
Reyhan pun mulai berkenalan di dunia maya dengan orang orang yang 1 server, yakni sama sama menjadi penjual pulsa dan ada juga yang sama sama sedang merintis usaha. Dia pun juga memberanikan diri untuk kembali menghubungi counter yang dulu menjadi tempat langganan nya berbelanja demi tetap menjaga hubungan baik dan alhamdulillah respon nya masih tetap baik seperti sedia kala.
Reyhan tak patah semangat, terus mencoba berkenalan dengan penjual lainnya. Hingga seiring berjalannya waktu rekan nya semakin banyak dan dirinya berhasil masuk sebuah grup perkumpulan pengusaha counter di kota itu atas rekomendasi dari supplier nya dulu.
Pasti nya di grup itu akan sering mengadakan sharing antar penjual baik via online maupun offline. Dan untuk pertama kalinya Reyhan ingin mengikuti komunitas juragan pulsa via offline.
Pertemuan diadakan di salah satu vila di puncak selama 2 hari. Reyhan pun kemudian mempertimbangkan lagi keputusan apa yang akan diambil. Jika counter tutup 2 hari berapa rupiah yang akan melayang, tapi jika tidak mengikuti pertemuan itu, dirinya merasa akan begitu banyak kehilangan ilmu. Ditengah kebingungan itu Bayu datang mengagetkan nya dari belakang.
"Heh.. jahil banget.. ngga tau apa orang lagi sibuk." semprot Reyhan.
"Sibuk apa, orang lagi ngelamun gitu."
"Aku lagi bingung, sabtu minggu ada seminar juragan pulsa. Pengen ikut tapi siapa yang mau jagain counter ku. Sabtunya kan kamu masih sekolah. Kalo ditungguin orang lain siapa, masalah nya berkaitan dengan uang juga. Aku belum sepenuhnya percaya."
"Hem... gitu aja bingung. Serahin ke aku aja, semua beres." jawab Bayu antusias.
"Maksudmu?" tanya Reyhan sambil mengernyitkan dahinya.
"Aku bolos sekolah aja." jawab Bayu setengah berbisik tepat ditelinga kakak nya.
"Yakin nih, ngga takut dimarahin ibu." jawab Reyhan sambil nyengir.
"Kebetulan besok ada rapat guru, mungkin pulangnya lebih cepat, jadi aku sekalian bolos aja."
"Tapi inget, gajiku diitung lembur lho." kata Bayu dengan senyum jahilnya.
"Okay, no problem." jawab Reyhan sambil menjentikkan ujung kukunya lalu mereka segera melayani user yang datang.
_____
Hari yang ditunggu pun tiba, setelah berpamitan dengan ibunya, Reyhan bergegas menuju ke jalan depan rumah dan bertepatan dengan temannya yang baru sampai. Dimobil itu ada 4 orang beserta dirinya. Sengaja berangkat lebih pagi, karena di hari libur jalan ke puncak biasanya akan padat merayap.
"Maaf ya mas jadi ngrepotin." kata Reyhan basa basi ke teman nya yang sedang mengemudi.
__ADS_1
"Eh ngga papa kali, santai aja. Lagian kan emang searah. Kalo butuh apa apa bilang aja di grup pasti bakalan banyak yang bantuin. Jangan malu bertanya juga biar counter mu makin berkembang pesat. Kita itu bukan saingan melainkan rekan kerja, jadi harus saling bantu." balas temannya yang bernama Fahmi itu.
"Iya mas makasih sekali lagi."
"Dah berapa lama kamu punya counter."
"Emm.. sekitar 7 bulanan mas."
"Sudah komplit stoknya?"
"Tinggal handphone sih mas yang belum ada. Belum berani nyetok. Modalnya gede."
"Okay, kalo itu nanti aja kita bahas nya biar pada ngerti semua. Kiat kiat milih spesifikasi handphone yang bagus juga."
Mereka pun mengangguk paham. Selanjutnya kembali asyik dengan percakapan yang membuat perjalanan panjang tak terasa lama.
Akhirnya sampai juga di tempat yang dituju. Hawa dingin dan menyejukkan membuat hati dan pikiran lebih tenang, lebih fresh.
Sudah lama Reyhan tidak bepergian untuk sekedar melepas penat, karena sebagian besar waktu nya digunakan untuk mengurus counter nya.
Setelah saling berjabat tangan lalu mereka menuju ke lantai bawah vila yang mejanya sudah di atur sebagai tempat makan. Mereka segera bersantap siang terlebih dulu sambil bercengkrama.
Setelah acara makan selesai dilanjutkan sholat dhuhur berjamaah kemudian lanjut ke acara inti. Sekitar 3 jam acara seminar offline itu akhirnya selesai.
