Juragan Muda

Juragan Muda
114. Persiapan piknik


__ADS_3

#Mohon maaf kakak semua, ada sedikit kesalahan update ya. Bisa di baca dulu bab yang iniπŸ™πŸ™


Bagai ketiban durian runtuh. Niat hati hanya ingin mengantar pesanan pelanggan, tapi malah bisa bertemu dan tahu dimana Reyhan tinggal. Tentu hal itu membuat pak Gofur merasa bersyukur.


Saat mengantar pesanan pelanggan, ia juga banyak bertanya pada tetangganya itu tentang Reyhan dan keluarganya.


Menurut tetangganya, Reyhan di kenal sebagai pemuda yang baik. Ia aktif ikut kegiatan sosial di masyarakat. Selalu menunaikan sholat berjamaah, rajin membersihkan masjid, dan bahkan juga mengisi kutbah sholat subuh.


Tak hanya itu saja, santunan pada warga kurang mampu juga rutin ia berikan tiap bulannya. Dan segala kebaikan Reyhan lainnya juga tak luput di ceritakan.


"Pokoknya dia top markotop deh." ucap tetangga Reyhan pada pak Gofur.


"Memangnya kamu kenapa tanya tanya soal dia?" imbuh nya lagi.


"Oh enggak, aku cuma penasaran saja kok. Waktu itu kita ngga sengaja ketemu, dan penilaian ku memang sama seperti mu." ucap pak Gofur di akhir kalimat nya.


Setelah mengantar pesanan, pak Gofur pulang, dan melewati rumah Reyhan lagi sambil sejenak memperhatikan. Rumah kecil minimalis yang tampak sejuk dan asri, juga counter kecil yang selalu di padati pembeli.


_____


Hari yang dinantikan pun tiba. Sabtu pukul 6 pagi semua karyawan di haruskan berkumpul di rumah Reyhan. Bus pariwisata yang akan digunakan juga sudah datang sejak subuh tadi.


Satu persatu karyawan pun berdatangan. Mereka memarkirkan kendaraan mereka di halaman masjid. Sedangkan Reyhan dan sekeluarga juga tampak masih bersiap-siap.


"Aldo, kamu bantuin Bayu masukin tuh barang ke dalam bus." titah Reyhan pada karyawan nya.


"Siap bos." Dengan semangat 45 Aldo mengangkat barang yang terletak di ruang tamu.


"Apaan sih isinya Bay? Ada yang besar ada yang kecil." tanya Aldo pada Bayu karena penasaran.


"Kejutan buat kamu semua deh pokoknya. Tapi awas, jangan sampai di banting. Ini semua barang berharga. Kalau sampai kamu jatuhin, siap siap di suruh ganti." ancam Bayu.


"Iya iya, yaelah di tanya baik-baik, balasnya kayak gitu." dengan bersungut-sungut kesal Aldo tetap mengangkat benda benda itu.


Setelah semua siap barulah Reyhan keluar dari kamarnya. Ia semakin terlihat tampan dan tampak jauh lebih muda dari Bayu dengan balutan t-shirt warna marun dan celana chinos warna cream selutut serta sepatu kets warna putih.

__ADS_1


"Semua sudah siap?" tanya Reyhan, ketika seluruh karyawannya telah berkumpul di halamannya.


"Sudah bos." jawab mereka kompak.


"Yakin semua sehat, dan tidak ada yang tertinggal ya!"


"Yakin bos."


"Uang sakunya lupa belum bawa bos." celetuk Aldo. Tentu saja itu hanya akal-akalan nya agar semua tertawa. Tapi siapa sangka, jika ternyata Reyhan juga memberikan uang saku pada mereka. Reyhan memberikan amplop putih pada mereka satu persatu sebelum naik bus.


"Wah bos, makasih ya. Ngga nyangka dapat uang saku beneran." ucap Aldo yang menerima amplop itu dan tanpa segan langsung merobek dan mengeluarkan isinya.


"Astaga, 500rb." ceplos Aldo setelah menghitung lembaran uang merah itu.


"Wah, lumayan banget ini bisa buat beliin oleh-oleh orang sekampung." imbuhnya lagi.


Reyhan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Aldo yang norak itu. Sedangkan karyawan lain yang melihat Aldo baru saja membuka amplopnya juga melakukan hal yang sama. Mata mereka berbinar kala mendapat jumlah yang sama seperti Aldo.


