
'Jadi mereka belum putus? Apa harus aku kasih tahu yang sebenarnya? Atau tetap membiarkan mereka bersama dulu. Dan biarkan Bayu tahu sendiri?' batin Reyhan.
"Kok bengong? Cemburu ya? Karena ngga ada yang diajak kencan?" goda Bayu.
"Udah buruan jalan sana, keburu telat."
"Oh ya, sekali kali aku pinjam mobilnya boleh kan?" Reyhan yang paham segera melempar kunci mobilnya.
Bayu pun segera melajukan mobil Reyhan dengan riang gembira.
Alangkah terkejutnya Tiwi ketika mobil Reyhan perlahan memasuki pekarangan rumah nya.
'Apakah mas Reyhan berubah pikiran? Dan kini mulai membuka hatinya untukku.' batin Tiwi sambil tersenyum simpul merapikan kembali dandanannya.
"Hai sayang."
"Lhoh kok?" gumam Tiwi dan seketika senyumnya meredup melihat yang keluar dari mobil Reyhan adalah Bayu.
"Sudah menunggu dari tadi ya?" tanya Bayu dengan senyum mengembang melihat penampilan Tiwi yang terlihat cantik.
DEG!
'Kenapa Tiwi memakai jam yang sama dengan ku?' batin Bayu ketika melihat sebuah jam tangan hitam melingkar ditangan kiri Tiwi.
"Jam tangan kita kenapa bisa kembaran?" tanya Bayu sambil terkikik.
"Oh, ini mungkin pabrik nya produksi banyak, jadi tak sengaja bisa kembaran." jawab Tiwi dengan sedikit gugup.
"Aku malah suka, berarti kita memang berjodoh sayang. Ya sudah yuk jalan." Bayu menggandeng tangan Tiwi dengan mesra, lalu membukakan pintu mobil.
'Enak sekali ya bisa naik mobil mewah seperti ini.' batin Tiwi sambil melihat desain interior dalam mobil.
"Kenapa? Kamu suka ya sama mobilnya?" tebak Bayu yang melihat Tiwi memperhatikan penampilan dalam mobil.
"Kalau aku sudah kaya, aku juga bakal beli mobil untuk kita." kata Bayu mantap. Yang membuat hati Tiwi langsung tersadar, jika lelaki yang ada dihadapannya saat ini adalah benar benar lelaki yang pekerja keras dan mau melakukan apa saja untuk membuat pasangannya bahagia.
Tiwi menyadari betapa bodohnya selama ini telah menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh Bayu. Sementara hatinya selalu silau akan segala yang dimiliki oleh Reyhan sehingga hampir saja dia membuat hubungan kakak beradik itu berantakan.
Air mata haru seketika jatuh begitu saja di pipi Tiwi yang mulus itu.
"Kenapa kamu menangis sayang? Apa ada perkataan ku yang menyinggung hatimu?" Bayu langsung mengusap pipi Tiwi yang membuat Tiwi semakin merasa bersalah lagi.
"Kenapa malah tambah kenceng nangis nya?" tanya Bayu yang mulai panik. Tapi Tiwi tidak menjawab dan sesenggukan menahan tangis.
__ADS_1
Tak ada cara lain selain mendiamkan Tiwi untuk sementara waktu, agar perasaannya kembali stabil.
"Apa kita akan disini terus?" kata Tiwi setelah ia mulai bisa berdamai dengan perasaannya.
"Eh, i_iya sayang." jawab Bayu dengan sedikit terbata. Lalu mulai mengemudikan mobil.
"Kalau ada masalah apa-apa cerita ke aku ya. Aku ngga bakalan tega biarin pacar aku menangis lagi." kata Bayu yang sekilas menoleh ke arah Tiwi, Tiwi pun mengangguk sambil tersenyum. Entah kenapa Bayu merasa jika itu adalah senyum paling indah yang diperlihatkan Tiwi selama ini.
Sesampainya di taman kota, Bayu memanjakan Tiwi dengan menuruti setiap permintaan Tiwi. Lagi lagi Bayu dibuat terpesona dengan senyum Tiwi yang tak pudar sejak tadi. Yang membuat Bayu ingin segera menghalalkan Tiwi. Tapi sadar, jika tabungannya masih jauh dari kata cukup. Sehingga harus mengundur untuk menyatakan keinginannya itu.
"Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia Tiwi sayang ku." kata Bayu lalu mengecup kening Tiwi.
"Siapa yang mengantarkan kamu pulang tadi nduk?" tanya bu Siti, pak Somad pun ikut menoleh kearah Tiwi yang menutup pintu.
"Mas Bayu bu."
"Tapi sepertinya tadi suaranya mirip suara mobil?" tanya pak Somad.
"Iya, mas Bayu pinjam mobilnya mas Reyhan."
