Juragan Muda

Juragan Muda
206. Perasaan Andre


__ADS_3

Ketika telah selesai mengerjakan sholat Maghrib, Andre mendekati kedua orang tuanya yang tengah duduk menonton TV. Ia pun memberikan masing-masing 1 paper bag.


Dengan ragu keduanya membuka hadiah masing-masing. Mereka terkejut karena Andre memberi hadiah yang saat ini tengah dibutuhkan. Sebuah perlengkapan sholat. Mereka segera mencobanya. Memang keduanya ada niat untuk membeli barang-barang itu, dan Andre justru sudah lebih dulu membelinya.


Orang tuanya sangat senang mendapat hadiah yang tak terduga dari anaknya. Ibu pun tak lupa mendoakan nya.


Andre juga sangat senang karena hari ini bisa memberi hadiah untuk kedua orang tuanya. Meskipun harganya cukup mahal, tapi ia ikhlas memberinya.


Uang bisa di cari, namun kesempatan untuk membahagiakan kedua orang tua tidak datang dua kali.


"Andre, apa kamu trauma menjalin hubungan dengan seorang perempuan?"


Andre hanya mengedikkan bahu. Sebenarnya hanya sebentar melihat Rosyidah mampu membuat hatinya berdesir. Namun ia tak mau terburu-buru mengatakan hal kecil itu pada orang tuanya. Takut jika keduanya menyalahartikan.


"Kamu menunggu restu ibu? Ibu mengijinkan kamu mencari pasangan kok. Ibu takut kalau kamu sampai jadi perjaka tua. Semoga mendapat pasangan yang tepat."


"Nanti kalau sudah ketemu yang cocok ibu janji bakal restui Andre kan?"


"Tentu saja ibu restui jika memang dia memiliki sifat yang baik, tidak seperti mantan mu yang dulu."


Andre manggut-manggut menanggapi ibunya. Ibunya selama ini memang tidak pernah memakai jilbab. Sedangkan Andre menginginkan istri yang menutup aurat.


Hal yang kini cukup di takutkan Andre adalah, jika kedua orang tuanya tidak setuju dengan keinginannya.


Bagaimana pun juga, menyatukan dua insan yang memiliki latar belakang berbeda itu tidaklah mudah.


Setelah obrolan singkat itu, Andre lebih memilih kembali ke kamar. Ia merebahkan tubuhnya sembari membuka buka yang tadi di beli. Ia berusaha memfokuskan pikirannya pada bacaan. Namun yang ada justru bayangan Rosyidah yang melintas.


"Selama aku putus dengan Sinta, tak pernah sekalipun aku memikirkan perempuan. Namun ketika aku melihat istri Reyhan dan teman-temannya, kok aku jadi kepikiran terus? Apa ini efek terlalu lama menjomblo?"


_____


Sementara di tempat lain. Rosyidah yang baru saja pulang dari pengajian di masjid pondok, setelah membersihkan diri lalu merebahkan di atas tempat tidur.

__ADS_1


Tiba-tiba ia teringat kalau belum membuka mukena yang baru dibelikan Andre. Bergegas ia mengambil paper bag yang diletakkan di samping nakas lalu membuka.


Ia menghirup dalam-dalam aroma mukena baru. Seumur-umur, ini adalah pertama kalinya ia menerima hadiah dari seorang lelaki.


Ada perasaan bahagia menghinggapi hatinya, namun ia tak berani berharap banyak. Mungkin saja Andre baik kepada setiap orang batinnya. Rosyidah pun merebahkan diri dan tak lama kemudian tidur dengan memegang mukena tadi.


______


Bulan berikutnya, Andre kembali mengajak Reyhan untuk memberi santunan, terutama ke pondok milik haji Dahlan. Tak lupa ia sudah memasukkan uang dalam beberapa amplop agar mudah dibagikan.


Seperti bulan lalu, Andre menjemput Reyhan. Mereka berangkat bersama dengan menggunakan mobil Reyhan.


Sepanjang perjalanan, keduanya asyik bercakap-cakap. Andre tampak antusias bertanya tentang usaha Reyhan yang terus meningkat. Terlihat ia mulai tertarik dan ingin mengikuti jejak sahabatnya.


"Em, kalau aku minta kamu mengajari ku, apa kamu keberatan Rey?" Dengan ragu Andre bertanya.


