah mulai sibuk mendisplay untuk ke counter cabang yang keempat.


Sesampainya di counter cabang yang keempat, Reyhan pun melakukan hal yang sama. Setelah itu barulah ia menuju ke counter cabang kedua, untuk mengecek transaksi.


Setelah dirasa cukup, barulah Reyhan pulang. Karena sesampainya dirumah nanti, dia juga masih mengecek transaksi di counter pertama nya.


_____


"Sayang sepertinya kamu harus rajin belajar deh, jangan sampai kena hukuman sama tuh dosen killer. Kan malu jadinya." pinta Laura.


"Iya iya sayang. Btw aku laper banget nih gara-gara disuruh ngosek WC, kita cari makan yuk." ajak Choki.


"Hayuk, mau makan dimana?"


"Restoran Jepang aja ya? Kamu kan tahu kalau perutku selalu sakit sehabis makan di pinggir jalan. Mungkin bukan levelku makan dipinggir jalan."


"Setuju sayang." jawab Laura sambil mengacungkan jempol. Lalu mobil pun segera melesat menuju restoran Jepang yang tak jauh lagi dari kampusnya.


Lesehan menjadi tempat yang nyaman untuk mereka saat ini.


"Sayang gara-gara cowok tadi, aku jadi ketiban sial deh kayaknya. Karena seumur hidupku pertama kalinya ini ngosek WC." tutur Choki sambil memijit pelan lengan tangannya yang terasa kaku.


"Udahlah sayang, jangan bahas itu lagi. Aku males dengernya. Mending ganti topik lain." pinta Laura sambil menunjukkan muka cemberut.


"Iya iya sayang, maaf. Hawa emosinya masih kebawa soalnya. Nanti malam kita keluar yuk."


"Kenapa ngga sekarang aja, kalo malam belum tentu diijinkan sama papa."


"Aku capek banget ini, mau tidur dulu."


"Lihat aja nanti."


Tak berapa lama, akhirnya pesanan mereka datang.


"Silahkan dinikmati hidangannya kak." kata pramusaji ramah.


"Iya kak sama-sama." jawab keduanya kompak.


Setelah pramusaji pergi, mereka segera melahap hidangan yang sudah tersedia dimeja.

__ADS_1


Erghhh....


"Ih sayang, jorok, jangan sendawa di depan ku dong, bikin aku jadi ilfil." kata Laura mengingatkan sambil menutup hidungnya tak tahan dengan bau sendawa Choki.


"Em, maaf sayang. Aku kelepasan, besok-besok ngga seperti ini lagi deh, aku janji." jawab Choki lalu segera mengeluarkan parfum dari dalam tasnya dan segera menyemprotkan ke badannya agar Laura tak merasa ilfil lagi.


"Lho kok sudah enteng sih, apa sudah habis ya." gumam Choki.


"Kenapa habis ya?" tebak Laura, Choki pun mengangguk.


"Ntar malem kalo jadi keluar sekalian beliin ya sayang." Choki tersenyum sambil garuk-garuk kepala.


Laura pun hanya bisa mengangguk pasrah. Keduanya segera berjalan menuju kasir.


"Berapa kak?" tanya Laura.


"Semuanya 1.500.000 kak." kata kasir.


Sengaja Laura hanya diam berdiri, hingga akhirnya Choki yang berada di sampingnya menyenggol pelan lengan Laura.


"Apa?"


"Ya buruan bayar sayang, udah ditungguin kasirnya itu." bisik Choki.


"Sekali-kali kamu dong sayang. Masa aku mulu sih yang bayarin." desak Laura.


Karena selama setahun jadi pacar choki, selalu saja Laura yang mengeluarkan uang untuk urusan sekecil apapun.


"Sayang, kamu itu sebenarnya kaya ngga sih?" tanya Laura ketika sudah berada di mobil.


"Lhoh, kok tanyanya gitu?"


