Juragan Muda

Juragan Muda
107. Pertemuan Laura Rosyidah dan Anisa


__ADS_3

Setelah mendengar tausyiah Rosyidah tentang menafkahkan harta di jalan Allah dan melihat Reyhan yang rajin bersedekah, maka pak Atmaja kian bertekad untuk menyedekahkan sebagian rezeki nya juga. Setelah Laura benar benar sembuh, mereka pun mengatur jadwal untuk mewujudkan niat itu.


Hari Minggu, Reyhan berjanji untuk mengantar pak Atmaja sekeluarga mengantar sumbangan ke beberapa panti asuhan dan pondok pesantren yang ada di kota mereka. Tentu saja Reyhan harus menjemput mereka terlebih dahulu.


"Rapi amat kak, mau kemana?" tanya Bayu yang melihat kakak nya juga baru keluar dari kamar nya. Mereka biasa bertegur sapa dan mengobrol di ambang pintu.


"Mau ke rumah pak Atmaja." balas Reyhan singkat.


"Wih, sepertinya aku perhatikan hubungan kalian makin dekat saja. Tiap hari selalu kesana. Kapan di resmikan?" celetuk Bayu.


"Memang apa yang harus di resmikan?" tanya Reyhan yang tak paham maksud adik nya.


"Halah pura-pura ngga tahu, kamu kesana bukannya ngedeketin anaknya yang cantik itu."


"Laura maksud nya?"


"Memang anaknya pak Atmaja ada berapa? Kok masih mikir segala. Kalau ada anak nya pak Atmaja yang lain aku juga mau satu kak. Pasti cantik." ujar Bayu sambil terkikik.


"Dasar playboy, yang di pikirin cewek mulu. Urusin tuh counter mu biar tambah ramai pengunjung." Reyhan berlalu begitu saja meninggalkan Bayu yang manyun.


Sekitar jam 9 Reyhan sudah sampai di rumah pak Atmaja. Ternyata pak Atmaja dan istrinya sudah menunggu nya di teras rumah.


"Bi, panggilkan Laura suruh cepat kesini." titah bu Ani.


"Bilang saja sudah di tunggu Reyhan." imbuh pak Atmaja.


'Apa maksudnya? Kenapa aku yang jadi kambing hitam?' batin Reyhan sambil garuk-garuk kepala.


Tak berselang lama, Laura sudah sampai di teras. Ia tampak semakin cantik dengan balutan gamis warna army dengan jilbab lebar warna senada, tentu saja itu adalah pemberian Reyhan beberapa waktu lalu. Sangat kontras dengan warna kulit nya yang putih. Membuat Reyhan berkali-kali meneguk ludah. Pesona yang di miliki Laura semakin terlihat jelas di mata Reyhan. Namun ia segera menyadari, jika hati Laura bukan untuknya. Melainkan untuk Choki yang entah sampai kapan mereka akan terus berhubungan. Tapi, dalam hati Reyhan bertekad untuk melindungi dan menjaga Laura bagaimana pun caranya dari Choki.


"Ayo berangkat." ucap Laura lembut terdengar di telinga Reyhan. Ia pun mengangguk sambil tersenyum dan segera berjalan menuju mobilnya berada.

__ADS_1


Kedua orang tua Laura yang melihat hal itu menyunggingkan senyum.


Selama perjalanan, kedua orang tua Laura banyak bertanya pada Reyhan soal panti asuhan dan pondok yang sering di kunjungi nya. Sedangkan Laura hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali melihat Reyhan yang bercerita.


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di panti asuhan terdekat. Anak-anak kecil yang melihat mobil bagus milik Reyhan segera berlari mengejar. Laura yang melihat tingkah lucu anak anak itu dari balik kaca spion seketika menyunggingkan senyum. Dan kebetulan sekali Reyhan sedang melirik Laura saat itu yang membuat hatinya merasa senang. Mereka segera turun dan berjalan menuju kantor kepengurusan.


Mereka segera mengucap salam pada pengurus yang bertugas. Tentu saja pengurus itu sudah hafal sekali dengan Reyhan. Ia segera mempersilahkan seluruh tamunya masuk. Reyhan memperkenalkan keluarga pak Atmaja dan mengutarakan maksud kedatangan mereka. Setelah Reyhan berkata seperti itu, pak Atmaja mengeluarkan amplop coklat yang sudah ia persiapkan beberapa hari lalu dari dalam tasnya.


