
Setelah acara aqiqah yang diadakan kemarin malam, di pagi hari, para suami bangun lebih dulu untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid masing-masing.
Sedangkan para istri, masih tertidur pulas bersama bayinya.
Selama jahitannya belum pulih, para suami memang melarang istrinya untuk melakukan pekerjaan apapun juga.
Setelah pulang dari masjid, mereka memangku bayinya sambil membaca Al-Qur'an. Karena mereka ingin mengenalkan pendidikan Qur'ani sejak dini.
Laura menggeliat dan samar-samar mendengar suara merdu suaminya. Ia menoleh ke asal suara, dan tersenyum melihat kebiasaan baru suaminya yang sudah berlangsung selama 1 Minggu ini. Yakni mengajak putranya mengaji bersama.
Kaki jenjangnya menapak lantai, dan ikut duduk di samping suaminya. Karena ingin mendengar suara suaminya lebih dekat.
"Jangan duduk di lantai sayang. Nanti jahitannya...." ucap Reyhan sambil meringis. Ia merasakan ngilu di bagian bawah sana.
"Tenang mas, aku kan tidak di jahit. Jadi bisa lebih leluasa bergerak." balas Laura sambil tersenyum.
Dulu, sejak tahu dirinya dinyatakan hamil, Laura memang rutin mengikuti kelas ibu hamil. Banyak ilmu yang di ambil dari kelas itu.
Diantaranya, adalah cara menjaga kesehatan selama kehamilan, termasuk pola makan sehat. Dengan menerapkan pola makan sehat, bisa membuat tercukupinya gizi untuk ibu dan calon bayi. Bayi terlahir sehat, dan kuat, serta tentunya terhindar dari penyakit kelainan.
Tips-tips yang membuat ibu hamil tetap bugar dan aktif selama kehamilan juga laura pelajari di kelas ibu hamil. Itulah sebabnya dulu, ketika ia hamil, tetap energik dan lincah melakukan segudang aktivitas.
Semua orang sangat bahagia melihat Laura bisa melakukan semua hal, tidak seperti dulu di kehamilan anak pertama, yang menuntut dirinya untuk bedrest, namun akhirnya, takdir berkata lain.
Laura juga belajar cara membantu diri sendiri selama persalinan dan kelahiran. Hal itu berusaha ia praktikkan, meskipun kontraksi yang begitu cepat terjadi.
Saat melahirkan, ia juga melakukan teknik relaksasi, berusaha tenang, sambil mengumpulkan kekuatan untuk mendorong bayinya keluar, dan cara itu sepertinya berhasil. Buktinya ia mampu melahirkan bayi dengan berat normal 3kg, tanpa harus di jahit jalan lahirnya.
Wanita itu juga belajar cara merawat bayi, termasuk menyusui. Cara menjaga kesehatan setelah melahirkan, dan masih banyak lagi.
Meskipun bagi sebagian orang, kelas hamil di anggap sepele, namun berbeda dengan Laura yang menganggap hal itu sangat penting.
"Ya meskipun, tidak di jahit, tetap saja harus hati-hati. Nanti kalau rusak kan bahaya." ceplos Reyhan.
"Bahaya gimana? Mau cari jalan lainnya gitu?" potong Laura sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Ya enggak lah. Aku ngga mungkin tega melakukan hal itu. Memang suami mu ini lelaki apaan?" dengan gemas Reyhan mencubit hidung Laura. Dan gerakan Reyhan barusan, membuat king Salman terbangun dan menangis.
"Nah lo, bikin nangis kan." cicit Laura sambil meraih bayinya dari pangkuan suaminya.
Ia pun segera membuka kancing bajunya, lalu menyodorkan kantong asi miliknya yang terlihat penuh. Bayi tampannya segera melahapnya.
"Lhoh, kok malah diam? Ngga dilanjutkan lagi tadarus nya? Kami kan ingin dengar suara papa mengaji." ucap Laura sambil mengusap kepala king Salman.
"Eh, i_iya." balas Reyhan sambil meringis.
Ia sangat bersyukur, sekarang memiliki anggota keluarga yang utuh, dan hidupnya terasa sempurna. Istri cantik dan anak yang tampan serta karir yang cemerlang, telah berhasil ia raih.
Matahari mulai menampakkan sinar keemasan. Reyhan mengakhiri aktivitas mengajinya. Ia melepas sarung dan melipatnya dengan rapi lalu meletakkan di tempat yang disediakan. Setelahnya, ia merapikan tempat tidur.
Sedangkan Laura bangkit berdiri sambil menggendong bayinya. Dengan berjalan pelan, ia menuju ke jendela untuk menyingkap tirai.
