
Semua bernafas lega, ketika memasuki kamar perawatan. Pak Gofur dan umi Salwa tampak bahagia menyambut kehadiran cucu laki-laki dalam hidup mereka.
Keduanya tak menyangka jika Anisa memberi kejutan yang secepat dan seindah itu. Sepasang anak perempuan dan laki-laki.
"Bayu, mumpung Abi dan umi masih sehat, kita ijinkan kamu cepat punya anak lagi. Biar rumah semakin ramai dengan kehadiran cucu-cucu Abi." kekeh pak Gofur, yang membuat Bayu garuk-garuk kepala.
"Abi, jalan lahir Anisa masih sakit nih. Di suruh bikin cucu melulu." sahut Anisa sambil mengerucutkan bibirnya.
Setiap kali melihat istrinya melahirkan, selalu saja tak tega dan berakhir pingsan. Lantas, bagaimana jika sampai beberapa kali Anisa melahirkan bayi? Apa yang akan terjadi pada Bayu?
_____
Di kamar samping, keluarga haji Dahlan juga tengah berbahagia menyambut kelahiran cucu perempuannya. Ia menimang bayi itu dengan penuh kasih sayang.
"Abi, giliran umi dong yang menimang bayinya. Masa dari tadi Abi melulu." rengek umi Sofiah.
"Perasaan sejak tadi abi dan umi selalu berebut menggendong bayi. Padahal aku saja baru menimangnya sebentar saat mengadzani nya." celetuk Andre yang membuat mereka terkekeh.
"Nanti habis umi, giliran kamu ya Ndre, tenang saja." ucap umi Sofiah.
Tak berapa lama kemudian, kedua orang tua Andre datang. Setelah bersalaman dan berpelukan dengan besannya, mereka saling bergantian menimang bayi perempuan itu. Sehingga pada akhirnya, Andre belum jadi menimang bayinya lagi.
_____
Hal yang sama juga tengah dirasakan oleh pasangan Adam dan Tiwi. Keduanya menyambut dengan bahagia kelahiran malaikat kecil di hidup mereka.
Kedua orang tua mereka pun saling berebut menimang bayi mungilnya.
"Habis lahiran, nanti kita pulang ke rumah nenek ya cantik." celoteh mamanya Adam.
"Ke rumah kakek Somad dulu lah, nek." balas pak Somad dengan logat khas anak kecil.
Tak hanya berebut menggendong, mereka juga berebut ingin mengajak bayi itu tinggal bersama. Adam yang melihat hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Kalau kalian berebut terus, ya sudah kita tinggal bersama saja. Biar bisa menjaga dan merawat putri kecil ku." Adam menengahi perdebatan mereka, sehingga membuat mereka terkekeh.
_____
__ADS_1
Karena proses persalinan normal, hanya butuh waktu 3 hari untuk di rawat di rumah sakit. Dan, pada hari itu, mereka sudah diijinkan pulang.
Reyhan dengan ikhlas memenuhi permintaan mertuanya untuk tinggal bersama mereka. Bu Rohmah juga ikut mengantar cucunya pulang ke rumah opa dan omanya.
Sesampainya di rumah megah pak Atmaja, mereka segera menuju kamar Laura. Sengaja bayi tampan mereka tidak ditempatkan di kamar sendiri, agar kedua orang tuanya lebih mudah menjaga.
Mereka sangat terkejut, ketika pintu kamar dibuka, terlihat aneka perlengkapan bayi yang mewah sudah menghiasi kamar Laura.
"Gimana, kalian suka ngga dengan kejutan yang kami berikan?" tanya pak Atmaja dengan wajah yang berbinar bahagia.
"Tentu saja kita sangat suka pa." ucap Reyhan dan Laura bersamaan.
Mereka pun tak bisa menyembunyikan binar bahagia di wajah mereka. Lagi-lagi Bu Rohmah merasa sangat bersyukur, memiliki besan yang penuh pengertian pada cucunya. Dan juga menyayangi Reyhan selayaknya anak sendiri. Ia yang tak kuat menahan rasa harunya, akhirnya menitikkan air matanya.
Reyhan segera membantu Laura duduk di tepi ranjang, agar bisa beristirahat. Sedangkan pak Atmaja segera meletakkan si kecil di box bayi dekat tempat tidur Laura. Bu Rohmah dan Bu Ani merapikannya perlengkapan yang di bawa dari rumah sakit.
