Juragan Muda

Juragan Muda
166. Meeting


__ADS_3

Reyhan menempelkan e_card pada pintu, dan seketika pintu terbuka. Keduanya melangkah bersama ke dalam kamar, sambil mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan, yang luas dan bernuansa serba putih itu.


"Sepertinya sambil kerja, kita juga bisa bulan madu disini." Reyhan terkekeh sambil mengeratkan pelukannya dan menatap istrinya yang saat ini wajahnya sudah bersemu merah.


"Rasanya dulu kamu ngga pernah menggoda ku seperti ini mas?" sindir Laura. Ia membentangkan gorden, dan menatap indahnya kota Bandung dari balik jendela.


Reyhan meletakkan tasnya di sembarang tempat, dan memeluk Laura dari belakang. Pandangan nya pun mengarah pada gedung-gedung yang menjulang di sekitar hotel.


"Dulu kita kan belum menikah. Mana berani mas macam-macam sama anak orang. Apalagi papa dan mama selama ini selalu baik pada keluarga ku. Dan, alasan yang paling penting saat itu adalah, setiap berada di dekat Miss Laura, hati ku selalu berdegup kencang. Takut kalau sering bertemu atau berduaan bisa khilaf." ujar Reyhan yang terkekeh di ujung kalimatnya.


"Kalau sekarang, rasanya ingin berduaan melulu. Ngga bisa jauh dari Miss Laura." imbuhnya lagi sambil mendaratkan kecupan di pipi berulang kali. Sehingga membuat Laura terkekeh geli.


Siang itu keduanya menikmati makan siang bersama di dalam hotel. Setelah nya baru beristirahat.


Dan, pada malam hari Reyhan mengajak Laura berjalan menyusuri taman alun alun kota Bandung.


Udara malam yang dingin menerpa wajah keduanya. Sehingga beberapa kali Laura mengusap wajahnya agar sedikit hangat.


"Miss, mau makan di situ ngga? Keliatannya ramai, mungkin rasa makanannya enak." ucap Reyhan menunjuk sebuah kedai mie kocok yang berada di seberang jalan.


Laura langsung mengangguk mengiyakan. Ia menggamit lengan Reyhan lebih kuat dan memejamkan matanya ketika mulai menyebrang.


Reyhan langsung teringat kenangannya bersama Laura ketika hendak melaksanakan sholat di masjid depan hotel, dimana ia pernah melihat Choki bersama pacarnya.


Ternyata dari dulu sampai sekarang, Laura belum berubah. Ia belum mampu menghilangkan rasa takutnya ketika menyebrang jalan dengan berjalan kaki.


"Miss Laura, kita sudah sampai sayang." ucap Reyhan dengan lembut.


Laura perlahan membuka matanya dan mengedarkan pandangannya. Walaupun kedai itu kecil, tapi sangat ramai pengunjung. Setiap bangku yang di tata rapi di luar ruangan tampak sudah penuh. Tapi pembeli terus saja berdatangan.


Reyhan segera berjalan menuju bangku yang baru saja di tinggalkan pembeli. Jika tidak begitu ia tak kan mendapat tempat.


Reyhan membersihkan meja dan bangku sebelum Laura duduk.


"Terima kasih suami ku." ucap Laura tulus, sambil tersenyum hangat.


Tak berselang lama, pelayan datang membawa buku menu. Reyhan menyamakan menu makanannya dengan Laura.


"Mas, ternyata jalan jalan malam sambil makan di pinggir jalan seperti ini menyenangkan ya." ucap Laura setelah pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.

__ADS_1


Reyhan tersenyum mendengar penuturan istrinya. Ia ingat jika selama ini istrinya tidak pernah keluar malam dan jajan di pinggir jalan. Ia benar-benar menjaga diri sebagai orang kota yang memiliki strata sosial tinggi. Tak mau jajan di sembarang tempat.


Tapi siapa sangka ketika sudah memiliki suami, malah ia lebih suka jajan di pinggir jalan sambil melihat kendaraan yang lalu lalang. Sehingga membuat Reyhan terkekeh.


"Mas, kok kamu malah tertawa sih?" Laura cemberut karena suaminya justru tertawa menanggapi ucapan nya.


"Kamu begitu berubah sayang. Dulu kamu sangat anti jajan di pinggir jalan. Tiap hari isinya mall dan bioskop melulu. Tapi sekarang justru kebalikannya."


"Semua ini gara-gara kamu tahu ngga? Pokoknya mas harus tanggung jawab. Kita harus sering jalan-jalan seperti ini."


"In shaa Allah mas janji. Mau pergi kemanapun mas akan turuti." ucap Reyhan sambil mengacungkan 2 jarinya. Yang membuat Laura justru terkekeh.


Setelah menunggu sekian menit, akhirnya pesanan mereka pun datang. Laura segera menyendok mie kocok yang masih mengepulkan asap panas.


"Awas sayang, masih panas." ucap Reyhan mengingatkan, dan Laura seketika mengangguk.


