
Kalau kamu tidak bisa menjadi seperti mas Reyhan dan tidak mau menjalin hubungan dengannya, lebih baik aku saja yang maju untuk mendekatinya kembali.
Akan aku pasti kan dia bisa menjadi milik ku. Karena pesona kecantikan ku ini yang tidak dimiliki oleh gadis lain. Setelah itu aku yang akan membuangmu Andre.
Oh mas Reyhan, kenapa kamu tidak berterus-terang sejak dulu kita ketemu di counter cabang depan pasar Jati. Jika tahu kamu bakal jadi orang sukses, maka aku akan setia mendampingimu.
Tapi, sedikit terlambat aku rasa tidak apa-apa, karena waktu itu aku juga butuh memanfaatkan mas Andre untuk memberikan apa yang ku minta. Mana ada sih cewek yang mau diajak pacaran sama pengangguran. Bisa rugi bandar dong.
Dan, apakah sekarang kamu sudah memiliki kekasih baru ataukah masih betah dengan status mu yang jomblo itu. Jika kamu sudah memiliki pacar, aku siap jadi yang kedua.
Aku pasti akan cari tahu semua informasi tentang mu. Agar setiap rencana ku nantinya bisa berjalan mulus. Tunggu aku mas Reyhan sayang.
Terbayang nanti jika aku bisa bersatu dengan mu, aku tidak perlu capek-capek kerja di pabrik, duduk manis dirumah, bisa rutin ke salon, mau handphone keluaran terbaru tinggal ambil, mau minta uang atau apa saja bakal dituruti. Ahh pasti akan terasa sangaat menyenangkan.
Arghhh.....
"Bawa motor pelan-pelan dong, memangnya aku mau mati muda sebelum kaya." kataku sambil memukul keras punggung Andre. Hampir saja aku mati jantungan, karena tiba-tiba saja aku melambung tinggi dan...
GLODAK!
Suara motor nya melewati jalan besar yang berlubang.
"maaf sayang, niatku mau menghindari lubang itu tapi tidak kesampaian dan ....... lhololoh kenapa ini." terang Andre yang mulai panik lalu ia menghentikan laju motornya.
"Kenapa!" tanya ku ketus sambil turun dari motornya yang belum lunas cicilannya itu.
"Astaga bannya langsung kempes." Andre menjawab dengan muka melasnya.
Huuuuuhh...... batinku menahan kesal.
Baru saja aku membayangkan sesuatu yang indah dengan mas Reyhan, kenapa jadi ketimpa sial.
Terpaksa deh, aku dan Andre harus berjalan kaki mencari tukang tambal ban ditengah cuaca siang yang sangat panas ini. Bisa gosong kulit aku kalau lama lama berada dibawah terik matahari, mana tukang tambal ban tak juga kelihatan.
__ADS_1
Sebel.... sebel..... sebel
"Yang, liat itu ada tukang tambal ban." Andre kegirangan melihat tukang tambal ban yang berada kurang lebih 200 meter dari tempat kami jalan. Ya menurut ku masih jauh lah. Jadi aku enggan menghiraukan perkataannya.
Sesampainya ditukang tambal ban, masih harus juga antri. Mau duduk tak ada tempat duduk yang layak.
Arghhh.... terpaksa kan masih harus berdiri. Mana keringat di dahi mulai bercucuran lagi. Huh, sebal.
"Sayang, kamu kenapa sih dari tadi kok diam saja?" tanya Andre dengan senyum yang tiba-tiba terasa memuakkan itu.
"Aku cuma capek aja, pengen cepet-cepet pulang." jawabku apa adanya. Karena hati terlanjur dongkol, jadi tak bisa aku berpura-pura manis.
Lhololoh, kemana tuh orang, kok main tinggal tinggal aja. Apa tersinggung dengan ucapan ku? Ah, aku rasa tidak mungkin. Dia kan orang suka bercanda.
Terpaksa deh aku sendirian. Untuk mengusir rasa bosanku karena tak tahu kapan motor Andre akan selesai diperbaiki, lebih baik aku coba handphone baru ku saja.
Lagi asyik-asyiknya memainkan handphone untuk berfoto selfi, bahuku ditowel Andre.
