Juragan Muda

Juragan Muda
246. Tamat


__ADS_3

Pada malam harinya, mereka berkumpul untuk membuka kado.


"Kapan selesainya ini, kado sebanyak ini. Cuma buat king Salman kesayangan." cicit Laura. Sambil menghujani wajah anaknya dengan kecupan.


"Di buka aja belum, udah ngeluh aja." Reyhan menowel dagu istrinya, karena gemas.


"Udah, jangan bertengkar. Kita buka kadonya saja sekarang." ucap bu Ani.


Laura mendudukkan king Salman dipangkuan nya. Lalu meraih kotak besar dan mengocoknya sebentar.


"Kalau penasaran, langsung di buka saja. Ngapain pakai di kocok dulu." ucap Reyhan lagi.


"Ish, ngapain sih dari tadi suka banget godain." Laura mencubit pipi suaminya.


"Hem, kalian ini selalu saja main tangan. Sudah ke kamar saja sana, bikinin adik buat king Salman. Biar papa dan mama yang buka kado. " kekeh pak Atmaja.


Reyhan hanya menyunggingkan senyum menanggapi candaan papa mertuanya. Lalu mengambil 1 kado dan membukanya. Ternyata isinya puzzle edukasi. Ada juga yang isinya, sweater, jaket, set koko, vespa mainan, motor listrik mainan, sepatu non lokal, dan masih banyak lagi lainnya. Sampai mereka harus menunda karena waktu sudah malam.


"Wah, king Salman panen hadiah. Alhamdulillah bibi ikut senang melihatnya." asisten rumah tangga mereka bahkan ikut angkat bicara.


"Iya Bi, tapi karena sudah malam, di lanjut besok lagi." balas Laura sambil beranjak berdiri.


Tidak hanya king Salman saja yang panen hadiah, tapi juga teman-teman yang lahirnya bersamaan dengannya. Di rumah masing-masing mereka pun juga tengah membuka kado.


Kado dari kakek neneknya menjadi kado yang terbesar bagi bayi-bayi itu. Seperti king Salman yang mendapat kado dari pak Atmaja berupa, hak kepemilikan showroom yang ada di Yogyakarta. Baby Fatah mendapat tanah dari pak Gofur. Sedangkan Zakira mendapatkan set perhiasan emas.


Baby Fatim anak Tiwi juga mendapat set perhiasan emas dari neneknya. Dan anak Rosyidah, Aisyah mendapat tabungan paket umroh dari haji Dahlan.


_____


"Mama, Salman maunya ikut papa kerja aja. Biar dapet uang banyak." ucap Salman dengan gaya khas balitanya.


"Sayang, pas hari Sabtu saja ikut papa kerja nya. Sekarang sekolah dulu, cari ilmu yang banyak untuk bekal masa depan." Laura membelai wajah tampan putranya, yang kini berusia 4 tahun.


"Ih, berapa lama Salman harus sekolah ma?"

__ADS_1


"Em, kira-kira 20 tahunan lah."


Salman menghitung jumlah jari tangan dan kakinya dengan logat khas anak kecil.


"Hore, berarti cuma sebentar ya ma." teriaknya kegirangan.


"Iya." Laura tersenyum geli melihat tingkah anaknya yang lucu.


"Ya sudah, ayo kita makan dulu, habis itu pamitan sama opa, Oma, papa terus berangkat sekolah deh, di antar mama."


Keduanya bergandengan tangan menuruni anak tangga, lalu berjalan menuju dapur. Dimana opa, Oma dan papanya sudah menunggu.


"Hei jagoan opa." seru pak Atmaja. Ia mengangkat tubuh Salman tinggi, lalu mengecupnya. Setelah bocah kecil itu turun, giliran Reyhan yang menggendongnya.


Hari itu memang menjadi hari pertama Salman masuk sekolah TK. Untuk itu, Laura telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, agar tidak ada sesuatu yang terlewat.


