Juragan Muda

Juragan Muda
229. Aqiqah untuk Salman


__ADS_3

Setelah sambutan dari Reyhan, acara dilanjutkan dengan pemotongan rambut yang dilakukan oleh keluarga serta ustadz dan doa bersama. Lalu ceramah singkat mengenai asal-usul aqiqah. Meskipun cerita itu berulang kali mereka dengar, anak-anak dan para hadirin tetap antusias mendengar. Dan ketika acara sudah selesai, di susul dengan acara makan bersama, lalu penutup.


Pihak keluarga menyalami seluruh tamunya saat berpamitan pulang. Reyhan dan Laura sambil memberi amplop uang serta paket gift. Tentu saja, anak-anak panti asuhan sangat senang menerimanya.


Setelah acara bersama anak-anak panti asuhan selesai, Reyhan dan Laura beristirahat sejenak. Karena siangnya acara yang dihadiri oleh rekan-rekan Reyhan akan kembali di gelar.


Setelah Dhuhur, satu persatu tamu pun mulai kembali berdatangan. Tidak hanya dari dalam kota, mereka juga ada yang berasal dari luar kota juga. Mereka datang membawa kado yang unik, istimewa dan besar-besar, dan tentu harganya tidak murah.


Tak hanya memuji ketampanan putranya, ternyata mereka pun juga memuji kecantikan Laura yang semakin cantik. Sehingga membuat Laura tersipu malu. Dan Reyhan yang melihatnya lebih posesif menjaga istrinya, dengan mengeratkan tangannya di pinggang Laura. Dan hal itu mengundang gelak tawa teman-temannya.


Susunan acara yang sama kembali di lakukan pada siang hari itu, ketika semua sudah berkumpul di ruang acara. Beruntung sekali, King Salman tidur dengan pulas dan tidak rewel. Mungkin selain karena hawanya yang sejuk, juga banyaknya orang-orang yang mendoakan serta menyayanginya, sehingga membuatnya jadi seperti itu.


Menjelang sore hari, acara itu baru selesai. Reyhan memandikan King Salman terlebih dahulu dengan air hangat, barulah Laura yang mandi.


Setelah sholat Isya', tamu dari rekan rekan pak Atmaja mulai berdatangan. Mereka pun juga membawa bermacam-macam kado untuk cucu pertama yang sangat dinantikan oleh pak Atmaja.


"Cucu mu sangat tampan sekali. Bagaimana kalau sudah besar nanti kita jodohkan dengan cucu ku." canda salah satu rekan bisnis pak Atmaja, ketika melihat King Salman yang menggeliat dalam box ayunan, dan terlihat lesung pipinya. Hidung mancung kulit putihnya menurun dari gen Laura. Sedangkan rambut hitam lebat dan lesung pipinya menurun dari gen Reyhan.


"Ah, kamu bisa saja. Cucu ku baru saja lahir, sudah main jodoh-jodohan saja. Terserah orang tuanya lah nanti." balas pak Atmaja sambil terkekeh pula.


Pak Atmaja yang merasa tak enak, segera mempersilahkan rekannya untuk duduk sembari menikmati hidangan yang disediakan.

__ADS_1


Untung saja, sejak pagi hingga malam, tamu undangan, selalu datang tepat waktu, sehingga tidak terlalu lama menunggu, dan acara bisa segera di mulai.


Ritual acara yang sama juga dilakukan pada malam hari itu. Reyhan dan pak Atmaja memberikan sambutan untuk para tamunya. Setelahnya baru dilanjutkan acara pengajian lagi.


Para hadirin tampak antusias mendengar setiap kalimat yang diucapkan oleh penceramah. Penceramah yang di undang berbeda dengan penceramah saat pagi dan siang, namun materi yang disampaikan hampir sama.


Para kolega pak Atmaja memang adalah orang-orang kelas atas. Yang setiap harinya selalu memikirkan dan disibukkan dengan usahanya, sehingga membuat mereka terlena akan kenikmatan duniawi.


