
"Em_mas Adam ke_napa?" Tiwi mengerutkan keningnya melihat perubahan wajah Adam.
Adam tidak segera menjawab, karena sedang berusaha menelan cairan itu pelan pelan, sampai mukanya memerah.
"Tidak apa-apa kok." dengan senyum terpaksa Adam menjawab.
'Apa di rumahnya tidak ada gula, sehingga menggantikannya dengan garam.'
Meskipun Adam berkata tidak apa-apa, namun Tiwi merasa aneh. Akhirnya ia mengganti topik pembicaraan lain. Adam memperhatikan Tiwi yang berbicara dengan seksama karena terlihat menggemaskan dan sedikit membuatnya melupakan rasa jijiknya pada minuman yang tadi ia teguk. Tanpa terasa hari sudah semakin gelap. Adam pun ijin pulang.
"Di habiskan dulu mas minumannya." tawar Tiwi.
Adam seketika menarik nafas dan tersenyum. Baru saja pikirannya teralihkan, Tiwi justru mengingatkan kembali. Ingin rasanya membuang minuman itu, tapi juga tidak tega. Akhirnya dengan terpaksa ia meminum es teh rasa asin itu hingga habis, demi menjaga hati Tiwi agar tidak tersinggung.
_____
Sementara di tempat lain, Andre menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya, karena baru saja menghadiri acara karang taruna. Meskipun badan nya terasa capek, namun ia belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya berkelana kemana mana.
Di acara karang taruna tadi, ada salah satu temannya yang menyiarkan kabar pernikahannya. Padahal umurnya masih di bawah Andre.
Membuat Andre berpikir kenapa semua orang mudah mendapatkan jodohnya, sementara dirinya tidak.
Di pabrik ia mendapatkan posisi yang bagus dengan gaji yang lumayan. Sehingga banyak perempuan yang menyukainya.
Namun rasa trauma karena di bohongi oleh seorang perempuan, masih melekat kuat. Sehingga ia berhati-hati dalam memilih calon pasangan. Ia sudah tidak berniat pacaran lagi, jika ada wanita yang klop di hatinya, ia ingin segera menikah.
Kedua orang tuanya selalu mewanti-wanti dirinya agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Oleh karena itu, ia sangat menjaga diri dari pergaulan di pabrik yang bebas.
"Reyhan benar benar beruntung, sekarang sudah menjadi orang kaya, eh dapat jodohnya juga anak orang kaya, cantik pula. Padahal dulu ia di kelas, hanyalah remahan rempeyek. Apa karena ia serius memperdalam ilmu agama, jadi bisa mempengaruhi kehidupannya. Apa aku mengikuti jejaknya saja. Siapa tahu dengan begitu, aku cepat dapat jodoh yang baik, yang sholihah, seperti istrinya."
Sebenarnya saat Andre melihat Laura dan teman temannya berkumpul, lalu membantu salah satunya karena mobilnya mogok, hatinya mulai tertarik dengan wanita wanita itu walaupun belum pernah melihat wajahnya sama sekali.
Melihat penampilan mereka, membuat hatinya tenang. Namun untuk mendapatkan hati wanita seperti mereka, membuat nyali Andre menciut.
__ADS_1
"Aku harus berguru pada suhunya nih, sebelum jadi perjaka tua." gumamnya lalu meraih handphone nya.
Andre segera mengirim pesan, namun menunggu balasan seperti menunggu jodohnya yang belum jelas hilalnya. Membuat ia mengirim pesan kembali, sampai akhirnya ia pun menelepon.
Sementara itu di seberang sana, Reyhan terpaksa menghentikan aktivitas pencak silatnya bersama Laura, karena dering telepon yang terasa mengganggu.
'Andre?' batinnya sambil mengernyitkan dahi.
Reyhan merasa ada sesuatu yang penting, sehingga malam malam Andre sampai menelpon nya. Ia pun menggeser tombol warna hijau lalu mendekatkan handphone itu ke telinganya.
"Hallo Ndre, ada apa?" tanya Reyhan tanpa basa-basi, karena ingin segera melanjutkan aktivitas nya.
Andre yang berada di seberang sana, mengernyitkan dahi ketika Reyhan langsung bicara to the point seperti itu.
"Iya Rey, aku mau bertanya sesuatu yang penting pada mu."
"Iya mau tanya apa, langsung bicara saja." jelas Reyhan, sambil mengecup pipi Laura sehingga membuat Laura bersuara merdu khas orang silat di kasur.