Ah........ bagai oase di padang pasir, terasa sangat menyegarkan ketika cairan es itu berhasil membasahi kerongkonganku.
"Kamu baru coba handphone barunya ya, yuk kita selfi bareng." ajak Andre, dan terpaksa aku harus mengikutinya.
Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya motor nya selesai juga diperbaiki. Kami pun segera melanjutkan perjalanan pulang.
"Yang, kok tumben sih ngga nawarin aku main kerumah mu? biasanya setiap kita habis pergi aku selalu kamu tawarin mampir lho. Terus muka itu kenapa dari tadi ditekuk aja? Lagi ngga enak badan atau gimana?"
Wah ternyata Andre respek juga tentang perubahan sikapku, gawat ini, kalau aku menunjukkan terlalu yang berlebihan. Apa lebih baik aku tetap pura-pura masih respek dengannya sampai aku tahu semua informasi tentang Reyhan dan berhasil jadi pacarnya, setelah itu baru ku tinggal saja Andre.
"Eh aku ngga apa-apa kok mas, mungkin cuma kurang enak badan saja karena tadi terlalu lama kena sinar matahari ditambah masih jalan beratus meter untuk menemukan tukang tambal ban. Mungkin kamu harus rajin nabung mas untuk bisa beli mobil, biar kalau kita jalan berdua ngga kepanasan, ngga ada kejadian aku melambung tinggi seperti bola tadi." ujar ku sambil terkekeh kecil seperti sedang bersenda gurau, tapi jika Andre paham itu adalah signal dariku untuk menuruti apa mau ku.
"Oh ya, mau mampir ngga?" tawar ku sehalus mungkin.
"Iya iya doain aja, biar motor ku ini segera lunas cicilannya, dan bisa nabung buat beli mobil. Ya sudah kalau kamu lagi ngga enak badan, sebaiknya buruan dipakai untuk istirahat, aku pulang dulu ya, bye sayang muach."
__ADS_1
Aku pun tersenyum sambil melambaikan tangan menatap Andre yang perlahan meninggalkan pekarangan rumah ku.
Baguslah dia sadar diri.
Sesampainya dikamar aku langsung merebahkan diri ditempat tidur. Tulang berasa mau patah karena jalan kaki sekian ratus meter tadi.
Okay, pencarian informasi tentang mas Reyhan dimulai, semangat Sinta.
Pertama, aku harus buka blokir nomor nya terlebih dahulu. Kepoin story' WhatsApp nya. Lhoh, kenapa foto nya yang ganteng itu tak muncul di profil, yang ada malah tulisan kaligrafi. Kan jadi ngga bisa memandangi wajahnya.
Okay ngga apa-apa, berarti aku harus kepoin pacebook nya. Wah, ternyata dari dulu dia memang masih aktif di pacebook, tapi setiap unggahannya selalu berisi promosi. Bagus sih, itu tandanya dia orang yang rajin dan tekun berusaha.
Aku jadi penasaran kenapa dia ngga pernah pajang fotonya, padahal dia semakin kesini semakin terpancar jelas aura ketampanan nya, cocoklah bersanding denganku.
Perasaan dulu, tiap kita ada momen bareng, pasti bakal di simpan di pacebook, kok ini aku cari ngga ada. Apa sudah dihapus semua?
Arghhh.... Apa dia sudah benar-benar melupakan aku. Apakah perlakuan ku selama ini terlalu menyakitkan? Gawat dong.
Enaknya, aku sapa di WhatsApp atau di pacebook ya, sekarang atau nunggu sebulan. Tapi sebulan sepertinya lama.
Ah, bulan depan kan hari ulangtahun ku, apa aku undang dia aja untuk romantis date. Pasti dia tak kan menolak. Dan untuk itu, aku harus memulainya dari sekarang. Paling tidak sekedar berbasa-basi dulu.
Okay mas Reyhan yang tajir melintir siapkan diri dan dompet mu untuk menyambut kedatangan ku kembali setelah lama berpisah.
Berteman yuk kak di FB.
FB: Nurul khanifah
Berikan penilaian yang baik ya agar menambah semangat author untuk terus update.
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Tekan like, hadiah, vote dan favoritkan ya😉😉
Terimakasih semoga sehat selalu dan semakin lancar rezekinya.😘🤗
__ADS_1