
"Papa, mama." teriak Laura dan menghambur kepelukan kedua orangtuanya.
Pak Atmaja dan bu Ani memeluk anak semata wayangnya dengan penuh kasih sayang. Keduanya kembali merasa bangga memiliki anak seperti Laura. Sejak dulu selalu menduduki peringkat 1, dan kini ia lulus dengan predikat cumlaude.
Karena perasaan bahagia yang membuncah, pak Atmaja mengajak mereka makan makan untuk merayakan kelulusan Laura.
Pak Atmaja mengajak Laura dan Reyhan untuk ikut ke dalam mobil nya sembari melepas rasa kangen. Selama perjalanan, bu Ani terus menceritakan segudang prestasi yang Laura raih selama sekolah. Reyhan manggut-manggut mendengar ibu mertuanya bercerita. Ia semakin bangga memiliki istri yang pintar seperti Laura. Sehingga membuat Laura tersipu malu.
Pak Atmaja terus menyunggingkan senyum mendengar penuturan istrinya. Dalam hati ia sungguh sangat bersyukur memiliki anak yang cantik, pintar dan sholihah seperti Laura. Dan harapannya saat ini adalah memiliki cucu yang banyak dari nya, agar tak lagi kesepian di masa tuanya.
"Semua sudah kamu dapatkan sayang. Tinggal anak saja yang belum." celetuk pak Atmaja.
"Kita juga baru usaha kok pa, doakan saja kami semoga segera di kasih amanah itu." jawab Reyhan, pandangan nya sekilas melirik ke arah Laura yang tengah duduk di belakang bersama mamanya. Keduanya juga berharap harap cemas menanti amanah itu. Apalagi Anisa dan Bayu tengah merasa bahagia karena Anisa hamil.
Pak Atmaja manggut-manggut sambil mengaminkan doa Reyhan.
Tak lama berselang, akhirnya mobil belok ke sebuah restoran mewah yang ada di kota itu.
Mereka berjalan beriringan menuju gazebo yang terletak di dekat pohon palem.
Setelah memesan menu makanan, mereka mulai berbincang-bincang. Kembali membahas tentang nilai ipk Laura yang bagus.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya beberapa orang pelayan datang membawa pesanan.
"Wow, makan besar." celetuk Bima. Ia tak bisa menahan rasa takjubnya pada hal yang ia lihat. Hingga membuat mereka terkekeh.
"Ayo kita mulai makannya, untuk merayakan kelulusan mu sayang." ucap pak Atmaja sambil mengangkat sendoknya. Mereka pun segera mengangkat sendok yang sudah terisi makanan lalu menyuap.
Canda tawa meliputi mereka semua yang jelas bahagia.
"Pasti kalau ketambahan adik bayi, jadi makin seru acara ini." celetuk Bima sambil terkekeh.
__ADS_1
"Iya dong Bim. Kamu minta adik saja, sama kakak mu." pak Atmaja menimpali.
"Sebentar lagi Bima bakal punya adik kok pak, dari kak Bayu dan kak Anisa." jawab Bima dengan antusias.
Tentu saja hal itu membuat pak Atmaja tersedak. Bu Ani segera menyodorkan minuman untuknya.
"Beneran nak, kamu tengah hamil?" tanya bu Ani menengok ke arah Anisa, yang di jawab dengan anggukan dan senyum.
"Selamat ya nak, semoga sehat selalu. Cepat cepat nular ke Laura." kekeh bu Ani.
"Semua kita serahkan sama yang di atas bu. Mereka kan juga baru sebulan menikah. Biarlah menikmati masa masa jadi pengantin baru." ucap bu Rohmah dengan bijak.
Ia sangat menyayangi Laura seperti anaknya sendiri. Bahkan ia tak pernah membeda-bedakan perlakuan nya pada kedua menantunya itu. Sehingga baik Laura ataupun Anisa sangat betah tinggal di sana.
______
"Mas, aku bingung mau ngapain kalau ngga ada kamu di rumah." kata Laura pura-pura merajuk.
Reyhan yang melihat hal itu, tentu tak tega. Ia tak ingin kejiwaan istrinya terganggu karena tidak melakukan hal apapun. Berbeda ketika kuliah dulu, ia akan menghabiskan banyak waktu di kampus bersamaan teman-temannya.