Pengurus mengucapkan rasa terima kasih yang begitu besar pada seluruh tamunya, serta tak lupa mendoakan segala kebaikan untuk mereka. Setelah itu mereka bercakap-cakap. Tak lama kemudian, mereka berpamitan untuk kembali melakukan perjalanan.


Raut wajah mereka di penuhi kebahagiaan ketika mengunjungi satu persatu panti asuhan dan pondok pesantren, walaupun juga sangat terasa capek.Hingga yang paling akhir adalah mengunjungi pondok pesantren milik haji Dahlan.


Reyhan segera memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan. Tak lama kemudian, mobil lain pun parkir di samping mobil nya. Rombongan Reyhan berjalan terlebih dahulu dan di susul rombongan kedua dari orang yang parkir di sebelah Reyhan.


"Assalamu'alaikum." Seperti biasa mereka mengucapkan salam terlebih dahulu ketika di kantor pengurus. Haji Dahlan mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang datang. Senyum nya mengembang kala mengetahui siapa yang datang.


"Wa'alaikumussalam." ia segera berjalan menghampiri rombongan Reyhan yang masih berdiri di ambang pintu.


"Maa syaa Allah, suatu berkah yang luar biasa. Sore ini aku kedatangan tamu-tamu yang sangat istimewa." ucap haji Dahlan sambil terkekeh melihat siapa saja yang datang.


Mereka pun saling beradu pandang dan melempar senyum.


"Rey_Reyhan." tebak lelaki itu sambil tetap mengingat.


"Iya pak." seketika Reyhan mengembangkan senyum melihat lelaki yang pernah di jumpai nya beberapa kali saat membeli oleh-oleh umrah dulu, tapi sayangnya ia tak mengetahui namanya.


"Kalian sudah saling mengenal?" tanya haji Dahlan yang justru mengerutkan keningnya.


"Tentu saja saya sudah mengenal dia sejak baru lulus sekolah." ucap pak Gofur sambil terbahak.


Reyhan hanya bisa tersenyum malu. Padahal kejadian itu sudah lama tapi masih saja di ingat. Sedangkan Anisa yang kebetulan ikut, sangat terkejut dengan kejadian itu. Sungguh ia tak menyangka jika akan kembali dipertemukan dengan lelaki yang telah menggetarkan hatinya. Reyhan sendiri tidak begitu hafal dengan Anisa, karena kecantikan wajahnya senantiasa tertutup cadar.

__ADS_1


"Benar yang di katakan Gofur Reyhan?" kata haji Dahlan. Seketika Reyhan mengangguk.


'Oh, ternyata namanya pak Gofur. Sudah beberapa kali bertemu tapi ngga pernah sekalipun aku tanya namanya. Dasar, aku sombong.' batin Reyhan.


"Ini keluarga mu Reyhan?" tanya pak Gofur.


"Iya pak." balas Reyhan. Pak Atmaja dan sekeluarga saling melempar senyum ke arah pak Gofur sekeluarga.


"Baiklah, sebaiknya kita ngobrol di kediaman ku saja. Aku rasa kantor ku tidak cukup untuk menyambut tamu istimewa seperti kalian." ucap haji Dahlan sambil terkekeh lagi.


Haji Dahlan pun berjalan mendahului rombongan itu menuju kediaman nya yang terletak tak jauh dari kantor kepengurusan.


Sesampainya di rumah, haji Dahlan segera memanggil seluruh anggota keluarga nya.


"Umi, Rosyidah, kemarilah. Kita kedatangan tamu istimewa." ucap haji Dahlan sambil mengecek satu persatu ruangan, namun belum menemukan keberadaan istri dan anaknya.


"Ada apa sih bi teriak teriak?" tanya Rosyidah yang baru saja membuat kue lapis legit, yang memang membutuhkan waktu yang ekstra lama.


"Ayo cepat ke depan, ada Reyhan sekeluarga dan juga sahabat abi, pak Gofur."


"Baiklah bi, Rosy bikinkan minum dulu ya."


Rosyidah segera membuat minuman untuk tamu dan menghidangkan kue yang baru saja dia buat. Tak lama kemudian ibunya menyusul dan ikut membantu nya. Keduanya berjalan bersama menuju ruang tamu.


"Silahkan di minum." ucap Rosyidah pada seluruh tamu.


Anisa mengerutkan keningnya mendengar suara yang tidak asing di telinga nya.


Hai kak, tetap dukung terus mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit 😘🤗


Terimakasih semoga selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 😘😘

__ADS_1


__ADS_2