"Ya habisnya, selalu aku yang keluarin uang untuk keperluan sekecil apapun." Laura mendengus kesal mengeluarkan uneg-uneg dihatinya.


"Kamu lihat sendiri kan rumahku segede apa, belum lagi mobil yang terparkir rapi di carport?"


"Iya iya aku tahu."


"Nah, kalo kamu sudah tahu sendiri kenapa masih tanya sayang? Aku tuh sebenernya hanya ingin mengujimu seberapa besar kamu mencintaiku sayang."


"Beneran?" tanya Laura serius sambil menatap Choki.


Choki pun mengangguk sambil tersenyum dan memeluk Laura.


"Ya udah buruan jalanin mobilnya."

__ADS_1


"Iya iya sayang." Laura pun segera melajukan mobilnya, mengantarkan Choki pulang terlebih dahulu.


_____


"Iya benar, saya pesen 2 karangan bunga untuk 2 tempat yang berbeda. Alamat nya akan segera saya kirim. Terimakasih bu." Pak Atmaja pun mematikan teleponnya.


"Siapa yang meninggal pa?" tanya Laura yang baru saja pulang tanpa sengaja mendengar percakapan papanya via telepon.


"Oh, ngga ada orang yang meninggal sayang."


"Trus itu tadi?"


"Oh ini tadi, papa pesan karangan bunga untuk Reyhan karena mau buka cabang counter sekaligus langsung 2. Mantep ngga tuh sayang. Menjadi pengusaha diusia muda."


'Huh, cowok sialan itu lagi. Tadi pagi bikin aku emosi, trus Choki kena sial gara-gara dia, eh sekarang papa ngomongin dia lagi, ampuuun.' batin Laura.


"Hei sayang." pak Atmaja menepuk pelan pipi anaknya yang sedang melamun itu.


"Eh, pa_papa. iya iya Laura juga setuju." jawab Laura sambil gelagapan karena tersadar dari lamunannya.


"Ok, jadi besok jam 10 kita berangkat bersama ya."


"Berangkat kemana pa?" tanya Laura yang bingung karena tadi sempat melamun.


"Ya berangkat ke counter cabang Reyhan lah, memang mau kemana lagi. Lagian kamu diajak bicara dari tadi kok cuma diem saja."


"APA! Ketemu dia lagi?" pekik Laura.


"Lho, memang tadi kalian ketemu ya?" tanya pak Atmaja sambil tersenyum menggoda.


"Ah eng_enggak kok pa, papa salah denger, ya sudah Laura ke kamar dulu ya." Lalu Laura segera berlari kecil menuju anak tangga.


"Hem dasar, anak muda sukanya main dibelakang." gumam pak Atmaja sambil tersenyum melihat kepergian anaknya yang tampak salah tingkah itu.


"Kenapa sih, harus terus berhubungan dengan tuh cowok? Pokoknya aku harus bikin papa jadi benci sama tuh cowok, harus! Hanya Choki seorang yang boleh deket sama papa. Kapan-kapan aku harus ajak Choki main kesini. biar papa tahu kebaikan Choki. Ah, apa nanti malam saja ya, kan Choki ngajak ketemu ntar malem." gumam Laura sambil senyum-senyum sendiri.


"Halo sayang?" sapa Laura ketika panggilan telepon sudah terhubung.


"Iya, aku cuma mau ngabarin, kalo ntar malem kita jadi ketemu. Tapi kamu bawa mobil sendiri ya, ntar aku sharelook alamatnya. Sekali ini aja kamu turuti apa kataku, pliis banget. Hem ya udah deh, iya iya aku jemput kamu kalo gitu, asal jangan ngambek. Iya, muach." panggilan pun berakhir. Dengan kesal Laura melempar handphone nya ke tempat tidurnya lalu ikut menjatuhkan diri.


"Lihat saja nanti malam Choki sayang, bakal ada kejutan untukmu."


yuk kak di FB.


FB: Nurul khanifah

__ADS_1


Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.


Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca, terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗


__ADS_2