Juragan Muda

Juragan Muda
142. Pernikahan Reyhan dan Laura


__ADS_3

Seluruh undangan telah di sebar oleh kedua keluarga calon pengantin. Semua yang menerima undangan itu sangat merasa penasaran, termasuk teman-teman kuliah Laura. Choki dan Mira pun juga sama penasarannya.


Tanpa terasa, hari pernikahan untuk Reyhan dan Laura pun tiba. Hari itu di kediaman Laura di sulap bak istana. Dekorasi indoor maupun outdoor membuat takjub siapa pun yang melihatnya. Pernikahan di gelar 2 hari 1 malam, seperti di keluarga Anisa.


Deretan hidangan sudah tersusun rapi dan mengeluarkan aroma yang menusuk indra penciuman.


Sebuah foto yang di ambil saat pertunangan, di jadikan foto prewedding mereka. Sengaja mereka tidak mengagendakan foto prewedding, yang bisa saja membuat keduanya saling bersentuhan. Keduanya sepakat bertemu ketika hari h tiba.


Walaupun terkesan sederhana, namun penuh makna. Dan setiap orang berdecak kagum melihat sebuah keserasian yang tersirat dalam foto itu.


Walaupun Laura hanya mengenakan make up yang tipis ia tetap cantik, dan kian menawan dalam balutan gamis lebarnya. Sedangkan Reyhan tampak gagah dan tampan dalam balutan kemeja batik.


Pak Atmaja menyuruh Reyhan untuk datang ke rumahnya, karena pagi itu tamu sudah mulai berdatangan satu persatu. Dengan di antar oleh Bayu, Reyhan berangkat menuju kesana.


"Bu, aku pamit berangkat dulu ya." Reyhan mengecup punggung tangan ibunya.


"Iya, hati-hati ya. Semoga acara nya lancar." balas bu Rohmah sambil mengelus kepala Reyhan. Bayu pun juga berpamitan pada ibunya, lalu pada istrinya.


"Aku pamit mengantar kak Reyhan dulu ya sayang." Bayu mengulurkan tangannya pada Anisa. Ia segera meraih dan mencium tangan suaminya itu.


"Hati-hati ya mas." balas Anisa.


"Iya sayang." dengan gemas Bayu mencubit pipi istrinya.


Ehem...Ehem


Salah satu tetangganya sengaja berdehem keras.


"Pengantin baru ya gitu, seakan dunia milik berdua." celetuk tetangganya.


Bayu meringis sambil berlalu pergi, sedangkan Anisa wajahnya merah karena malu.


Saat itu, ia tengah membantu memasak di dapur bersama ibu ibu tetangga.


"Sudah isi belum neng?" tanya salah satu tetangga.


Anisa mengerutkan keningnya karena kurang paham maksud tetangganya itu.


"Hamil maksudnya neng." imbuh yang lain.


'Rasanya aku baru menikah sebulan, kenapa sudah di tanya seperti itu?' batin Anisa merasa tersinggung. Tapi ia tetap tersenyum di balik cadarnya sambil menjawab pertanyaan ibu itu.

__ADS_1


"Belum bu."


"Harusnya sering lembur neng biar cepat jadi." ibu yang lainnya menyahut sambil terkekeh.


Anisa, yang mendengar candaan ibu ibu itu kian risih. Akhirnya ia meninggalkan dapur dan berlalu ke kamarnya.


'Kenapa ibu ibu ngomongnya seperti itu? Ih kok aku yang denger jadi risih sendiri. Siapa bilang aku kurang lembur. Tiap hari mas Bayu juga selalu minta jatah dan aku terus menurutinya.' batin Anisa. Tak seperti biasanya ia merasa dongkol pada orang lain.


Ia pun lebih memilih tidur, untuk menghilangkan segala rasa yang membuat hatinya tak nyaman.


_____


"Wow, luar biasa. Ini rumahnya sudah seperti istana yang ada di negeri dongeng itu kak." Bayu berdecak kagum melihat dekorasi rumah Laura yang tampak semakin indah, dan rasa nya tak mampu di ucapkan dengan kata-kata.


Reyhan pun sepemikiran dengan adiknya. Dalam hati ia juga tak menyangka bisa menjadi satu-satunya menantu orang kaya. Background antara dirinya dengan Laura tampak jelas berbeda, dan beruntung keluarga pak Atmaja tak mempersalahkan itu semua. Bahkan dengan terang-terangan, pak Atmaja menyuruh Reyhan untuk menjaga Laura.


"Ayo masuk kak, aku jadi pengen nyicipi hidangan nya." kekeh Bayu.


"Hust, norak sekali kamu. Bukannya sebelum berangkat tadi sudah makan."


"Iya, dan sekarang aku lapar lagi.


Reyhan hanya geleng-geleng kepala melihat kekonyolan adiknya. Keduanya pun memasuki gerbang. Yang langsung di sambut hangat oleh keluarga Laura. Reyhan mencium tangan kedua orang tua Laura.


"Terima kasih ma, tapi dari rumah saya sudah sarapan." tolak Reyhan halus. Yang membuat Bayu sedikit mengerucutkan bibirnya, karena mendengar kakaknya menolak tawaran bu Ani.


"Sampai sini kan pasti lapar lagi."


"Apa mau di temani sama Laura." balas pak Atmaja sambil terkekeh.


