Juragan Muda

Juragan Muda
34. Akhirnya aku jadian


__ADS_3

"Wi, kamu mau kan jadi pacarku?" untuk yang kesekian kalinya Bayu bertanya lagi sambil menatap serius wajah cantik yang sedang duduk dihadapannya.


Setelah sekian menit menunggu, akhirnya Tiwi mengangguk sambil tersenyum simpul.


Dan untuk sesaat Bayu merasa speechless saking bahagianya hanya dengan melihat Tiwi yang mengangguk.


"Kamu serius kan Wi?" tanya Bayu untuk menyakinkan kalo matanya tadi tak salah lihat.


"Iya, aku serius." akhirnya Tiwi bersuara.


Bayu langsung menggenggam jemari Tiwi dengan eratnya.


"Oh ya, aku punya sesuatu buat kamu." suara Bayu terdengar bergetar karena groginya. Lalu merogoh sesuatu dari dalam tasnya.


"Ini buat kamu." Bayu membuka kotak bludru kecil warna merah dan mengeluarkan isinya. Lalu segera meraih tangan Tiwi untuk menyematkan cincin itu di jari manisnya.


"Lhoh mas, apa apaan ini?" tanya Tiwi kebingungan.


"Ini hadiah dari ku, kalo kita resmi pacaran. Semoga suatu saat nanti kita bisa menikah."


"Tapi...... Aku...... Aku takut kalau suatu saat kita putus gimana?" tanya Tiwi dengan suara bergetar.


"Kok kamu ngomong gitu Wi?" wajah Bayu langsung terlihat masam mendengar perkataan Tiwi tadi.


"Ya kan.... Orang nikah saja bisa cerai apalagi kita yang masih pacaran mas?"


"Em... Aku yakin kok kalau kamu jodohku. kalau pun kita nanti ngga berjodoh ya ngga papa cincin ini buat kamu, itung-itung aku sekedah." Bayu terkekeh lalu segera menyeruput es nya sampai habis untuk menghilangkan rasa groginya.


"Pulang yuk say, udah malem takut dimarahin ibumu." ajak Bayu.


"Kamu bilang apa tadi mas, Say?" ulang Tiwi yang terdengar aneh ditelinga nya.


"Iya, sayang maksud nya. Kamu keberatan? Atau mau panggilan yang lainnya?" Goda Bayu.


"Em, kayak biasanya aja mas panggil Tiwi. Aku takut nya kamu keceplosan bicara seperti itu di counter, kan ngga enak kalo ketauan yang lain."


"Lhoh kok gitu ngomong nya, ya ngga papa dong."


"Tolong lah mas, aku kan juga perlu waktu untuk semua ini." Tiwi memohon sambil menyatukan tangan di dada, yang membuat Bayu akhirnya setuju dengan pacar barunya itu.


Mereka pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar bergandengan mesra.


"Mas, mbak!" teriak petugas kasir yang membuat pasangan baru itu menoleh.

__ADS_1


Petugas kasir pun segera mendekat ke arah mereka yang sedang berdiri mematung.


"Maaf mas, mbak, tapi tadi makannya belum dibayar." ujar kasir itu sambil garuk-garuk kepala.


'Astaga.' batin Reyhan lalu menepuk jidatnya. Sedangkan Tiwi malah mengerucutkan bibirnya malu dengan kelakuan Bayu.


"Emang ya, kalau lagi jatuh cinta itu dunia serasa milik berdua. Makan aja jadi gratis." bisik petugas kasir ke teman sebelahnya lalu keduanya tertawa pelan takut ketahuan Bayu dan Tiwi yang berjalan meninggalkan meja kasir setelah membayar.


"APA!"


"Kamu dikasih cincin sama Bayu nduk?" bu Siti membulatkan mata tak percaya dengan penuturan anaknya.


Dan Tiwi mengangguk dengan seulas senyum sambil memperlihatkan cincin yang tersemat dijari manisnya.


"Wah, baru jadian aja udah dikasih cincin gimana nanti kalau mau nikah ya nduk?" Bu Siti berbinar bahagia sambil matanya menerawang.


"Tuh kan, ibu bilang juga apa. Lebih baik menerima orang yang cinta dengan kita dari pada cinta dengan orang yang tidak mencintai kita. Ibu doakan ya semoga hubungan kalian bisa sampai ke jenjang pernikahan."


Tiwi mengangguk dan mengaminkan doa ibunya.


Apalagi setelah tau kalau Bayu memiliki motor baru yang harganya juga lumayan dan dibeli dengan cash serta baru saja memberikan sebuah cincin emas.