Lalu duduk di balkon sambil menghadap ke arah matahari terbit, untuk menyerap vitamin. Bayi mungil itu terlihat menggeliat karena terkena sinar mentari. Sehingga terlihat menggemaskan.
Laura yang tak tahan dengan tingkah bayinya, menghujaninya dengan kecupan yang bertubi-tubi.
"Hai jagoan papa. Yuk mandi dulu, biar ngga bau acem." dengan gemas Reyhan mengecup seluruh tubuh putranya, lalu menggendongnya. Sambil menimang, ia berjalan menuju kamar mandi. Laura pun mengikutinya dari belakang.
"Aku juga mau belajar mandiin mas. Masa yang bisa cuma kamu doang." tangan Laura bergerak ikut membuka kancing baju anaknya.
Setelah tubuh anaknya polos, Laura segera mengangkatnya dan menaruhnya di bak. Bayi mungil itu terus menggeliat dengan lincah, sehingga hampir saja ia tenggelam, karena Laura tidak kuat memegangnya.
Beruntung Reyhan tak luput mengawasinya, sehingga dengan sigap ia berhasil menangkap bayinya.
"Maafkan mama ya sayang." ucap Laura sambil mengusap wajah bayinya.
"Mama dimaafin ngga ya..." kekeh Reyhan, yang membuat Laura mengerucutkan bibirnya, lalu mencolek pipi suaminya sehingga terkena busa sabun.
Laura tertawa melihat wajah suaminya. Karena ditertawakan, Reyhan pun membalasnya dengan hal yang sama. Sehingga, wajah keduanya penuh dengan busa sabun. Mereka pun kembali tertawa lepas.
"Eh, ya ampun mas, anak kita, terlalu lama direndam." celetuk Laura yang menyadarkan Reyhan. Bergegas ia pun segera mengangkat tubuh anaknya dari bak.
__ADS_1
"Hem, maafkan papa dan mama ya sayang. Karena sejenak melupakan kehadiran mu." celoteh Reyhan sambil berjalan menuju ranjang tempat tidur.
Ia segera mengusap tubuh anaknya dengan handuk untuk membersihkan sisa-sisa air, lalu membalurkan minyak telon, dan mengusap badannya dengan bedak. Setelahnya, ia mengenakan baju untuk anaknya, sarung tangan dan kaki, serta bedong.
Penampilan king Salman serta badannya yang harum semerbak khas bayi membuat kedua orang tuanya mengecupnya untuk yang kesekian kalinya.
Reyhan segera menyuruh Laura mandi terlebih dahulu, sedangkan ia menjaga bayinya.
Mendengar suara ketukan pintu, sambil menggendong bayinya, Reyhan berjalan membukakan pintu. Terlihat ibu dan mertuanya sudah berdiri di ambang pintu.
"King Salman udah mandi ya, baunya wangi banget." ucap Bu Ani sambil mengecup pipi gembul bayi itu.
"Kita bawa keluar dulu ya. Kamu mandi saja dulu." imbuhnya lagi, sambil meraih Salman dari gendongan Reyhan.
Kedua Oma itu menghibur cucunya dengan berbagai celoteh yang khas. Sementara, Reyhan sedang mengecek kondisi counternya lewat handphonenya.
Sejak kelahiran putranya ia memang bertambah sibuk. Tidak hanya mengurus anak, istri, tapi juga usahanya. Meskipun begitu, ia tetap senang melakukan semuanya.
Di saat tengah asyik mengecek laporan, tiba-tiba Laura menutup mata Reyhan dengan kedua tangannya.
Reyhan membiarkan hal itu berjalan beberapa saat, sambil menghirup dalam-dalam aroma wangi dari tubuh istrinya.
Ia pun mulai memegang tangan istrinya dan menjauhkan dari matanya, lalu menarik tubuh Laura hingga terduduk di pangkuannya.
Laura seketika menyunggingkan senyum, ketika Reyhan menatapnya.
"Miss Laura selalu saja menggoda ku. Nanti kalau aku khilaf gimana?"
"Khilaf kenapa?" dengan gaya centilnya Laura berpura-pura tidak tahu.
"Hem...... benar-benar menggemaskan seperti anaknya, dasar." Reyhan mencubit hidung Laura, yang membuat wanita itu meringis.
Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, Tapi menerima pasangan kita dengan sempurna.
'Aku tidak mencari yang sempurna dalam hidup ku. Tapi aku mencari yang menghargai hadirnya aku dalam hidupnya.' batin keduanya sambil beradu pandang penuh kasih.
__ADS_1