Juragan Muda

Juragan Muda
105. POV Sinta


__ADS_3

Sambil menikmati waktu senggang, aku menyibukkan diri dengan mengintip berbagai akun media sosial ku. Hati ku tergelitik kala mengingat pertemuan ku dengan Reyhan beberapa hari yang lalu.


Tak kuasa aku menahan jari ku untuk mengirimi nya sebuah pesan, walaupun aku tahu pesan itu pasti tak kan pernah ia balas. Tapi, setidaknya aku sungguh-sungguh berjuang untuk nya.


Kala mata ku mulai mengantuk, tiba-tiba handphone ku bergetar. Rasa kantuk seketika hilang dan berganti dengan binar bahagia kala Reyhan membalas pesan ku. Kami pun saling berbalas pesan. Dan, di akhir pesan kita sepakat untuk bertemu pada pekan besok.


Dan, hari yang sangat aku nantikan pun akhirnya tiba juga. Sejak pagi tadi aku sudah sibuk merawat diri agar seluruh tubuh ku memancarkan aura kecantikan yang membuat Reyhan bisa bertekuk lutut pada ku.


Dan untuk yang pertama kalinya aku memakai dress pendek selutut berwarna biru muda, rambut yang masih sedikit basah ku biarkan tergerai. Sedikit polesan di wajah agar terlihat lebih cantik. Menyemprotkan parfum di seluruh tubuh agar menambah rasa percaya diri ku ketika di samping Reyhan. Memakai sepatu hak tinggi dan menenteng sebuah tas seperti sosialita.


Hem, rasanya tak mungkin Reyhan bakal menolak pesona ku yang sangat cantik ini. Dengan penuh percaya diri aku mematut di depan cermin. Senyum puas melengkung di bibir ku.


"Wow, sudah cantik sekali anak ibu." tiba-tiba aku di kejutkan dengan suara ibu yang sudah berdiri di ambang pintu.


Kebiasaan ibu yang tidak pernah berubah ketika anaknya mulai menginjak dewasa. Selalu memberikan nilai atas setiap penampilan ku. Tentu saja kali ini ibu sangat terkejut dengan penampilan ku yang sangat jauh berbeda dari biasanya. ia berdecak kagum dan mendekati ku.


"Ya jelas cantik dong bu, kalau ngga cantik mana mau Reyhan kesini menjemput ku." dengan senyum penuh percaya diri aku menjawab pertanyaan ibu.


"Apa! Reyhan! Ibu ngga salah dengar?" ibu langsung membulatkan matanya mendengar aku akan pergi berkencan dengan Reyhan.


"Karena kepintaran Sinta, makanya mas Reyhan bisa kembali aku taklukkan bu. Gimana tanggapan ibu jika mas Reyhan kembali meminta ku untuk jadi pacar nya? Apa ngga apa-apa aku putusin hubungan ku dengan Andre?" Sengaja aku meminta restu ibu, karena doa ibu pasti cepat di kabulkan.


"Jelas ngga apa-apa, orang nikah saja bisa cerai. Yang penting ibu bisa punya menantu kaya. Biar tetangga kita pada iri." Ini nih jawaban yang aku suka dari ibu, karena seratus persen mendukung ku.


Ia selalu menyemangati ku agar bisa mendapatkan pacar atau suami orang kaya. Bahkan ia tak lagi memikirkan pertunangan ku dengan Andre. Jika bisa mendapatkan Reyhan, kenapa tidak.


Tin.... Tin....


Terdengar suara klakson mobil, dan aku yakin pasti itu Reyhan.


"Ah, itu sepertinya suara mobil mas Reyhan bu. Ya sudah Sinta pamit ya." bergegas aku keluar dan menyambut nya dengan seulas senyum sebelum naik ke mobil.


Sepertinya aku berhasil membuat Reyhan terkesima dengan penampilan ku saat ini. Buktinya ia terus melihat ku tanpa berkedip.

__ADS_1


"Kenapa mas? Pangling ya?" tanya ku pada Reyhan dan ia justru menyunggingkan senyum yang membuat ku semakin gemas ingin menggigitnya.


Tanpa menunggu perintah Reyhan, aku segera masuk ke dalam mobil. Tak mau berlama-lama di bawah terik matahari yang bisa membuat kulit ku seperti udang rebus.


Selama perjalanan, aku banyak bercerita. Karena kebiasaan Reyhan hanya diam dan menjawab seperlunya saja. Sampai akhirnya mobil nya belok di sebuah rumah makan yang sangat besar


'Wow, mas Reyhan ini memang benar-benar sudah tajir melintir. Ngajak makan saja di restoran yang sebesar ini.' batinku berdecak kagum.