"Makasih bos! Besok lagi ya." seru mereka kompak. Tawa riuh langsung terdengar memekakkan telinga.


"Kak, kok aku ngga di kasih?" celetuk Bima.


"Yee, lebih banyak dari punya kalian." ujar Bima sambil mengibas-ngibaskan uang merah yang berjumlah 7 lembar itu di hadapan karyawan kakaknya. Bayu dan ibu juga penasaran, sambil duduk keduanya membuka amplop itu.


"Wah, sama kayak punya Bima." celetuk Bayu. Lalu pandangannya mengarah pada ibunya yang baru selesai menghitung lembaran uang.


"Wah, paling banyak punya ibu." kata Bima dan Bayu bersamaan.


"Tentu dong, ibu kan yang sudah ngelahirin dan ngerawat aku." balas Reyhan.


"Ya sudah, sebelum berangkat mari kita berdoa dulu." ajak Reyhan.


Setelah selesai berdoa, bus mulai berjalan pelan meninggalkan rumah Reyhan. Musik mulai di putar dan semua yang ada di bus mulai bernyanyi dan bersorak penuh kegembiraan.


Reyhan dan keluarganya sengaja duduk di depan agar bisa melihat pemandangan luar. Sepanjang perjalanan mereka juga saling bercerita.

__ADS_1


Walaupun piknik itu menghabiskan dana yang cukup banyak, tapi Reyhan tak menyesal karena melihat seluruh karyawannya bahagia, dia juga ikut merasakan bahagia.


"Eh itu lihat, ada patung kuda gede banget." seru Bima yang kegirangan sambil menunjuk pada patung kuda yang berada di tengah-tengah persimpangan jalan.


"Waow, itu gedung apa kak? Kok tinggi dan besar besar sekali." tanya Bima lagi sambil menunjuk sebuah bangunan.


"Itu kan universitas. Kalau sudah lulus SMA baru bisa melanjutkan kesitu. Tapi cuma orang orang pintar saja yang bisa masuk kesitu." ujar Bayu memberi pengertian pada adiknya.


Reyhan pun menoleh melihat apa yang di tunjuk Bima tadi.


'Itu kan kampus nya Miss Laura.' batin Reyhan sambil menatap gedung itu sampai tak terlihat.


Menempuh hampir 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah pantai.


_____


Sementara itu, di waktu yang bersamaan. Laura seperti biasa akan menjemput Choki sebelum berangkat kuliah. Ia sangat rindu menjemput Choki, karena beberapa minggu ia selalu beralasan naik angkutan umum.


Sesampainya di gang depan rumah Choki, ia sedikit terkejut. Karena melihat mobil yang sangat ia hafal sudah terparkir di depan gerbang. Tak lama, Choki pun keluar dari gerbang dan segera masuk ke mobil itu.


Melihat mobil yang ada di depannya mulai bergerak pelan, dengan sigap Laura segera memutar haluan mobilnya sampai pinggir jalan raya agar tidak di ketahui Choki.


Mobil yang menjemput Choki mulai keluar dari gang rumahnya dan mulai merayap di jalanan kota yang ramai itu. Laura segera mengikuti mobil itu dari jarak aman. Entah kenapa hatinya terus berdetak tak karuan melihat Choki masuk ke dalam mobil milik Mira.


"Lhoh, ini kan bukan jalan menuju kampus?" gumam Laura ketika melihat mobil Mira bergerak menjauh dari kampus dan melewati patung kuda.


Laura semakin memacu mobilnya lebih cepat agar tidak kehilangan jejak.


"Mau kemana sih mereka? Kok ngga sampai sampai? Terpaksa kan aku harus bolos kuliah."


Mobil Mira akhirnya berbelok ke sebuah hotel mewah yang berada di kawasan pinggir pantai.


Setelah Choki dan Mira keluar dari mobil, Laura pun juga bergegas keluar dari mobil. Dengan langkah berjingkat pelan ia menajamkan pandangan pada keduanya. Hati Laura bergemuruh tak karuan, karena sejak tadi Choki dan Mira berpelukan sangat mesra.


"Ada acara apa mereka ke hotel?" terus saja segala pertanyaan menjejali otak Laura.

__ADS_1


Hai kak tetap dukung terus mas Reyhan sampai menemukan cinta sejatinya ya dengan tekan like hadiah vote dan favorit πŸ˜˜πŸ€—


Semoga di beri kesehatan dan kelancaran rezeki yang berlimpah 😘😘


__ADS_2