"Kita sama sama ke Bandung yuk? Seminar nya di hotel, jadi Miss Laura bisa menunggu ku di kamar."
"Beneran boleh ikut?" Laura langsung berbinar ketika menerima ajakan suaminya yang mengangguk sambil tersenyum. Padahal niatnya hanya bercanda.
Di rumah mertua, Laura selalu menyibukkan diri dengan membersihkan rumah dan membantu melayani pembeli di counter. Sehingga ia semakin akrab dengan karyawan dan pelanggan.
"Acara nya cuma sehari, jadi nanti kita bisa jalan-jalan disana. Aku kabari teman teman ku dulu ya. Siapa tahu juga pada bawa anak istri, jadi Miss Laura ada temannya juga." Laura mengangguk antusias.
Reyhan segera mengirim pesan di grup WhatsApp nya. Beruntung sekali, karena lekas mendapat balasan dari teman-temannya yang memang berniat mengajak anggota keluarganya.
Acara seminar yang sering dilakukan di luar kota, selain dijadikan ajang untuk bersilaturahim dengan rekan bisnis juga di jadikan ajang untuk menikmati waktu bersama keluarga.
__ADS_1
Laura segera mengemas barang barangnya yang tentu saja lebih banyak daripada milik Reyhan, walaupun hanya 2 hari tinggal disana. Sehingga membuat Reyhan terkekeh.
'Perempuan memang seribet itu ya. Acara 2 hari saja, sudah seperti orang pindahan.' kekeh Reyhan dalam hati.
Reyhan segera memasukkan barang-barang nya ke dalam mobil dan berpamitan pada keluarga serta karyawan nya.
"Mas, kita gantian saja mengemudikan mobilnya. Jarak sini sampai Bandung hampir 6 jam lebih lho." ujar Laura mengingatkan.
"Mana ada suami enak enakan duduk, istrinya fokus menyetir sayang. Kalau kamu capek istirahat dulu saja. Ini baru separuh perjalanan."
Keduanya selalu seperti itu kemanapun mereka pergi. Reyhan benar benar menjaga dan melindungi Laura sebaik mungkin. Sementara Laura juga mengkhawatirkan kondisi Reyhan.
Dulu dalam bayangan nya, orang jualan pulsa itu enak dan mudah. Nyatanya sangat menyita waktu. Setiap hari harus mengecek seluruh cabang counter, belum lagi jika ada barang yang baru datang, Reyhan sendiri ikut mengecek. Di tambah dengan seminar yang rutin diadakan.
Sekarang Laura semakin paham dengan pekerjaan suaminya. Sebisa mungkin ia membantu. Karena tak ingin suaminya banting tulang sendirian, sementara dirinya hanya bisa menikmati seluruh hasil jerih payah suaminya.
Sepanjang perjalanan, Laura banyak bertanya pada suaminya tentang bisnis yang sedang ia geluti saat ini.
"Banyak tanya seperti itu, apa Miss Laura juga mau ikut berbisnis seperti ku?" Reyhan terkekeh sambil menatap Laura sekian detik.
"Em... mungkin iya, jika suami ku mengijinkan." balas Laura sambil terkekeh.
"Lakukan apapun yang membuat Miss Laura bahagia." ucap Reyhan mantap.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang, mereka tiba di hotel Janevalla Bandung. Hotel bintang lima yang sangat lengkap dengan segala fasilitas nya.
Beruntung team seminar sudah memesankan kamar untuk seluruh rekannya dari luar kota. Sehingga mereka bisa langsung meminta e_card pada resepsionis setelah menunjukkan tanda pengenal.
Reyhan selalu melingkarkan tangannya di pinggang Laura selama perjalanan menuju kamarnya yang berada di lantai 7.
Perlakuan demi perlakuan yang Reyhan tunjukan selalu membuat Laura terharu dan tak ingin jauh darinya.
__ADS_1
Sementara Reyhan, ia sangat bahagia, karena ini adalah kali pertamanya ia melakukan perjalanan bisnis dengan di temani oleh istrinya. Setelah sekian lama ia selalu sendiri dalam perjalanan bisnis.