Reyhan dan kedua orang tua Laura menyuruh Bu Rohmah menginap di sana, agar bisa menemani cucunya. Tentu saja, ia tak menolak kesempatan itu. Karena menjaga cucu dari anak sulungnya adalah keinginannya sejak dulu.
Bibi dan para asisten rumah tangga yang lain ijin memasuki kamar sambil membawa minuman dan cemilan. Tak lupa mereka juga menengok baby boy yang sangat tampan itu.
Sambil duduk-duduk, sambil mereka bercakap-cakap. Rencananya mereka akan mengadakan aqiqah untuk bayi tampan itu.
_____
Setelah sampai rumah, Anisa dan bayinya memasuki kamarnya. Dengan di bantu Bayu, Anisa duduk di tepi ranjang. Bayinya yang sejak tadi di gendong neneknya, diletakkan di box bayi. Sedangkan pak Gofur menggendong Zakira yang tampak terdiam.
Beruntung sekali ketika ditinggal di rumah sakit, Zakira yang berada dalam pengawasan Bima, tidak rewel sama sekali. Dan Bima pun kini ikut tinggal di rumah pak Gofur untuk sementara waktu.
"Apa kamu akan mengadakan aqiqah untuk putri keduamu Bay?" tanya pak Gofur.
"In shaa Allah iya Bi."
"Hem, bagus. Abi dukung niat mu itu. Jika butuh sesuatu jangan ragu untuk bilang pada Abi dan umi. Karena semua ini kami persiapkan untuk kalian juga."
"Terima kasih Abi, umi."
_____
__ADS_1
"Alhamdulillah, akhirnya kita tiba juga di rumah." ucap haji Dahlan, ketika mobil sudah berhenti di pelataran rumah.
Bergegas para lelaki turun duluan. Ada yang membukakan pintu rumah, ada yang mengangkat perlengkapan dari rumah sakit, dan ada yang menggendong bayi. Sedangkan Andre memapah Rosyidah menuju kamarnya.
"Nah, ini kamar kamu cu. Semoga baik di rumah kakek nenek sini, ataupun di rumah kakek nenek sana, tetap sama-sama betah ya." celoteh haji Dahlan.
Mereka segera duduk di sofa yang ada di kamar Rosyidah. Sedangkan umi Sofiah pergi ke dapur, menyiapkan minuman dan cemilan untuk mereka.
"Mari pak, Bu, di cicipi dulu hidangannya." tawar umi Sofiah, sambil meletakkan cemilan dan minuman diatas meja.
Pancaran kebahagiaan terlihat jelas di wajah mereka.
"Bagaimana kalau kita mengadakan aqiqah untuk putri Andre? celetuk ayahnya Andre pada istrinya.
"Saya setuju pak. Bagaimana kalau acaranya diadakan di sini?" sahut haji Dahlan.
"Andre setuju Bi."
"Kami juga setuju pak, Bu. Jika butuh apa-apa kami juga siap membantu." balas kedua orang tua Andre.
Apapun akan dilakukan kedua orang tua Andre demi menyambut cucu pertamanya.
_____
Akhirnya Adam memutuskan pulang ke rumah mertuanya. Ia tahu, di saat seperti sekarang, istrinya pasti ingin dekat dengan kedua orang tuanya.
Setelah sampai di rumah, Adam membantu memapah Tiwi menuju kamarnya. Sedangkan mamanya menggendong bayinya. Kedua orang tua Tiwi membawa barang-barangnya.
"Walaupun rumah kakek dan nenek sangat sederhana, semoga kamu betah ya cu tinggal disini." ucap pak Somad.
"Dimanapun tinggalnya, asalkan bersama dengan keluarga yang baik, pasti cucu cantik kakek akan betah." balas Adam.
Adam justru senang dengan kesederhanaan dari keluarga pak Somad. Ia berharap kelak anaknya tidak hanya merasakan hidup mewah saja, tapi juga perlu sesekali merasakan bagaimana hidup sederhana. Agar tidak menjadi pribadi yang manja, sombong dan mengutamakan kemewahan.
Mamanya Adam juga memutuskan untuk sementara waktu tinggal di rumah pak Somad. Karena ia masih ingin membantu merawat cucunya. Keluarga pak Somad pun dengan senang hati mempersilahkan. Berapa lama keluarganya menginap, asalkan senang dan nyaman, keluarga pak Somad tidak apa-apa.
Sama seperti pasangan yang lainnya, pasangan Adam dan Tiwi juga memiliki keinginan untuk mengadakan syukuran aqiqah. Mereka pun sedang berembuk soal itu.
__ADS_1