Akhirnya, ketika mendengar isi ceramah tersebut, membuat mereka seakan tersadar, betapa pentingnya ilmu akhirat.


Tepat pukul 10 malam, acara itu selesai. Semua pekerja kembali dikerahkan untuk membereskan sisa acara. Sedangkan Reyhan dengan dibantu oleh ibunya segera mengantar Laura dan bayinya menuju kamar, agar bisa segera beristirahat.


"Nanti kalau ada apa-apa, atau butuh sesuatu, jangan ragu panggil ibu non."


"Iya Bu, terima kasih bantuannya. Ibu sebaiknya juga segera istirahat, semua sudah ada yang mengerjakan kan. Laura ngga mau ibu disini malah semakin kecapekan, terus akhirnya drop. Lagian di kamar juga ada mas Reyhan yang menemani. Ya Bu?" ucap Laura dengan tulus pada ibu mertuanya.


Bu Rohmah bisa melihat perhatian tulus yang diberikan oleh menantunya itu lewat pancaran matanya. Ia pun tersenyum ke arah Laura yang tengah duduk di tepi ranjang.


"Iya non. Ibu sangat senang sekali, dan sama sekali tidak merasa capek, ikut membantu menjaga King Salman, dan juga mengerjakan pekerjaan lainnya di rumah ini. Justru kalau ngga di pakai untuk bergerak, otot-otot ini nanti bisa jadi kendor. Ibu anggap semua ini olahraga, agar ibu tetap sehat." balas bu Rohmah sambil terkekeh.


Setelah perbincangan cukup lama itu, akhirnya Bu Rohmah segera berpamitan keluar, agar anak dan cucunya bisa segera beristirahat.

__ADS_1


Reyhan ikut duduk di tepi ranjang seperti halnya dengan Laura.


"Terima kasih sayang. Kehadiran mu dan king Salman semakin membuat hidupku terasa jauh lebih lengkap."


"Kamu selalu saja bicara seperti itu mas. Kehadiran mu dan king Salman juga membuat hidupku terasa jauh lebih lengkap. Akhirnya status ku berubah, tidak hanya menyandang gelar seorang istri, tapi juga seorang ibu. Aku juga lega, setidaknya orang tidak akan lagi membicarakannya kita, karena telah memiliki anak."


"Jangan pernah mendengarkan ucapan orang lain yang bisa merusak kebahagiaan kita. Terserah orang mau bilang apa. Yang penting kita selalu bahagia bila hidup bersama Miss Laura. Paham kan?"


Laura pun membalasnya sambil mengangguk. Setelah bercakap-cakap sebentar, akhirnya keduanya menenggelamkan diri di balik selimut.


Karena sangat kelelahan, seharian penuh mengikuti acara, akhirnya mereka tidur dengan sangat pulas. Hingga akhirnya, di tengah malam, samar-samar terdengar suara tangisan King Salman.


Reyhan dan Laura segera terbangun, walaupun dengan mata yang begitu berat untuk terbuka. Reyhan segera menghampiri King Salman yang berada dalam box bayi, lalu mengangkat dan mendekatkannya pada Laura.


Hingga hampir 1 jam, keduanya menahan kantuk yang amat sangat, demi memastikan bayi mereka puas meminum asi. Setelah kembali tertidur pulas, Laura meletakkan bayinya di tengah-tengah antara dirinya dan Reyhan. Keduanya memeluk bayinya.


"Bobok yang nyenyak ya anak papa, semoga mimpi indah." ucap Reyhan sambil mengecup kening bayinya. Laura pun melakukan hal yang sama.


Reyhan dan Laura tidak asal memberi nama untuk putra pertama mereka. Keduanya sepakat memberi nama Salman Al Farisi.


Karena itu adalah nama salah satu sahabat nabi yang di jamin masuk surga. Nama itu memiliki arti, diberkahi Allah, senantiasa diberi ketenangan, kedamaian, dan keamanan hidup.

__ADS_1


__ADS_2