Binar bahagia menyelimuti wajah Reyhan karena begitu banyak mendapatkan ilmu dari rekan seprofesinya. Tidak ada istilah junior dan senior dalam bisnis yang di kembangkan nya itu.
Setelah pulang dari vila nanti, Reyhan telah menetapkan sebuah keputusan untuk segera menyetok handphone. Karena handphone second dari tetangganya dulu tak berselang lama laku terjual dengan masih mengikuti harga pasaran 1,7 juta. Ketakutannya selama ini tentang budget yang minim dan khawatir tidak segera laku kini mulai terkikis karena mengingat isi materi seminar tadi.
_____
Sesuai janjinya ke Bayu, Reyhan memberikan uang 200rb karena telah menjaga counter nya 2 hari ini. Keduanya sama sama senang, Bayu tak menyangka akan mendapat begitu banyak uang dari kakaknya, sedangkan Reyhan sendiri juga tak menyangka jika selama 2 hari ini omset nya rata rata 3 juta.
Setelah itu Reyhan berpamitan ke Bayu untuk berangkat menuju pusat perbelanjaan handphone khusus untuk pengusaha counter.
__ADS_1
Dengan mengendarai motor Reyhan berangkat menuju ke rumah salah satu rekan counter nya yang sebelumnya sudah janjian. Dari rumah rekannya, beralih menggunakan mobil milik rekannya itu agar bisa membawa belanjaan yang lebih banyak.
Setelah sampai di tempat yang dituju Reyhan begitu terkesima dengan tempatnya yang sangat besar. Deretan mobil sudah berjejer memenuhi tempat parkir.
Dia dan rekannya segera masuk menuju beberapa outlet brand handphone terkenal. Reyhan pun berbelanja handphone keluaran terbaru semua dengan budget yang dimilikinya tanpa berhutang.
'Jika mau usaha lancar jangan sampai berhutang.' sebuah kalimat yang dia ingat waktu seminar kemarin.
Setelah transaksi selesai mereka segera pulang. Tak lupa Reyhan mentraktir rekannya jajan bakso di pinggir jalan sebagai ungkapan terima kasih nya. Temannya pun tak menolak tawaran Reyhan yang terkesan tulus.
Menjelang sore, Reyhan baru sampai rumah. Karena perjalanan yang lumayan lama dan melelahkan Reyhan segera mandi dan kemudian merebahkan diri dikasur. Tak lama setelah itu dia langsung tertidur pulas.
Menjelang isya'baru dirinya terbangun. Setelah menunaikan sholat dia segera menyusul Bayu yang sejak pagi tadi menunggu counter.
"Gimana transaksi hari ini." kata Reyhan sambil mulai membuka buku.
"Yah, liat aja ndiri." Dengan santainya Bayu menjawab, pandangan nya tak luput dari handphone yang dia genggam.
"Alhamdulillah, bagus. Ngga rugi aku bayar kamu mahal mahal. Emang bisa diandalkan juga." kata Reyhan dengan penuh senyum setelah membolak-balik buku dan menghitung dengan kalkulator. 4 juta omset hari ini. Kemudian Reyhan mengeluarkan penghuni terakhir dari dalam dompet nya yaitu selembar uang merah.
"Uang jajan hari ini. Maaf uangku tinggal itu doang. Seluruh tabungan habis buat modal belanja tadi." kata Reyhan sambil menyodorkan uang itu ke Bayu.
"Ini juga udah lumayan. Jadi males aku sekolah kalo dirumah aja bisa dapet kayak gini trus." jawab Bayu sambil mencium selembar uang merah dengan bahagianya.
"Dasar mata duitan."
"Sering sering keluar dong kak biar aku yang nungguin counter nya. Atau kamu buka cabang counter aja, biar aku yang nungguin." rengek Bayu.
"Nanti kalo kamu dah lulus sekolah, harus siap jadi karyawanku yang paling rajin." jawab Reyhan ngasal.
"Okay okay.. aamiin ya rabbal aalamiin. Aku doain deh bisa punya counter banyak, biar tiap hari aku ketularan rezekinya." jawab Bayu penuh penghayatan.
Reyhan pun hanya tersenyum tipis melihat adiknya yang kurang 1 ons itu. Lalu keduanya mulai mendisplay handphone dietalase bagian tengah.
__ADS_1
Sungguh Bayu melihat kakaknya dengan sangat takjub, dan berdoa dalam hati semoga dia bisa seberuntung kakaknya.
Tak terasa karena asyiknya mendisplay, ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul 10, Reyhan pun segera menutup rolling door. Barulah setelah itu mencocokkan jumlah uang dengan nominal yang ada lagi.