"Arghhh, geli mas." bisik Laura, namun Andre yang berada di seberang sana bisa mendengarkan, sehingga ia kembali mengernyit.
Reyhan yang gemas dengan sikap Andre akhirnya melampiaskan dengan menggigit badan Laura, hingga membuat wanita itu mengerang.
"Arghhh... Pelan pelan sedikit mas."
Andre yang kembali mendengar suara erangan seperti itu semakin bergidik.
'Ya ampun, apa mereka sedang...... Ah, semakin membuat ku panas dingin saja sih mereka. Pikiran ku sudah traveling kemana-mana, tapi sasaran belum ada.' batin Andre sambil masih menempelkan benda pipih di telinganya.
Sementara itu, Reyhan langsung menjatuhkan handphone nya begitu saja, ia pikir sambungan sudah terputus karena Andre tidak segera bicara.
Reyhan yang melihat perubahan di wajah Laura yang sudah memerah, semakin membuatnya gemas, dan terus menyerangnya. Hingga suara erangan nan merdu terdengar.
Reyhan semakin menambah kekuatan nya, agar berhasil memenangkan pertandingan pada malam hari itu. Hingga akhirnya, ia berhasil menerobos masuk dan memuntahkan cairan susu kental manis.
__ADS_1
"Terima kasih Miss Laura, malam ini kamu sudah menunaikan kewajiban mu dengan baik. Semoga benih yang aku tanam segera tumbuh dalam perut mu." Reyhan mengecup kening Laura, lalu tubuhnya ambruk di samping Laura.
'Arrghhh, ternyata benar dugaan ku. Mereka baru main kuda-kudaan.' batin Andre, karena sejak tadi terus mendengarkan suara mereka di telepon. Ia pun segera mematikan handphonenya lalu memeluk guling erat.
"Ya ampun Reyhan, teganya diri mu membuat junior ku tegang karena permainan mu dengan istri cantik mu. Lalu bagaimana aku yang belum memiliki istri?" gerutu Andre frustasi.
"Pokoknya kamu harus bertanggung jawab, kamu harus bisa nyariin aku istri yang cantik dan sholihah seperti istri mu." tegas Andre sebelum tidur.
Karena sebelum tidur Andre memikirkan permainan kuda-kudaan yang tengah di lakukan Reyhan dan istrinya, ternyata itu bisa berdampak pada tidurnya.
Dalam tidurnya ia bermimpi tengah bermain kuda kudaan dengan seorang wanita yang cantik. Setelah selesai bermain kuda kudaan, Andre juga menciumi wajah istrinya.
"Terima kasih sayang, kamu telah membuat ku sangat puas." celoteh Andre sambil memeluk dan mengecup guling nya.
Ibunya yang sejak tadi telah membangunkannya dan kini tengah duduk di atas ranjang tempat tidurnya hanya bisa geleng-geleng kepala, karena celotehan anaknya yang masih tertidur.
"Sepertinya kamu sudah kebelet ingin menikah. Tapi gimana mau menikah, pacar saja tak punya. Dulu punya pacar nasib mu juga apes." gumam ibunya.
Sementara itu, Andre kembali meracau.
"Sayang, aku minta nambah jatahnya lagi boleh ngga? Biar cepet jadi."
"Ya ampun, sepertinya dia sudah kelewatan." gumam ibunya Andre. Bergegas ia membangunkan, dengan menggoyang goyangkan tubuh Andre.
"Ndre, Andre, ayo bangun." berulang kali sampai mulut ibunya merasa capek, barulah Andre menggeliat sambil tersenyum.
"Hah, ibu!" seru Andre sambil membulatkan matanya melihat yang ada di hadapannya saat ini adalah ibunya, bukan istrinya. Wajahnya langsung pias menahan malu.
"Iya, ini ibu. Kenapa memangnya? Kamu sudah kebelet pengen kawin? Ibu ingatkan, jangan sampai jatuh ke lubang yang sama. Sebaiknya kamu cari istri anak pesantren, yang ngga pernah neko neko. Sekarang buruan bangun, karena subuh sudah lewat dan kamu harus bersiap masuk kerja." tutur ibunya panjang lebar lalu segera keluar dari kamar anaknya.
Sedangkan Andre mendengus kesal bercampur malu, karena tadi yang ia rasakan hanyalah mimpi.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1