Maka bertambah senang hati Tiwi, terbayang kehidupan yang semakin berkecukupan.


"Arghhh... akhirnya aku jadian juga sama Tiwi." gumam Bayu sambil senyum senyum sendiri.


_____


Tak sampai 3 bulan, setelah Bayu membeli motor kini Reyhan mengutarakan niatnya untuk membeli sebuah mobil baru.


Bukan sekedar untuk gaya-gayaan semata, tapi lebih kepada nilai kebermanfaatannya.


Setiap bulan ada seminar, gathering dan acara lainnya. Jika lokasi nya masih lumayan dekat maka naik motor menjadi pilihannya atau ikut mobil temannya.


Tapi jika sudah diluar kota dan menginap Reyhan agak kerepotan membawa barang bawaannya, ditambah lagi bisa menurunkan kondisi fisiknya dengan mengendarai motor sejauh medan yang harus ditempuh.


Jika harus ikut mobil temannya, terkadang temannya juga membawa serta keluarganya, sehingga ia merasa sungkan.


Dan anggota keluarganya terkejut mendengar penuturan Reyhan sampai mulutnya terbuka semua.


"Kakak serius?" tanya Bayu dan Bima bersamaan untuk memastikan kalau tidak salah dengar.


"Kamu.... beneran Rey?" ibunya ikut bersuara.

__ADS_1


Reyhan pun mengangguk sambil menyunggingkan senyumnya yang khas.


"Wah.... kayaknya lagi banyak duit ya kak Reyhan." celetuk Bima.


"Doain aja supaya kakak selalu punya banyak duit, ntar kamu juga kecipratan ya ngga?" Lalu Bima pun mengangguk.


"Uangnya yakin cukup Rey?"


"In shaa Allah bu, pokoknya uang gaji ibu terserah mau dipake buat apa, asalkan ibu seneng. Jangan khawatirkan aku bu, in shaa Allah jalanku mencari rezeki sudah semakin gampang." Reyhan menggenggam tangan ibunya.


Air yang menggenang di pelupuk mata yang sejak tadi ditahan ibunya akhirnya lolos juga.


Teringat saat saat susah dulu. Makan dengan sayur hasil dari kebun belakang, makan daging sebulan sekali ketika gajian tiba, 2 motor yang mereka miliki pun juga bekas sewaktu membelinya.


Dan setelah Bayu mampu membeli motor dengan cash kini tiba giliran Reyhan yang membeli mobil dengan cash. Semua ini terasa bagai sebuah mimpi yang indah bagi Bu Rohmah.


Hingga Reyhan merengkuh bahu ibunya dan menyadarkan dari lamunannya, bahwa semua ini memang kenyataan bukan hanya mimpi semata.


Hari esok pun tiba. Berbekal uang hasil penjualan seluruh logam mulia yang dimilikinya hasil dari reward agen provider, Reyhan berangkat ke sebuah showroom yang ada di kotanya.


Dengan mengendarai motor beat second nya dia berangkat untuk menjemput temannya terlebih dahulu.


"Harus nya tadi pake mobilku aja Rey berangkatnya." kata Rama temannya setelah sampai di parkiran.


"Lhoh memang kenapa mas? Kan aku yang ngajak, masak pake mobilmu, aku ngga enaklah ngrepotin kamu."


"Kita tuh temanan udah lama, masih pakai ngga enak segala. Tuh lihat, semua yang di parkiran mobil semua, yang bawa motor cuma kamu doang."


Reyhan mengedarkan pandangan lalu tertawa kecil.


"Kalo yang di parkiran motor semua namanya dealer mas. Dah lah ayo masuk, aku kesini ngga ngutang kok tenang aja."


Lalu Reyhan mengeluarkan plastik hitam dari bagasi motor nya dan membawa serta masuk. Rama yang sejak tadi memperhatikan bungkusan itu bertanya ke Reyhan tapi sengaja tak di jawab.


"Pagi pak?" Sapa Reyhan sopan ke pegawai showroom.


Pegawai itu segera menoleh ke arah Reyhan, sambil memperhatikan dari atas ke bawah. Reyhan pun kebingungan mendapat perhatian seperti itu dan menoleh ke arah Rama yang mengedikkan bahu tanda tak tahu apa-apa.


"Pak? Pagi pak." ulang Reyhan.


"Oh i_iya dek, selamat pagi. Ada yang bisa kami bantu?"


"Boleh saya lihat lihat koleksi mobil nya pak?"

__ADS_1


"APA! Saya ngga salah dengar?" pegawai itu terkejut dengan permintaan Reyhan.


__ADS_2