Lalu tanpa berkata apa-apa lagi Tiwi segera masuk ke kamarnya. Dan tanpa sepengetahuan Tiwi ibunya juga mengikutinya.
"Jadi apakah kamu sudah memutuskan tentang hubungan mu kedepannya dengan Bayu nduk?" tanya bu Siti pelan. Tiwi pun tersenyum sambil mengangguk.
"In shaa Allah Tiwi akan melanjutkan hubungan dengannya bu."
"Ah syukur lah, semoga itu keputusan yang baik untukmu. Selama dia bisa memperlakukan mu dengan baik, harusnya kamu mempertahankannya. Ibu akan selalu mendukungmu." bu Siti menggenggam tangan anaknya dengan erat. Tak lama kemudian ia keluar dari kamar Tiwi, membiarkannya untuk istirahat.
'Aku sadar, sejauh apapun aku mengejar cinta mas Reyhan jika memang tidak berjodoh, maka aku bisa apa. Benar apa kata ibu, lebih baik dicintai oleh orang yang jelas mencintai kita dan mau berkorban untuk kita, dari pada harus memperjuangkan mati-matian untuk orang yang belum tentu cinta kita.' batin Tiwi.
Sambil merebahkan diri, Tiwi melihat berbagai foto dirinya dengan Bayu. Semua foto menunjukkan bahwa senyum nya tak ada yang tulus. Dan itu kembali membuat dirinya semakin merasa bersalah.
'Aku akan berubah untuk mu mas Bayu. Semoga belum terlambat.' batin Tiwi sebelum akhirnya tertidur pulas.
_____
Sesampainya dirumah, Bayu segera turun dari mobil kakaknya.
Kress...
Sepatunya terasa menginjak sesuatu. Lalu ia menengok ke bawah.
"Apa ini?" gumam Bayu ketika melihat sebuah amplop warna pink yang sudah terkoyak.
__ADS_1
Karena penasaran lalu ia segera memungutnya dan perlahan mulai merentangkan untuk membaca tulisan nya.
DEG!
Bagai di sambar petir disiang bolong. Hatinya benar-benar hancur. Mendapati sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan.
Bagaimana bisa Tiwi begitu rapi menyembunyikan perasaan pada kakaknya selama ini. Dan, yang lebih parahnya lagi, ia tidak merasakan sebuah feeling apa-apa. Hanya pernah sekali ia memergoki Tiwi tengah menengok media sosial kak Reyhan. Dia pun tak sempat berpikir jauh.
Bayu pun memukul kemudi mobil meluapkan amarahnya.
'Kenapa kak Reyhan selalu jadi penghalang ku? Kenapa harus kakakku sendiri? Kenapa bukan orang lain saja? Apa kak Reyhan tega merebut Tiwi dibelakang ku?' batin Bayu tak terima dengan takdir yang sekarang lebih berpihak ke kakaknya.
"Aku harus minta penjelasan ke kak Reyhan segera." ucap Bayu dengan berapi-api.
Dok...Dok...Dok
Bayu menggedor pintu kamar Reyhan dengan kerasnya.
"Apa maksudnya ini kak?" todong Bayu ketika Reyhan menyembulkan kepalanya dibalik pintu. Bayu memperlihatkan amplop pink ke dekat Reyhan. Seketika Reyhan langsung membelalakkan matanya, menyadari kecerobohan nya.
'Lhoh, apa kemarin aku lupa belum membuangnya, kok sekarang malah ada ditangan Bayu?' pikir Reyhan.
"Jawab kak?" bentak Bayu yang kian emosi.
"Jika kamu mencintai Tiwi, maka pandai pandai lah menjaga hatinya. Jika sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi dia tetap menduakan mu, berarti dia bukan yang terbaik untuk mu. Maka, tinggalkan saja dia. Itu saranku."
"Dan kakak akan menjadikan nya sebagai pacar?" tanya Bayu dengan nafasnya terdengar berderu.
"Jika aku sudah menemukan wanita pilihan ku, akan segera ku halalkan dia. Bukan mengajaknya untuk lama-lama berpacaran." balas Reyhan dengan tenangnya.
Yang belum mampir ditunggu mampir nya.
Yang sudah mampir tetap setia sama mas Reyhan Juragan Muda ya.
Hadiah berupa pulsa 50rb untuk juara pertama yang memberi dukungan terbanyak.
hadiah berupa pulsa 25rb untuk pemberi dukungan kedua terbanyak.
Hadiah akan diumumkan setelah novel ini tamat.
Dan untuk kapan tamatnya, author juga belum bisa memastikan. Bisa jadi sebentar lagiðŸ¤ðŸ¤
Jadi untuk kakak readers semua, ayo dukung terus karya author dengan meningkatkan memberi hadiah dan vote. Pastikan kalian membaca dulu sebelum menekan like nya ya. Jangan asal spam like😉😉
__ADS_1