"Ngga usah pa." Sekian kali Reyhan menolak. Akhirnya mereka tak memaksa lagi. Bayu yang kesal akhirnya segera pulang meninggalkan kakaknya.


Tak lama kemudian, Laura sudah datang dan ikut bergabung dengan mereka menyambut para tamu undangan.


Jantung Reyhan dan Laura sama sama berdegup dengan kencang. Lidah mereka tiba-tiba terasa kelu walau hanya sekedar untuk menyapa. Sehingga hanya mampu melempar senyum.


"Ini gimana toh, besok sudah mau ijab qobul, kenapa masih malu-malu?" celetuk salah satu among tamu.


"Iya, biasanya mbak Laura kan bar bar, kok sekarang diam saja." sahut salah satu anggota keluarganya yang membuat mereka terkekeh. Sedangkan Reyhan dan Laura tetap tersenyum.


Pak Atmaja adalah orang kaya dan terpandang. Wajar saja jika belum hari h saja, tamunya sudah membludak banyak. Walaupun capek harus menyalami mereka satu persatu, tetap saja mereka senang dan tak memperlihatkan rasa capeknya. Hingga tak terasa waktu sudah sore. Mereka segera membersihkan diri dan bersiap menyambut acara midodareni yang akan di adakan sebentar lagi.

__ADS_1


Reyhan segera memasuki kamar yang sudah di persiapkan untuk nya, dan merebahkan diri di kasur yang sangat empuk. Karena rasa letih mendera, ia langsung tertidur pulas.


Tiba-tiba ia seperti mendengar suara ketukan pintu, bergegas ia membukanya.


"Den Reyhan, acara midodareni sebentar lagi. Di suruh bapak untuk bersiap siap." kata bibi.


"Astaghfirullah, iya bi. Saya siap siap dulu ya. Maaf tadi ketiduran." Reyhan meringis merasa tak enak.


"Ngga apa-apa den. Wajar den Reyhan capek dan sampai ketiduran. Tamunya saja banyak banget. Bibi yang melihat juga geleng-geleng kepala. Bapak sama nyonya orang kaya sih, pasti kenalannya juga banyak. Orang orang penting semua lagi." bibi terkekeh sebelum pergi.


Malam midodareni hampir sama seperti di pernikahan Anisa dulu. Tamu undangan duduk mendengarkan penjelasan singkat dari mc tentang pengantin. Sambil menikmati suguhan yang di hidangkan.


Sama seperti yang di alami oleh Bayu, Reyhan juga tampak gelisah dan gugup, karena besok ia harus mengikrarkan ijab qobul. Sehingga ia memutuskan untuk tahajud dan membaca Al Qur'an.


Laura pun sama gelisah nya. Ia terus berdzikir agar hatinya tenang.


Adzan subuh berkumandang. Mereka langsung terbangun dan siap untuk melaksanakan sholat subuh di kamar masing-masing.


Tak berselang lama, keduanya sudah mulai di make up di tempat yang berbeda. Setelah selesai di make up, Reyhan berjalan terlebih dulu menuju tempat di gelar nya akad, dengan di dampingi oleh kerabat Laura.


Semua mata menatapnya tanpa kedip. Melihat Reyhan yang tampak gagah dan rupawan dalam balutan jas warna silver, di tambah aksen dasi kupu-kupu.


Tak berselang lama, calon pengantin wanita dengan di temani oleh mama dan papanya berjalan menuju tempat di gelar nya ikrar, di mana Reyhan dan penghulu sudah menunggu nya.


Semua mata terpukau dengan kecantikan Laura yang bak bidadari itu. Tampak semakin anggun dalam balutan gaun pengantin berwarna senada dengan mempelai pria. Reyhan menatap calon istrinya sambil melempar senyum.


Setelah, menerima pengarahan dari penghulu. Ikrar itu pun di mulai.


"Aku nikahkan engkau Reyhan Perdana Kusuma dengan puteri ku Laura Arabela bin Atmaja Brawijaya dengan mas kawin berupa surat Ar Rahman dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"Aku terima nikah dan kawin nya Laura Arabela dengan mas kawin berupa surat Ar Rahman dan seperangkat alat sholat di bayar tunai." ucap Reyhan lantang.


Setelah itu, Reyhan mulai melantunkan ayat suci dengan suaranya yang sangat merdu. Laura yang berada di sampingnya meneteskan air mata, merasa terharu dengan mas kawin yang di berikan oleh suaminya. Ia benar-benar merasa menjadi wanita yang istimewa. Para hadirin yang mendengar pun juga ikut larut dalam keharuan, dan tak kuasa juga ikut menitikkan air mata.


"Bagaimana mana saksi, sah?"


Suasana hening sekian menit, karena masih takjub dengan kecantikan dan ketampanan mempelai. Sehingga penghulu kembali bertanya.


"Bagaimana mana saksi, sah?"


"Eh, Sah." "Sah."

__ADS_1


"Alhamdulillah."


Keduanya saling beradu pandang dan melempar senyum, tak kuasa untuk menahan air mata harunya. Laura mencium punggung tangan Reyhan dengan takzim. Reyhan pun mengelus dan mengecup ubun ubun Laura sambil berdoa untuk kehidupan rumah tangganya yang baru saja akan di mulai.


__ADS_2