Juragan Muda

Juragan Muda
21. Buka cabang


__ADS_3

"Iya mas Bowo, besok pagi kita ketemu di kios saja kalo begitu. Jangan lupa kabari pemilik kiosnya juga." Reyhan pun mengakhiri percakapan nya lewat handphone.


Setelah nya ia ingin sejenak merebahkan badan, penat dan lelah sangat ia rasakan seharian ini. Baru hendak memejamkan mata tiba tiba ibunya mengetuk pintu dan masuk ke kamarnya.


"Kamu serius mau menyewa kios di pasar jati menggantikan Bowo." tanya ibunya serius.


"Iya bu, dari Bayu ya?" lalu ibunya pun mengangguk.


"Maafin Reyhan belum sempat cerita, beberapa hari ini badan ku capek banget bu."


"Reyhan tau mas Bowo seperti apa orang nya, tapi ngga ada salahnya juga kita bantu dia. Lagian dapet endorse an satu etalase buat display handphone jadi sayang kalo ngga digunakan, misal di taruh di counter tempat nya tak cukup bu. Untuk modalnya alhamdulillah Reyhan ada tabungan bu." jawab Reyhan berusaha meyakinkan ibunya.


"Kamu anak sulung ku, sudah banyak membantu perekonomian keluarga ini, ibu sudah bangga melihat mu sampai pada titik ini. Dan, sungguh ibu tak menyangka jika kamu akan bisa buka cabang dalam kurun waktu dekat ini. Jika kamu ingin sewa kios untuk buka cabang itu, tentu ibu ijinkan. Jika kamu perlu modal tambahan in shaa Allah ibu juga punya sedikit tabungan, perhiasan mas kawin ibu dulu pun juga masih ada. Hanya biaya sekolah Bima saja ibu rasa tidak begitu berat."


"Sudah dapet doa dari ibu saja Reyhan sudah bersyukur bu. Uang dan perhiasan ibu disimpan baik baik ya, jangan sampai dijual. Kalo aku butuh modal tambahan aku bisa jual logam mulia dari reward reward itu bu." jawab Reyhan sambil mengelus tangan ibunya, bagai di siram seember air dingin, doa tulus ibunya terasa sangat menyejukkan ditengah badannya yang terasa tak karuan.


"Baiklah kamu istirahat saja dulu, ibu mau mencuci baju." ibunya beranjak dari tempat tidur Reyhan.


Reyhan pun sejenak menatap punggung ibunya yang berlalu keluar dari kamar nya. Terbersit pikiran untuk membelikan sebuah mesin cuci. Karena selama ini ibunya mencuci baju secara manual seluruh baju anggota keluarganya.


_____


"Berangkat sekarang kak?" tanya Bayu yang sudah melihat kakaknya berpenampilan rapi.


Tiwi yang hendak memasukkan uang penjualan pun sejenak tertegun melihat penampilan Reyhan yang semakin memukau. Postur tubuh yang tinggi tegap semampai, kuning langsat dibalut kaos polos warna marun celana pendek selutut warna cream dan sepatu kets warna serupa. Tak lupa sebuah waistbag terselempang di dada Reyhan, penampilan nya terlihat segar seperti anak SMA.


"Iya, ngga papa lah berangkat duluan, bisa sambil lihat keadaan sekitar sana. Aku titip counter ya, di jaga baik baik jangan cuma bisa jagain anak orang." pamit Reyhan tapi sekilas pandangan nya tertuju pada Tiwi yang salah tingkah.


"Tenang, keduanya bisa aku jaga dengan baik." senyum tersungging di wajah Bayu, paham dengan yang dimaksud oleh kakaknya.


Reyhan segera mengambil kunci motor lalu bergegas pergi. Cukup menempuh waktu 15 menit, Reyhan sudah sampai di pasar jati.


Melepas helm dan sejenak mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Tempat parkir terlihat penuh. Kios yang berjajar rapi dan menyediakan aneka kebutuhan masyarakat terlihat sangat menarik.


'Deg!'

__ADS_1


Jantungnya seakan berhenti berdetak, ada 2 counter yang masing-masing terletak diujung kanan dan kiri.


Sementara Reyhan meyakini jika kios yang ditawarkan mas Bowo berada tepat berada di depan matanya, yakni berada ditengah-tengah deretan kios.


Karena hanya kios itu saja yang masih tutup, sementara kios lain sudah buka semua.


"Hei, sudah dari?" suara yang ia kenal tiba tiba mengagetkan dari belakang.


