Juragan Muda

Juragan Muda
234. Aqiqah untuk putri Rosyidah


__ADS_3

Di pondok pesantren milik haji Dahlan juga terlihat kesibukan sejak kemarin pagi, karena akan menggelar acara aqiqah untuk putri Rosyidah, yang akan dilaksanakan di hari yang sama dengan aqiqah para sahabatnya.


Para santri laki-laki bahu membahu mendirikan tenda, lalu mendirikan panggung mini dan menyusun kursi untuk tamu undangan.


Dan, pada pagi harinya, setelah haji Dahlan menyembelih seekor kambing, para santriwati mulai bahu-membahu di dapur. Ada yang mulai memotong daging menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah di masak, serta yang lainnya menyiapkan bumbu-bumbu.


Hingga beberapa jam, para santriwati mengolah daging kambing itu menjadi beberapa olahan makanan, yang kini baunya mulai menusuk indera penciuman. Membuat perut semakin keroncongan.


Setelah semua selesai di masak, mereka mulai membagi makanan itu, untuk dibagikan pada warga sekitar dan untuk acara nanti malam.


Sementara semua orang tengah sibuk dengan kegiatan persiapan aqiqah, Andre justru tampak sibuk mencari nama yang pas untuk putrinya.


Bahkan hal itu dilakukan sejak ia mengetahui kehamilan Rosyidah. Ia tak mau asal memberi nama pada anaknya. Ia berharap, dengan memberi nama yang baik, bisa membawa keberkahan pada anaknya.


Dan saat ia tengah asyik memangku bayinya sambil asyik menyecroll layar handphonenya mencari nama yang cocok untuk putrinya, tiba-tiba Rosyidah mengejutkannya, dengan melingkarkan tangannya ke bahu Andre.


"Astaghfirullah, kamu mengejutkan ku sayang."


"Kenapa? Belum nemu nama yang pas untuk putri kita?" tanya Rosyidah sambil melongokkan kepalanya melihat ke arah layar handphone Andre. Andre pun menganggukkan kepalanya.


"Sebenarnya, banyak lho nama-nama yang bagus untuk bayi perempuan. Masa sama sekali kamu belum nemu yang pas untuk anak kita mas? Nama-nama sahabat nabi juga banyak yang bagus." ucap Rosyidah sambil duduk di pinggir tempat tidur. Andre pun bangkit berdiri dan duduk di samping istrinya.


Kini keduanya mulai membahas tentang nama anak mereka, karena nanti malam saat acara aqiqah, tentunya nama bayinya itu akan di sebut.


Rosyidah mulai menanyakan tentang nama para wanita wanita yang berada di sekeliling Rasulullah pada Andre. Andre pun menjawab sebisanya.


Lalu Rosyidah kembali memancing suaminya, dengan memintanya menjelaskan satu persatu kisah para wanita itu.

__ADS_1


Untung sekali Andre hafal di luar kepala dengan salah satu istri Rasulullah yang berusia masih kecil. Bahkan Andre ketika masih SMA, memimpikan bisa menikah dengan seorang gadis yang tidak hanya cantik, cerdas tapi juga masih muda seperti beliau Aisyah.


Dan, Andre pun mulai menjelaskan tentang Aisyah pada Rosyidah.


"Aisyah adalah anak dari sahabat nabi Muhammad, yaitu Abu Bakar as-Sidiq. Rasulullah bukanlah seorang penikmat anak-anak sebagaimana kabar burung yang santer berhembus.


Kisah cintanya dengan Aisyah bermula dari sebuah mimpi. 2 kali Rasulullah bermimpi, malaikat membawa Aisyah untuk menjadi jodohnya.


Rasul pun menindaklanjuti mimpi tersebut dengan mendatangi ayah Aisyah, dengan tujuan untuk memperistri sang puteri.


Abu Bakar tidak menyangka, jika anaknya akan di persunting oleh kekasih Allah itu. Ia pun segera menyampaikan pada Aisyah mengenai lamaran Rasulullah.


Dan tak disangka pula, jika Aisyah mau menerima lamaran itu. Padahal kala itu, Aisyah masih kecil. Ia menjadi istri Nabi Muhammad SAW kala masih berusia 6-7 tahun.


Karena menjadi istri sejak usia kanak-kanak, Aisyah tumbuh dalam cinta, kasih sayang, kelembutan, dan didikan Nabi Muhammad. Ia diperlakukan sesuai usianya, tanpa ada paksaan.