"Hem, enak banget mas mie nya, aku suka." ucap Laura ketika mie nya tinggal separuh.


"Mau nambah lagi."


"Enggak lah, nanti aku gendut." Laura mengerucutkan bibirnya.


"Jadi, maksud mu aku ngga cantik?" ucap Laura, seketika ia membulatkan matanya dan mie yang baru ia suap masih terkumpul di mulutnya.


Reyhan semakin terkekeh melihat wajah lucu Laura saat itu.


"No. Miss Laura tetap menjadi yang paling cantik. Queen of my heart." Reyhan mencubit pipi Laura yang penuh makanan. Laura akhirnya tersadar dan segera menguyah makanan nya.


"Sayang ayo kita sarapan bersama dengan teman-teman ku di bawah. Pasti mereka kaget melihat aku sudah bawa pasangan." ucap Reyhan sambil memilih baju yang akan ia gunakan untuk acara pagi itu.


Laura beranjak dari duduknya dan segera merapikan diri. Tak lama keduanya sudah siap dan turun dengan menggunakan lift.


Sesuai dengan prediksi Reyhan, teman-temannya yang berasal dari luar kota kaget ketika melihat seorang wanita cantik yang menggamit lengan Reyhan.


Reyhan mendekat menyalami temannya satu persatu sambil memperkenalkan Laura. Tak ada temannya yang tidak memuji kecantikan dan keanggunan Laura. Benar benar wanita sempurna dan beruntung Reyhan memilikinya.


"Akhirnya kamu sold out juga ya brow."


"Gila, nemu dimana bidadari secantik itu?"

__ADS_1


"Ngga pernah bilang punya pacar, taunya kesini bawa istri. Bikin baper deh."


Dan masih banyak lagi ungkapan lainnya. Reyhan memang tak mengabarkan pada teman luar kotanya jika ia menikah. Karena tak ingin merepotkan mereka.


"Kadonya nyusul deh nanti." celetuk salah satu temannya. Yang membuat mereka terkekeh.


"Boleh boleh. Aku kesini juga bawa mobil. Jadi bisa muat bawa banyak kado." ucap Reyhan menimpali.


Reyhan segera mendekat ke meja prasmanan, dan mengambil beberapa makanan sesuai seleranya. Lalu duduk di bangku yang sengaja di susun memanjang agar muat menampung banyak orang.


Laura ikut berbaur dengan Reyhan dan teman temannya. Hubungan rekan bisnis, sudah seperti layaknya saudara sendiri. Mereka saling melempar candaan. Hingga seorang dari mereka mengingatkan tentang jadwal seminar mereka.


Bergegas Reyhan dan teman-temannya memasuki meeting room.


Sedangkan Laura duduk di lobby dan bercakap-cakap dengan istri istri dari teman suaminya. Lalu ia mendengar suara tangisan anak kecil. Dan bergegas menghampirinya.


"Ayo ikut tante sayang."


Laura mengulurkan kedua tangannya untuk menggendong anak kecil yang sedang menangis, karena ibunya sedang menggendong anaknya yang lebih kecil.


"Anak pintar." Laura memuji anak kecil itu yang sekarang sudah ia gendong.


"Maaf ya mbak, jadi merepotkan." ucap ibu anak itu.


"Ngga apa-apa mbak." ucap Laura tulus. kini keduanya jalan jalan di luar hotel untuk menenangkan anak anak.


Sambil berjalan-jalan, keduanya juga asyik bercerita. Sedikit banyak Laura menyerap ilmu parenting dari ibu muda itu.


"Maa syaa Allah, mbak hebat sekali ya." puji Laura tulus pada wanita yang baru saja selesai bercerita. Tentang mengurus rumah tangga, mengurus anak di tambah mengurus usahanya sendiri.


"Aku juga pengen bisa menjadi wanita yang produktif seperti kamu mbak." Imbuh Laura lagi.


Hal itu membuat wanita yang ia puji justru terkekeh.


"Saya produktif juga karena kepepet mbak. Saya berasal dari keluarga miskin, jadi saya harus membantu suami banting tulang untuk mencukupi kebutuhan ekonomi. Beruntung sekali, di saat usaha suami melejit, usaha saya pun ikutan melejit. Kalau saya keturunan orang kaya, mungkin sampai sekarang saya masih menghambur hamburkan uang orang tua. Ngga bisa ngerasain uang dari hasil jerih payah sendiri." ucap wanita itu sambil terkekeh.


Namun mampu membuat hati Laura tersentil. Karena kalimat terakhirnya sesuai dengan kebiasaan Laura. Tapi Laura yakin, wanita itu tidak berniat menyinggungnya.


Sekarang, niat Laura tak ingin merepotkan siapapun. Ia juga ingin menjadi wanita sukses seperti wanita yang ada di sampingnya saat itu. Ia ingin mengamalkan seluruh ilmu yang ia dapatkan selama bersekolah.

__ADS_1


__ADS_2