"Papa, Salman berangkat sekolah dulu ya. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam sayang. Bilang sama mama ya, kalau bawa mobil jangan ngebut." Sambil menggendong Salman, Reyhan melirik istrinya yang tampak manyun.


"Ngebut atau enggak, yang penting kan selamat sampai tujuan mas. Belum tentu yang pelan-pelan bisa selamat." Laura terkekeh di ujung kalimatnya.


"Enggak kok. Ya sudah aku pamit dulu ya mas, keburu telat."


Reyhan mengecup anaknya berulang kali. Lalu menurunkan nya. Setelah Reyhan bersalaman dengan anaknya, Laura mencium punggung tangannya dengan takzim.


"Dada papa, dada opa, dada oma, dada bibi, dada pak satpam. Salman sekolah dulu ya. Assalamu'alaikum."


Sepanjang perjalanan menuju sekolah, Salman aktif sekali bercerita. Dimana pun dan kapan pun, ia memang tak pernah capek untuk terus bercerita. Hingga orang-orang disekelilingnya kuwalahan.


"Hai, Laura."


Laura yang baru saja turun dari mobil menoleh ke asal suara. Senyum mengembang ketika melihat Anisa tengah menggandeng kedua anaknya.


"Anisa." seru Laura. Ia pun memeluk sahabatnya dengan penuh girang.

__ADS_1


"Salman sekolah di sini juga?"


"Iya, sesuai dengan keinginan orang tuanya." kekeh Laura.


Tanpa di perintah, bocah-bocah itu segera mengulurkan tangan, saling bersalaman.


Bruk.....


"Aisyah. Hati-hati nak kalau jalan." seru Rosyidah pada anaknya yang berlari hingga menubruk Salman. Tapi justru Aisyah lah yang menangis. Salman pun membantunya berdiri.


"Kata papa, ngga boleh bikin perempuan menangis. Nanti bisa berdosa. Bukannya tadi yang salah kamu, lari kenceng banget sampai menubruk ku. Eh, malah kamu yang menangis. Jadi aku berdosa deh." celoteh Salman. Yang justru mengundang tawa orang tua mereka.


"Hai, ada apa ini kok ngerumpi disini? Sebentar lagi bel berbunyi lho." ucap Tiwi yang tiba-tiba sudah berada di dekat mereka.


"Anak mu sekolah disini juga?" tanya Laura.


"Iya, biar sekalian sampai besarnya juga disini, ikut mondok."


"Ngga kencan tapi kok bisa barengan gini sih." kekeh Rosyidah. Mereka pun juga ikut terkekeh.


"Ngga apa-apa. Siapa tahu nanti kalau gede nikahnya juga barengan." balas Anisa.


"Astaga, apakah mereka juga akan meniru kita, bersahabat?" tanya Laura.


"Bisa jadi La."


Terdengar suara bel berbunyi yang membuat mereka menghentikan percakapan. Lalu dengan tergesa-gesa mereka berjalan menuju kelas.


"Semoga dimudahkan Allah belajarnya. Jadi anak yang sholih ya nak." Laura mengusap kepala anaknya. Begitu pun dengan ketiga temannya.


Setelahnya mereka meninggalkan sekolah, menuju rumah Rosyidah untuk bertukar cerita.


Yayasan sekolah di tempat haji Dahlan, memang tidak mengijinkan orang tua untuk menunggu anaknya selama jam pelajaran sekolah. Meskipun itu adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Walaupun mereka menangis sesenggukan, semua sudah di handle oleh ustadzah pengampu.


Ke empat ibu muda itu tengah menikmati waktu bersama dengan penuh canda tawa. Sedangkan para suami sibuk bekerja.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️


Cukup sampai di sini saja ya kisah mereka. Mohon maaf jika masih ada banyak kekurangan nya. Terima kasih 😘😘


__ADS_2