Abud Dhuha meriwayatkan dari Masruq yang mengatakan, "Aku melihat orang-orang tua di kalangan sahabat bertanya banyak hal kepada Sayyidah Aisyah RA."


Pengakuan mengenali Aisyah pun disampaikan Urwah bin Zubair. "Aku tidak pernah melihat perempuan yang lebih cerdas dalam bidang kedokteran, fikih, dan syair selain Sayyidah Aisyah RA."


Nama Aisyah pun masuk dalam segelintir sahabat Nabi yang dinobatkan sebagai periwayat hadis terbanyak. Aisyah menduduki urutan keempat setelah Abu Hurairah, Abdullah bin Umar bin al-Khattab, dan Anas bin Malik.


Ada sebanyak 2.210 hadis yang diriwayatkan Aisyah. Hadis mengisahkan tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW, rumah tangga, dan peran Rasul sebagai suami atau kepala keluarga.


Setiap kali, Rasulullah memanggil Aisyah, selalu menyelipkan dengan kata Humaira, yang artinya kemerah-merahan. Karena wajahnya selalu bersemu kemerah-merahan saat namanya di panggil. Membuat nabi Muhammad gemas melihatnya.


Kebersamaan Aisyah dan Nabi Muhammad SAW tidak lepas dari cerita-cerita romantis. Karena Rasul begitu mengenal karakter Aisyah.

__ADS_1


Tanpa perlu bertanya dan berkata, Rasul tahu kapan Aisyah marah atau bahagia meski sang istri kerap menyembunyikan perasaannya dengan rapi.


Begitu istimewa Aisyah sampai di hari-hari terakhirnya, Rasul meminta agar dirinya dirawat di rumah Aisyah.


Saat Malaikat Maut mencabut nyawa Nabi Muhammad SAW, beliau berada di pangkuan Aisyah. Rasulullah berdoa: "Ya Allah, ampuni dan kasihanilah aku. Pertemukanlah aku dengan teman-teman yang tinggi (kedudukannya). Ya, Allah pertemukanlah aku dengan teman-teman (yang tinggi kedudukannya)."


Kalimat tersebut diucapkan Nabi Muhammad sebanyak tiga kali. Kemudian, sambil bersandar di antara dada dan leher Aisyah, Rasulullah wafat pada usia 63 tahun.


Tanpa sadar, Andre justru menitikkan air mata ketika menceritakan tentang kisah hidup Aisyah dengan Rasulullah yang sungguh luar biasa. Kisah cinta yang tidak hanya dilandaskan pada hawa nafsu semata, melainkan dengan berlandaskan rasa cinta pada Rabb nya. Rosyidah pun menghapus air mata yang menetes di wajah suaminya.


"Kok kamu malah menangis mas?"


"Wanita itu memang makhluk paling istimewa di muka bumi. Tidak hanya kuat, tapi ia juga setia pada pasangannya. Aku sangat kagum dengan kecerdasan, kekuatan, serta kesetiaan Aisyah yang ditunjukkan pada Rasulullah.


Tapi sayangnya, kebanyakan lelaki sekarang, karena diberi sedikit kelebihan harta, atau tidak puas dengan pelayanan yang diberikan, malah bermain terong di belakang istrinya.


Dan, mengingat kembali kisah Aisyah serta mendampingi kamu saat melahirkan bayi kita, menyadarkan ku, tentang betapa pentingnya menjaga hati istri. Apapun yang terjadi, kita harus tetap selalu bersama, dalam suka maupun duka. Aku takkan pernah meninggalkan mu sayang."


"Kalau begitu, kita kasih nama bayi kita Aisyah Humaira saja gimana sayang? Agar aku selalu ingat dengan perjuangan mu melahirkan bayi dan juga mengingat kisah wanita yang mulia, seperti istri Rasulullah."


Rosyidah tersenyum menganggukkan kepalanya, menanggapi ucapan suaminya.


"Aku setuju sekali mas. Itu nama yang bagus."


"Ah, kenapa ngga dari dulu aku menyebut nama itu?" gerutu Andre.


"Tidak apa-apa mas, semua kan butuh proses, tidak instan. Memikirkan nama bayi kita juga membuat kamu semakin serius belajar memahami ajaran yang kita anut kan?"

__ADS_1


Andre nyengir kuda menanggapi ucapan istrinya yang benar adanya.


__ADS_2