"Eh, enggak mas, baru juga sampai."


"Ayo lihat dalam kiosnya dulu biar kamu makin mantap." ajak mas Bowo ke Reyhan lalu mulai memutar kunci.


'Lumayan besar juga dalamnya, tapi sayang banyak cat mengelupas.' batin Reyhan.


"Gimana Rey, kamu suka kan?"


"I_iya mas, lumayan lah." jawab Reyhan sambil masih tetap mengedarkan pandangannya kesetiap sudut.


Lalu kakinya melangkah mendekati sebuah ruang, yang ternyata itu adalah kamar mandi.


"Iya mas in shaa Allah aku mau."


"Makasih ya Rey, dan untuk hitungannya sama seperti kemarin ya, tahun ini kontrak sudah aku bayar full, karena baru aku pake 6 bulan jadi kamu bayar 6 bulan ke depan ke aku, sebesar..." belum sempat Bowo berkata kepala kantor di pasar datang lalu Bowo pun tak melanjutkan bicaranya.


"Sudah lama mas?" kata kepala pasar yang bernama pak Raden.


"Baru saja pak." jawab Reyhan dan Bowo bersama.


"Gimana, suka ngga dengan tempatnya. Rezeki orang sudah di takar mas, jangan takut sebelum mencoba. Yah, walaupun di sini juga sudah ada 2 counter." kata pak Raden lebih meyakinkan.


"Iya pak, in shaa Allah saya bersedia. Mohon doanya juga ya pak, supaya usaha saya bisa berjalan lancar seperti lainnya."


"Tentu mas. Semisal cocok dan berjalan lancar, kamu bisa membayar sewanya lagi tahun depan. Untuk sementara karena ini menghabiskan masa kontrak mas Bowo, maka bayarnya juga ke mas Bowo dulu."


"Iya pak, tadi sudah dijelaskan sama mas Bowo."

__ADS_1


"Ya sudah saya pamit dulu ya, melanjutkan pekerjaan yang belum saya kerjakan." pamit pak Raden keluar kios dan sebelumnya semua saling menganggukkan kepala sambil tersenyum.


"Ehem." suara Bowo mengalihkan perhatian Reyhan.


"Jadi kamu bayar ke aku 3 juta ya Rey."


"Oh iya mas. Kebetulan aku dah bawa uangnya jadi sekalian aja." kata Reyhan lalu mengeluarkan dompet dari tas nya. Mengeluarkan lembaran merah 3 gepok.


"Okay makasih ya. Aku pergi dulu." Reyhan menjawab dengan anggukan kepala tak lupa untuk senyum.


'Semoga ditempat baru ini ada rezeki yang Tuhan titipkan untukku dan keluarga ku.' batin Reyhan setelah nya melangkah keluar menuju motor nya terparkir.


_____


"Ada yang bisa kami bantu kak?" kata pelayan toko elektronik dengan ramah.


"Saya mau cari mesin cuci dengan kualitas yang terbaik kak."


"Oh iya, mari ikuti saya."


"Nah, ini adalah produk andalan di toko kita....." panjang kali lebar penjelasan yang diberikan oleh pelayan toko yang akhirnya membuat Reyhan setuju untuk membelinya.


Setelah administrasi diselesaikan, Reyhan segera mengeluarkan beberapa gepok uang merah. Transaksi pun selesai Reyhan segera pulang.


Tak lupa Reyhan mampir ke warung ayam geprek untuk oleh oleh. Semakin sering mengeluarkan uang untuk orang-orang sekitarnya, Reyhan merasa semakin mudah jalannya untuk mendapatkan uang itu kembali.


_____


"Lama amat kak?" todong Bayu lalu matanya segera beralih ke plastik yang dibawa reyhan. Air liur seakan hendak menetes karena sudah mencium bau khas yang memanjakan perut.


"Nih buat makan siang, Tiwi dan pak Somad ambilin juga." lalu Reyhan segera duduk mengecek transaksi counter sampai siang itu.


Bayu pun patuh, segera melaksanakan perintah kakaknya.


Reyhan yang hendak melangkah ke kamar nya segera mengurungkan niatnya karena harus melayani pembeli dulu. Sementara memberikan waktu ke Bayu dan Tiwi untuk makan siang dan sekalian sholat.

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan angka 2, Reyhan tak menyadari jika dirinya belum sholat dhuhur karena banyak nya jumlah pengunjung. Lalu segera menyuruh Bayu untuk menggantikan tugasnya karena Tiwi juga sedang melayani pembeli yang lain.


__ADS_2