"Kamu mau di dalam mobil saja?" tanya Reyhan yang menyadarkan ku dari lamunan ku.


Bergegas aku turun dan segera menggamit tangannya masuk ke rumah makan yang sudah di penuhi pengunjung itu. Pasti terlihat serasi sekali sehingga mereka terus memperhatikan kami yang sedang berjalan.


"Kita duduk di sana saja." ajak Reyhan, dan aku langsung mengangguk sambil tersenyum menjawab ajakannya.


'Cari tempat di pojokan, pasti deh mau sengaja cari kesempatan.' batin ku terkekeh.


Setelah memesan makanan, aku kembali mengajak Reyhan bercerita.


"Hai."


Sontak aku dan Reyhan menoleh bersamaan kala kami mendengar suara seseorang yang menyapa kami.


Sungguh aku tak menyangka dan sangat terkejut sekali melihat Bayu dan Andre sudah berdiri di belakang ku. Itu artinya mereka lah yang menyapa kami tadi.


"Ka_kalian. Ke_kenapa ada di sini?" tanya ku dengan gugup.


"Ini kan tempat umum, siapa pun boleh kesini. Iya kan?" dengan entengnya Bayu menjawab dan melempar senyum ke Andre.


'Kenapa mereka bisa kenal?' batin ku penuh tanda tanya.


Belum habis keterkejutan ku, Reyhan malah mempersilahkan keduanya untuk duduk bergabung dengan kami.


'Hei, ini kan acara dating. Kenapa malah ada pengganggu? Sungguh aku tak terima.' hanya makian dalam hati yang bisa aku lakukan. Tapi lidah ku serasa kelu untuk berbicara.

__ADS_1


"Kenapa kamu terlihat tegang seperti itu sayang?" Andre bertanya seolah-olah ketegangan ku bisa ia lihat dan rasakan.


"Biasanya kamu sangat energik, kenapa sekarang hanya diam saja?" Ini lagi, Bayu juga ikut ikutan bertanya. Seolah seperti hendak mengintimidasi ku.


"Bayu, kamu kenal dengan Sinta juga?" ucap Reyhan.


'Lhoh, kok Reyhan juga kenal dengan Bayu?' batin ku bertanya tanya.


"Dunia itu sempit ya, sejak kapan kamu kenal adik ku Sin?" tanya Reyhan padaku sambil terkekeh.


"Apa! Bayu adik mu?" Aku Yang sejak tadi menunduk seketika mengangkat kepala karena terkejut mendengar penuturan Reyhan.


"Apa maksud kalian berkumpul di sini?" aku yang tak tahan dengan semua yang memusingkan ini segera bertanya.


"Apa maksud kita?" ketiga lelaki itu kompak bertanya dan saling melempar pandang.


"Kamu yang seharusnya menjelaskan pada kita, apa maksud kamu mendekati kita bertiga." Andre bertanya pada ku dengan wajah nya yang merah padam. Sepertinya ia sedang berada di puncak emosi nya.


"Maaf sayang, aku bisa jelaskan semuanya." ucap ku berusaha meyakinkan Andre. Karena dia adalah tunangan ku.


"Iya aku maafkan kamu......" seketika aku bisa bernafas lega mendengar Andre berkata seperti itu.


"Tapi, aku putuskan hubungan pertunangan kita." baru saja aku bisa bernafas lega, ternyata Andre melanjutkan perkataannya yang membuat senyum ku seketika sirna.


'Bagaimana bisa ia memutuskan pertunangan ini seenaknya sendiri?' batin ku geram.


"Dasar ular betina, berani mempermainkan perasaan kita bertiga. Untung, Tuhan ku menunjukkan kebusukan mu." maki Bayu pada ku yang membuat ku tertunduk dan mulai terisak.


"Ayo, kita tinggalkan saja dia." ucap Andre dan Bayu pun mengikuti langkahnya.


"Sinta, setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Maka dari itu, manfaatkan lah kesempatan itu. Maafkan kami yang harus menegur mu dengan cara seperti ini agar kamu sadar. Jadilah wanita sholihah yang selalu di dambakan oleh kaum Adam. Assalamu'alaikum." setelah berpesan seperti itu, Reyhan pun juga pergi meninggalkan aku sendiri yang menangis meratapi nasib.


Bagai mimpi buruk rasanya. Aku yang dulu selalu mereka puja, kini mereka telah pergi meninggalkan aku.

__ADS_1


__ADS_2