Karena sebagian besar orang yang sudah sukses, kebanyakan enggan untuk membeberkan rahasia kesuksesan nya pada orang lain. Tentu saja untuk mengurangi jumlah saingan.


"Mengajari apa Ndre? Kamu tanya saja nanti aku akan jawab. Kalau membeberkan semuanya, pasti ngga cukup seminggu." kekeh Reyhan.


Andre pun terlihat garuk-garuk kepala, bingung mau memulainya dari mana.


Akhirnya, ia pun bertanya tentang bagaimana menentukan target pasar agar barang yang dijual tepat sasaran.


Sebuah pertanyaan yang bagus, dan penting dalam mengelola bisnis tentunya adalah mengetahui target pasar. Jika kita tidak bisa mengetahui dan menentukan target pasar, kemungkinan besar bisa salah sasaran, yang akhirnya tidak bisa mencapai hasil maksimal.


Reyhan mulai menjawab sebisanya sesuai dengan apa yang ia tahu. Tanpa terasa akhirnya keduanya sudah sampai di tempat pertama, kedua dan seterusnya sampai terakhir di tempat yang paling disukai dan ditunggu-tunggu Andre, yakni pondok milik haji Dahlan.


Dengan semangat 46 Andre turun duluan. Tak seperti biasanya, Rosyidah tidak terlihat ketika keduanya


dipersilahkan masuk.


Kepalanya terlihat celingukan melihat ke dalam rumah dan sesekali ke luar. Sampai akhirnya, sebuah mobil berhenti di samping rumah. Kaca mobil yang hitam, sehingga ia tak bisa melihat siapa yang ada di dalam karena tidak segera turun.

__ADS_1


Sementara di dalam mobil, Rosyidah sedikit terkejut dan gugup karena mengetahui kedatangan Andre dan Reyhan. Ia harus melewati ruang tamu agar bisa masuk ke kamarnya. Jika menunggu di dalam mobil, ia tak tahu, kapan tamu abinya akan pergi. Akhirnya setelah sejenak berpikir, ia keluar dari mobil.


"Assalamu'alaikum." ucapnya memberi salam pada Abi dan tamunya.


"Wa'alaikumussalam." balas mereka kompak. Andre langsung menoleh ke asal suara.


Matanya berbinar ketika melihat Rosyidah masuk dan menyalami haji Dahlan. Rosyidah berlalu ke kamarnya tanpa menoleh tamu. Membuat Andre sedikit kecewa karena tak bisa melihat pancaran sinar matanya yang teduh namun tegas.


Sepanjang perjalanan pulang, Andre tampak terdiam. Jauh berbeda ketika tadi berangkat.


"Kenapa muka mu tegang gitu Ndre? Apa ada yang menyinggung hati mu?"


"Eh, enggak ada kok. Cuma...."


"Cuma apa?" tanya Reyhan yang tak sabar.


"Cuma kecewa saja, kok tadi Rosyidah ngga bikinin kita minum." Andre mendengus kesal. Sementara Reyhan justru terkekeh.


"Seperti nya, kamu mulai jatuh cinta ya? Buktinya sampai nyariin Rosyidah."


Andre masih ragu dengan perasaan nya saat ini. Tak mungkin hatinya bisa semudah itu jatuh cinta dalam tempo yang sesingkat-singkatnya pada seorang wanita yang tidak pernah menampakkan wajahnya.


Namun, urusan hati memang tak bisa dipaksakan. Termasuk ia yang mulai menaruh hati pada Rosyidah saat pertama kali bertemu.


"Terus terang aku minder Rey, aku takut kecewa. Dia anak seorang ustadz, sedangkan aku?"


"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin Ndre. Jika kamu menggantungkan segala sesuatunya pada Tuhan kita. Aku dulu tak menyangka jika akhirnya justru menikah dengan Miss Laura. Awal pertemuan kami terasa tidak mengenakkan. Setiap detik aku selalu dibuatnya senam jantung."


"Dan sekarang kamu menikmati senam dengannya di atas kasur ya Rey." celoteh Andre yang membuat keduanya terkekeh.


Namun benar apa yang dikatakan Reyhan.


Hatinya teringat sebuah nasehat, Berharaplah hanya pada Tuhanmu, yang tidak akan pernah mengecewakan mu. Bukan justru berharap pada manusia, yang bisa jadi mengecewakanmu.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️



__ADS_2